Biaya Melahirkan Membengkak di Masa Pandemi? Ikuti Tips Hemat Ini, Bun!

Biaya Melahirkan Membengkak di Masa Pandemi? Ikuti Tips Hemat Ini, Bun!

Tips menghemat biaya melahirkan di masa pandemi ini patut dicoba, Bun.

Cara menghemat biaya melahirkan di masa pandemi menjadi satu hal krusial yang perlu diterapkan oleh para calon orangtua. Pandemi COVID-19 tidak hanya menjadi masa waspada dalam hal kesehatan, tetapi juga finansial. Semakin sulitnya pergerakan ekonomi menjadi tantangan tersendiri bagi kebanyakan orang.

Biaya Melahirkan Membengkak di Masa Pandemi? Ikuti Tips Hemat Ini, Bun!

Di masa pandemi seperti ini juga tidak sedikit pasangan yang menantikan kehadiran buah hati di tengah keluarga. Namun, tahukah Bunda bahwa memiliki anak tidak hanya perkara hamil dan persalinan saja? Ada hal lain yang juga tak kalah penting untuk dipersiapkan, yaitu materi. Karena tentu saja, memiliki anak harus dibarengi dengan kesiapan mental dan finansial.

Bagi Bunda yang akan menjalani persalinan, apakah sudah menghitung berapa perkiraan biaya yang diperlukan untuk melahirkan? Terlebih lagi di tengah masa pandemi ini, semuanya terasa harus serba hemat ya, Bun.

Jika Bunda belum memiliki gambaran, tips berikut ini dapat Bunda jadikan acuan mengenai bagaimana cara menghemat biaya melahirkan di tengah masa pandemi. Yuk simak, Bun!

Artikel Terkait: 10 Cara Menghemat Biaya Persalinan Sebelum dan Setelah Melahirkan

Pengeluaran Biaya Melahirkan di Masa Pandemi

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) telah memprediksi adanya peningkatan jumlah kehamilan tidak direncanakan pada 202 di Indonesia. Hal ini berdasarkan perhitungan pada perkiraan adanya 2,8 juta orang Indonesia yang tidak lagi menggunakan alat kontrasepsi selama masa pandemi ini.

Dari 2,8 juta orang tersebut, angka kehamilan pun diperkirakan meningkat sebesar 15-20 persen. Jika dikonversi, angka tersebut bisa mencapai 370 ribu hingga 500 ribu kehamilan. Akan tetapi, BKKBN telah membuat prediksi peningkatan kehamilan lebih daripada itu. BKKBN menghitung akan terjadi 420 ribu kehamilan.

Mengutip dari Kompas, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan, “Kemudian 2,8 juta itu, yang hamil kan 15 persen (berdasarkan rumus yang dipakai), sekitar 420 ribu orang. Itu sangat signifikan, karena di Indonesia jumlah persalinan kan setahun 4,8 juta rata-rata. Kalau naik 420 ribu saja selama 3 bulan, kan sudah lumayan.”

Biaya Melahirkan Membengkak di Masa Pandemi? Ikuti Tips Hemat Ini, Bun!

Namun sayangnya, peningkatan kehamilan tersebut tidak diimbangi dengan peningkatan perekonomian masyarakat. Padahal, tentu saja biaya persalinan di tengah pandemi meningkat karena adanya kewajiban melakukan tes Covid.

Jika sebelum pandemi biaya melahirkan secara normal berkisar antara Rp 3-20 juta, dan operasi caesar sekitar Rp 20-50 juta, maka di masa pandemi akan ada tambahan biaya sekitar Rp 2,5-3,5 juta. Ini terjadi karena penambahan biaya untuk tes COVID-19.

Persiapan biaya tersebut harus Bunda lakukan setidaknya dalam periode 1- minggu sebelum Hari Perkiraan Lahir (HPL). Namun, tidak berhenti hanya di situ saja, Bun. Selanjutnya, Bunda juga perlu menyisihkan anggaran untuk membeli perlengkapan Bunda dan bayi setelah persalinan.

Perlengkapan yang harus Bunda utamakan, seperti baju, popok, alat mandi, pompa ASI, serta botol susu. Peralatan lain seperti tempat tidur, kereta dorong, atau car seat termasuk perlengkapan tambahan.

Artikel Terkait: Biaya Membesarkan Anak dan Cara Menguranginya

Cara Menghemat Biaya Melahirkan di Masa Pandemi

Biaya Melahirkan Membengkak di Masa Pandemi? Ikuti Tips Hemat Ini, Bun!

1. Pergunakan Asuransi

Cara pertama yang bisa Bunda lakukan untuk menghemat biaya melahirkan di masa pandemi adalah dengan memanfaatkan penggunaan asuransi. Setidaknya, dalam perhitungan satu siklus hamil-melahirkan-mempunyai anak, calon orangtua harus menyiapkan dana sekitar Rp 10-80an juta.

Kendati demikian, Bunda bisa berhemat dengan memakai asuransi. Yang paling sederhana, coba menggunakan asuransi kesehatan seperti BPJS Kesehatan, Bun. Selain menanggung biaya persalinan, Bunda juga bisa mendapatkan pemeriksaan kehamilan secara gratis setiap bulannya dari jaminan kesehatan tersebut.

Tidak hanya itu, ada juga fasilitas kesehatan lainnya bagi ibu hamil yang bisa didapatkan secara cuma-cuma. Di antaranya, program pemenuhan gizi ibu hamil berupa pemberian susu, biskuit, dan vitamin.

2. Beli Baju Hamil dan Baju Bayi dalam Jumlah Sedikit

Untuk meminimalisir pengeluaran baju hamil dan baju bayi, Bunda bisa membeli barang-barang tersebut dalam jumlah yang sedikit. Pasalnya, di bulan-bulan awal setelah kelahiran, bayi mengalami pertumbuhan yang cepat sehingga Bunda tidak harus membeli baju dalam jumlah yang sekaligus banyak agar tidak sia-sia.

3. Coba Alternatif Menyewa Perlengkapan Bayi

Trik berikutnya yang bisa Bunda coba adalah menyewa dan membeli peralatan bekas pakai. Dengan memilih alternatif sewa barang, setidaknya Bunda bisa menghemat pengeluaran sekitar 50-80 persen. Cukup hemat bukan, Bun?

Salah satu perlengkapan bayi yang bisa Bunda sewa ialah tempat tidur. Tentu akan lebih hemat untuk menyewa tempat tidur bayi daripada membelinya. Ini karena tempat tidur bayi hanya akan terpakai beberapa bulan saja. Seiring dengan bertambahnya usia bayi, maka otomatis pertumbuhan tubuhnya juga bertambah, sehingga membutuhkan tempat tidur dengan ukuran yang lebih besar lagi.

Biasanya, penyewaan perlengkapan bayi juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan, lho. Banyak tempat yang menyediakan penyewaan secara harian, mingguan atau bulanan. Jadi, Bunda bisa mencocokkannya dengan kebutuhan si kecil.

Artikel Terkait: Ini prosedur dan biaya melahirkan yang ditanggung BPJS, bumil sudah tahu?

Bunda, itulah beberapa cara menghemat biaya melahirkan di masa pandemi yang bisa Bunda coba. Semoga bermanfaat ya, Bun!

***

Baca Juga:

6 Pilihan Investasi untuk Biaya Pendidikan Anak

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Semua opini & pendapat dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi milik penulis, dan sama sekali tidak mewakilkan theAsianparent atau klien tertentu.
app info
get app banner