TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Ternyata ini lho metode 'cuci otak' dr. Terawan, benarkah bisa menyembuhkan stroke?

Bacaan 4 menit
Ternyata ini lho metode 'cuci otak' dr. Terawan, benarkah bisa menyembuhkan stroke?

Kontroversi terapi cuci otak dokter Terawan membuatnya dipecat dari Ikatan Dokter Indonesia. Benarkah pengobatan ini bisa menyembuhkan stroke?

Pemberitaan dr. Terawan dipecat IDI kian bergulir. Hal ini dikarenakan dokter yang mengabdi sebagai dokter TNI Angkatan Darat dinilai melanggar kote etik yang berkaitan dengan metode yang ia lakukan dalam menyembuhkan penyakit stroke. Sebenarnya seperti apa metode cuci otak dokter Terawan ini?

Apa yang terbersit dalam benak Parents saat mendengar kata stroke? Tentunya penyakit yang menakutkan dan mematikan, bukan?

Seperti yang saya kutip dalam laman Klik Dokter, stroke merupakan kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Stroke bisa berupa iskemik (sumbatan) maupun perdarahan (hemoragik).

Jika dulu banyak pandangan yang mengatakan bahwa stroke cenderung dialami oleh orang-orang dengan usia lanjut, hal ini sudah tidak berlaku lagi. Pasalnya, stroke bisa terjadi pada golongan usia berapapun. Untuk itulah, penting untuk meminimalisir beragam risiko yang bisa memicu terjadinya serangan stroke.

Metode cuci otak dokter Terawan

dr. Terawan Agus Putranto, dokter yang melakukan DSA atau digital substraction angiography. DSA ini merupakan prosedur diagnostik untuk melihat pembuluh darah, bukan terapetik. Artinya DSA atau BW (brain wash) pada dasarnya dilakukan sebagai tindakan diagnostik, bukan pengobatan. Namun terapi ini justru membuat dr. Terawan dipecat IDI.

Seperti yang dilansir dari laman Kumparan, di hadapan anggota Komisi I DPR, dr. Terawan mengatakan bahwa terapi metode ‘cuci otak’ yang dilakukannya sudah terbukti secara ilmiah.

Katanya, tahun 2013 silam, Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI menyarankan agar metode cuci otak dokter Terawan ini dibuktikan secara ilmiah. Sehingga membuat dokter ini mendaftar S3 di Universitas Hasanudin Makassar.

dr. Terawan akhirnya mendapatkan gelar Doktor pada 4 Agustus 2016. Judul disertasi Kepala RSPAD Gatot Subroto itu adalah ‘Efek Intra Arterial Heparin Flushing Terhadap Regional Cerebral Blood Flow, Motor Evoked Potentials, dan Fungsi Motorik pada Pasien dengan Stroke Iskemik Kronis’. Bahkan, hasil desertasinya sudah dipublikasikan di jurnal Internasional.

Namun, apa yang telah dilakukan dr. Terawan, ternyata dianggap melanggar kode etik hingga dr. terawan dipecat IDI. Dirinya dianggap telah mempromosikan dirinya sendiri dan menjanjikan kesembuhan pada pasiennya. IDI memberikan konsekuensi dengan memecatnya selama satu tahun. Terhitung mulai 26 Februari 2018 hingga 25 Februari 2019.

Keputusan IDI tersebut diambil setelah sidang Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) PB IDI yang menilai Dokter Terawan melakukan pelanggaran etika kedokteran. Namun, tidak sedikit yang menyayangkan keputusan dr. terawan dipecat IDI. Bahkan dukungan pembelaan terus bergulir bahkan tagar #SaveDokterTerawan ikut menggema lini masa.

Amankah metode cuci otak dokter Terawan?

Kabarnya, sejumlah pasien mengaku merasa sembuh atau diringankan setelah menjalani metode cuci otak dokter Terawan. Bahkan sejumlah tokoh ternama mengaku pernah menjalani cuci otak dokter Terawan, dan merasa terbantu dengan metode ini. Di antaranya, Aburizal Bakrie, Dahlan Ikhsan dan Inggrid Kansil.

Tapi, apa sebenarnya medote cuci otak dokter Terawan ini? Ternyata sebelum pemberitaan pemecatan dr. Terawan oleh IDI, metode ini sudah lama mengundang pro kontra.

Salah satunya dari Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi). Seperti dikutip dari kompas.com, pada 2012, Ketua Umum Perdossi Prof M Hasan Machfoed mempertanyakan terapi cuci otak tersebut untuk penderita stroke.

Menurut Hasan, pada terapi cuci otak, terapis memasukkan obat ke pembuluh darah otak penderita stroke. Dalam dunia kedokteran, proses itu disebut trombolisis yang memiliki prosedur batas waktu ketat.

Dalam panduan, trombolisis dapat diberikan hingga 8 jam setelah penderita terkena stroke. Tapi, jika terapi itu diberikan pada pasien yang serangan sudah lebih dari 8 jam, apalagi berbulan-bulan atau bertahun-tahun, bisa menimbulkan masalah.

Selain itu, pada 2014, para ahli saraf mengungkapkan, metode cuci otak tidak dapat menyembuhkan penyakit stroke. Itu karena alat yang digunakan pada terapi ini sebenarnya untuk melakukan diagnosis saja. Alat yang dipakai dalam terapi cuci otak dokter Terawan adalah Digital Substracion Angiography (DSA).

Menurut Hasan, brain wash itu bukan istilah kedokteran. Metode yang digunakan DSA itu alat diagnostik, sama seperti alat rontgen. Jadi bukan untuk terapi.

Prosedur DSA memakai kontras untuk memperjelas gambaran pembuluh darah. Saat prosedur ini dilakukan, pasien stroke diberikan obat heparin untuk mencegah pembekuan darah selama prosedur. Melalui DSA, kelainan pembuluh darah di otak bisa diketahui.

Setelah itu, pasien akan diberi terapi atau pengobatan yang sesuai dengan kelainannya. Menurut Hasan, penggunaan dasar DSA sebagai alat terapi stroke harus dibuktikan terlebih dahulu secara ilmiah.

Hasan juga menambahkan bahwa dari segi etika kedokteran, tidak dibenarkan (penggunaannya tanpa pembuktian ilmiah). Kode etik kita sangat berat karena berhubungan dengan kesehatan manusia. Untuk penelitian harus dicoba dulu pada hewan. Pokoknya sangat ketat karena taruhannya nyawa.

Baca juga:

Bayi baru lahir juga bisa terserang stroke! Bisakah dihindari?

 

*foto dokumentasi : Warta Kota/ Cek n Ricek
Cerita mitra kami
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Adisty Titania

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Ternyata ini lho metode 'cuci otak' dr. Terawan, benarkah bisa menyembuhkan stroke?
Bagikan:
  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti