TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Dorong anak berpikir kritis dengan lakukan 3 hal ini

Bacaan 3 menit
Dorong anak berpikir kritis dengan lakukan 3 hal ini

Selain menggambar, 3 hal ini sebaiknya Parents lakukan agar anak terdorong untuk berpikir kritis

Menguasai kemampuan memecahkan masalah merupakan hal yang kita harapkan ada pada diri anak ketika ia tumbuh besar nantinya. Tahukah Anda bahwa hal tersebut dapat dibangun dengan cara berpikir kritis yang diajarkan sejak dini.

Salah satunya adalah dengan memupuk kreativitas sejak dini karena seni memberikan dampak positif pada kehidupan anak di masa depan.

“Terdapat kaitan erat jika anak melakukan seni kreatif terhadap kesuksesan mereka di masa mendatang. Anak yang aktif membuat karya seni cenderung inovatif kala dewasa,” tutur Samanta Ananta, M.Psi., psikolog anak dan keluarga sast ditemui dalam acara Media Gatherimg Kick Off Koko Olimpiade 2019 di Jakarta Selatan, Selasa (22/1).

Menggambar dan mewarnai menjadi aktivitas seni yang menyenangkan karena hal ini bisa dilakukan di mana saja.

“Kalau anak nggak bisa diam, bisa melatihnya mewarnai objek yang kecil dulu. Hal ini akan membuat anak belajar berpikir out of the box, sehingga akan lebih terlatih untuk problem solving,” sambung Samanta.

Selain seni, beberapa cara ini juga bisa Parents lakukan untuk mendorong anak berpikir kritis.

Cara berpikir kritis #1: Komunikasi

cara berpikir kritis

Samanta menuturkan, komunikasi yang terjalin antara anak dan orangtua merupakan kunci utama untuk anak berani berpikir kritis akan sesuatu.

“Latih anak untuk presentasi dan mengkritisi, dalam hal ini orangtua juga terbuka dan bersedia untuk diingatkan jika melakukan kesalahan,” ujar Samanta.

Sebagai contoh, kritik anak ketika orangtua tak sengaja membuang sampah sembarangan. Alangkah lebih baik orangtua terbuka untuk menerima kritik yang ditujukan oleh anak.

“Dengan begini, anak akan berpikir mana hal yang benar dan juga mampu memikirkan semua hal dengan logis dan rasional,” ujarnya.

Selain itu, anak perlahan akan menyadari pentingnya berpikir kritis dan manfaatnya untuk kehidupan sehari-hari.

Cara berpikir kritis #2: Konsumsi makanan sehat dan bergizi

Jika Parents masih sering melewatkan sarapan, sebaiknya mulai mengubah kebiasaan tersebut. Telah banyak penelitian yang menjelaskan bahwa orang yang rutin sarapan cenderung memiliki tingkat kecemasan lebih sedikit.

Saat anak mengonsumsi sarapan dengan gizi seimbamg, maka akan melancarkan pasokan oksigen dan tubuh lebih banyak memproduksi hormon positif.

“Dengan sarapan bergizi dikombinasikan dengan kreativitas akan membuat anak tumbuh bahagia. Anak akan lebih piawai memecahkan masalah yang menimpanya setiap hari,” tutur Samanta.

Cara berpikir kritis #3: Manfaatkan teknologi

cara berpikir kritis

Melalui ponsel pintar, semua nampak mudah untuk dilakukan ya Parents. Hal ini termasuk mencari informasi juga membuktikan kebenarannya.

“Anak sudah pintar ya mengakses internet, di sinilah peran penting orangtua unuk menyaring. Jelaskan kepada anak apakah suatu informasi itu benar adanya. Komunikasi dan poa asuh terbuka itu penting agar anak mampu berpikir kritis. Kalau dari kecil anak selalu disuruh diam, ya susah”, pungkas Samanta.

Nah, apakah Parents sudah mempraktikkan cara berpikir kritis pada anak?

 

Baca juga:

Anak suka corat-coret tembok? Jangan dimarahi karena ada 5 manfaatnya

Cerita mitra kami
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga

Dorong anak berpikir kritis dengan lakukan 3 hal ini

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Erinintyani Shabrina Ramadhini

Diedit oleh:

Giasinta Angguni

  • Halaman Depan
  • /
  • Keluarga
  • /
  • Dorong anak berpikir kritis dengan lakukan 3 hal ini
Bagikan:
  • 10 Tanda dan Ciri-ciri Anak Kurang Kasih Sayang, Waspada Dampaknya!

    10 Tanda dan Ciri-ciri Anak Kurang Kasih Sayang, Waspada Dampaknya!

  • Niat Puasa Ayyamul Bidh dan Jadwalnya di Januari 2026

    Niat Puasa Ayyamul Bidh dan Jadwalnya di Januari 2026

  • 20 Contoh Surat Keterangan Kerja Beserta Format Lengkapnya

    20 Contoh Surat Keterangan Kerja Beserta Format Lengkapnya

  • 10 Tanda dan Ciri-ciri Anak Kurang Kasih Sayang, Waspada Dampaknya!

    10 Tanda dan Ciri-ciri Anak Kurang Kasih Sayang, Waspada Dampaknya!

  • Niat Puasa Ayyamul Bidh dan Jadwalnya di Januari 2026

    Niat Puasa Ayyamul Bidh dan Jadwalnya di Januari 2026

  • 20 Contoh Surat Keterangan Kerja Beserta Format Lengkapnya

    20 Contoh Surat Keterangan Kerja Beserta Format Lengkapnya

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti