Waspadai bahaya jatuh saat hamil, ini yang harus dilakukan bumil untuk mencegahnya

Waspadai bahaya jatuh saat hamil, ini yang harus dilakukan bumil untuk mencegahnya

Jatuh dalam kondisi hamil bisa membahayakan nyawa ibu dan bayi. Baca penyebab dan cara mencegahnya berikut ini.

Ketika ibu hamil jatuh bisa sangat berbahaya bagi ibu dan bayi dalam kandungannya. Kejadian ini bisa menyebabkan persalinan dini, atau malah keguguran. Karena itu ibu hamil harus selalu berhati-hati, apalagi saat hamil besar.

Hati-hati, ibu hamil rentan jatuh

dr. Dhely Lesthama SpOG, seorang spesialis kebidanan dan kandungan di RS Puri Pondok Indah mengatakan, “Ibu hamil mengalami pertambahan berat badan, dari berat bayi, berat plasenta hingga air ketuban. Perubahan bobot tubuh ini yang membuat ibu hamil mudah kehilangan keseimbangan dan gampang jatuh.”

“Mual dan muntah yang dialami ibu selama hamil, juga membuat asupan nutrisinya terganggu. Kurangnya asupan glukosa saat hamil, menghambat pertumbuhan bayi dan membuat ibu lemas karena kekurangan energi. Ibu hamil jadi sering tidak ada tenaga untuk berdiri sehingga keseimbangan tubuhnya lemah,” tambah dr. Dhely seperti dikutip dari Okezone.

jatuh saat hamil

Ibu hamil jatuh seringkali karena bobot tubuhnya yang membuat dia mudah hilang keseimbangan.

Ketika ibu hamil jatuh, apa yang harus dilakukan?
1. Kenali trauma yang terjadi

Trauma ini bisa berupa fisik maupun emosional. Trauma fisik biasanya berkaitan dengan benturan yang terjadi pada tubuh ibu atau terkena benda tumpul maupun benda tajam seperti yang dialami seorang ibu hamil yang terpeleset di dapur.

Trauma emosional biasanya berkaitan dengan level stres ibu yang bisa memicu kontraksi jika stresnya berlebihan. Sebab itu, saat ibu hamil jatuh, tidak hanya kondisi fisiknya yang harus diperiksa, namun juga psikologisnya. Ibu hamil harus ditenangkan supaya dia tidak mengalami stres berlebihan.

2. Perhatikan posisi jatuh

dr. Dhely menyarakan, saat ibu hamil terjatuh diusahakan agar tidak langsung panik. Tetap tenang dan waspada. Perhatikan posisi saat terjatuh terjatuh, bisa itu duduk, telentang atau tengkurap. Agar nantinya dokter bisa memutuskan penanganan yang tepat.

Jika jatuh terduduk, beban akan bertumpu pada tulang belakang. Hal ini bisa menimbulkan masalah saat melahirkan, karena ibu akan kesulitan mengejan. Selain itu, posisi jatuh bisa menimbulkan kantung ketuban robek hingga membuat ibu harus menjalani persalinan lebih awal.

Posisi jatuh dengan telentang bisa membuat kepala ibu terbentur hingga hilang kesadaran dan pingsan. Bila ibu jatuh dengan posisi tengkurap, bisa membuat plasenta lepas karena benturan dan berdampak langsung pada janin.

ibu hamil jatuh

Ibu hamil jatuh bisa mengalami benturan yang membahayakan bayi di kandungannya.

3. Kenali kondisi setelah terjatuh
  • Apabila terjadi perdarahan kecil atau flek, segeralah pergi ke dokter kandungan untuk memeriksa kondisi janin. Bila perdarahan hebat yang terjadi, harus segera dibawa ke UGD.
  • Ketuban pecah atau tidak. Bila ibu merasa air ketuban mengalir, segera ke rumah sakit untuk memastikan apakah harus melakukan persalinan prematur untuk mencegah bayi keracunan air ketuban.
  • Gerakan janin. Setelah jatuh, pantaulah gerakan janin. Apakah dia masih bergerak setiap jam atau tidak. Bila tidak ada gerakan segeralah ke dokter kandungan.
  • Jika terjadi kontraksi segeralah pergi ke dokter. Gejalanya bisa ditandai dengan dinding rahim terasa mengeras atau perut terasa melilit berlebihan.

Artikel terkait: Jangan sepelekan bayi tidak menendang di trimester ketiga

jatuh saat hamil 2

Tips mencegah agar ibu tidak jatuh saat hamil
  • Asupan cairan dan kalori ibu hamil harus mencukupi. Hal ini agar ibu hamil tidak mengalami dehidrasi dan hipoglikemia yang bia menyebabkan ibu pusing dan tidak kuat berdiri
  • Batasi aktivitas fisik yang berat, seperti naik turun tangga, dan mengangkat barang berat.
  • Jangan memakai sepatu atau sandal dengan hak tinggi
  • Rumah harus tetap rapi. Jangan sampai ada benda yang berpotensi membuat ibu tersandung
  • Peran suami juga penting dalam menjaga istri agar tidak terlalu banyak bergerak, terutama saat hamil besar
  • Hindari berjalan di jalanan yang banyak kerikil dan batu atau jalanan licin
  • Bunda tidak disarankan melakukan pekerjaan berat seperti membersihkan rumah, mengepel atau membersihkan kamar mandi
  • Ibu hamil tidak disarankan untuk berjalan cepat. Sebaiknya ibu berjalan perlahan dan selalu memerhatikan kondisi jalan yang ada di depan.

Semoga bermanfaat.

 

 Baca juga:

9 Tips aman naik turun tangga saat hamil yang harus Bunda tahu

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

Fitriyani

app info
get app banner