TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Calon Ayah pun Mengalami Perubahan Hormon Pria

Bacaan 4 menit
Calon Ayah pun Mengalami Perubahan Hormon Pria

Tidak banyak yang mengira hormon pria juga berubah saat mereka menjadi calon ayah. Bagaimana dan seperti apa perubahannya? Ayo baca di sini.

Ternyata, bukan hanya ibu yang mengalami perubahan hormon saat menanti si buah hati. Suami juga mengalami perubahan hormon pria loh!

Ternyata, bukan hanya ibu yang mengalami perubahan hormon saat menanti si buah hati. Suami juga mengalami perubahan hormon pria loh!

Ibu hamil mengalami perubahan hormon selama masa kehamilannya. Tak banyak yang tahu bahwa ternyata si calon ayah pun mengalami hal yang sama. Hormon pria mengalami perubahan, di mana mereka juga mengalami naik turunnya mood yang tidak dapat dijelaskan, bahkan dimengerti.

Hormon laki-laki berpengaruh besar pada psikologi calon ayah, seperti rasa panik karena harus belajar mengatasi keadaan. Lahirnya seorang bayi memang menjadi titik perubahan terbesar bagi orang tua manapun. Namun perasaan tersebut akan berubah menjadi sukacita besar saat suara tangisan pertama bayi terdengar di kamar bersalin.

Analisa ahli tentang perubahan hormon pria

Menurut pakar psikologi USA, Louann Brizendine, pria mengalami perubahan hormon laki-laki yang sangat besar, terutama saat menanti kelahiran sang buah hati.

Dalam bukunya, ia menyebut bahwa pria menjadi lebih sensitif akan kebutuhan si kecil, di mana mereka mau melakukan hal-hal yang tidak terpikir sebelumnya seperti mengganti popok, memandikan bayi dan banyak lagi.

Semuanya itu mereka lakukan dengan perasaan bahagia. Hormon pria yang mengalami perubahan tersebut yang membuat mereka sanggup bangun dini hari hanya untuk mengganti popok atau meracik susu formula—apabila ibu tidak dapat memberi ASI–, dsb. Perubahan hormon ini pun menjadi titik awal dari kedewasaan para ayah baru.

Ya ampun, bagaimana bisa?

hormon pria

Keajaiban seorang bayi mungil akan mengubah sosok ayah menjadi tangkas dalam banyak hal. Sosok seorang pria, sekaligus ayah, menjadi satu.

Hasil riset Brizendine mengungkapkan bahwa tingginya hormon stres, cortisol, akan memuncak selama kurang lebih enam minggu saat ia akan segera memiliki bayi.

Terkadang, si calon ayah menjadi sangat stres dan gelisah akan hal ini. Cara mengatasinya adalah belajar lebih jauh tentang proses kelahiran bayi dan berbagi pengalaman dengan teman-teman yang sudah menjadi ayah.

Sebaliknya, hormon testosterone, yang terkait dengan agresivitas, akan turun drastis pada minggu ketiga, pada bulan di mana si bayi diprediksi akan lahir. Hal ini berdasarkan kebutuhan semua makhluk hidup di mana seorang anak akan tumbuh lebih baik apabila sang ayah turun tangan dalam merawat si kecil.

Jika hanya salah satu orang tua—dalam hal ini sang ibu—yang kerepotan mengurus anak, maka si anak pun turut merasakan dampak psikologisnya.

Apa yang akan terjadi?

hormon pria

Saat si bayi lahir, ia akan segera menyita perhatian selama beberapa bulan ke depan. Si ayah baru pun merasa telah dewasa karena kini ia harus melayani kebutuhan istri dan bayi. Tentu saja, hal ini akan mempengaruhi tingkat tanggung jawab yang diembannya.

Buku Brizendine juga mengupas tentang beberapa hal yang mengejutkan di mana hormon pria yang bernama prolactin—hormon yang sama dengan hormon penghasil ASI—meningkat produksinya hingga 20%.

Salah satu sisi menarik dari perubahan hormon pria ini merupakan hasil reaksi terhadap hormon feromon sang ibu yang dilepaskan oleh kelenjar keringat dari kulit ke udara. Ia mengatakan senyawa kimia ini dapat memicu otak manusia untuk ‘mulai membuat perubahan hormonal perilaku paternal’.

Brizendine juga menyorot fakta bahwa semakin sering sang ayah menggendong dan merawat si bayi, semakin dalamlah perilaku paternal sang ayah.

Namun, para ayah bisa lega karena naik turunnya emosi dan perubahan hormon pria selama masa kehamilan dan melahirkan mulai bergerak stabil saat si bayi berusia enam minggu.

Banyak yang menganggap bahwa para ayah kembali ke ‘karakter semula’ saat si kecil sudah mulai berjalan. Namun, benarkah seorang ayah dapat kembali seperti semula seperti sebelum memiliki anak? Sebagian besar orang tua mengakui kehadiran buah hati mengubah hidupnya.

Nah, para ayah, Anda sendiri yang bisa menilai apakah Anda memang kembali seperti semula, atau kini jadi lebih kebapakan?

 

Referensi : Dad’s hormones change too during pregnancy!

Baca juga artikel menarik lainnya:

Hal-Hal yang Dapat Dilakukan Ayah Baru untuk Membantu Istri

Tips Seks Pasca Melahirkan Bagi Para Ayah

 

 

Cerita mitra kami
6 Cara Meredakan Mual saat Hamil yang Bisa Dicoba Ibu di Rumah
6 Cara Meredakan Mual saat Hamil yang Bisa Dicoba Ibu di Rumah
Skincare Aman untuk Ibu Hamil, Pastikan Tidak Mengandung 4 Bahan Berbahaya Ini!
Skincare Aman untuk Ibu Hamil, Pastikan Tidak Mengandung 4 Bahan Berbahaya Ini!
Ini Skin Care Aman untuk Ibu Hamil, Kulit Wajah Tetap Sehat
Ini Skin Care Aman untuk Ibu Hamil, Kulit Wajah Tetap Sehat
Berikut 4 Mitos Ibu Hamil Seputar Jenis Kelamin Bayi, Mana yang Benar ya?
Berikut 4 Mitos Ibu Hamil Seputar Jenis Kelamin Bayi, Mana yang Benar ya?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

ddc-calendar
Bersiaplah untuk kelahiran bayi dengan menambahkan HPL Anda
ATAU
Hitung tanggal HPL
img
Penulis

Tri Retnoningrum

  • Halaman Depan
  • /
  • Tips Kehamilan
  • /
  • Calon Ayah pun Mengalami Perubahan Hormon Pria
Bagikan:
  • 3 Cara Membayar Fidyah bagi Ibu Hamil Sesuai Kaidah Islam, Catat Bun!

    3 Cara Membayar Fidyah bagi Ibu Hamil Sesuai Kaidah Islam, Catat Bun!

  • 23 Makanan yang Mengandung Asam Folat Tertinggi untuk Ibu Hamil

    23 Makanan yang Mengandung Asam Folat Tertinggi untuk Ibu Hamil

  • 9 Obat Batuk Alami yang Aman untuk Ibu Hamil, Wajib Catat nih!

    9 Obat Batuk Alami yang Aman untuk Ibu Hamil, Wajib Catat nih!

  • 3 Cara Membayar Fidyah bagi Ibu Hamil Sesuai Kaidah Islam, Catat Bun!

    3 Cara Membayar Fidyah bagi Ibu Hamil Sesuai Kaidah Islam, Catat Bun!

  • 23 Makanan yang Mengandung Asam Folat Tertinggi untuk Ibu Hamil

    23 Makanan yang Mengandung Asam Folat Tertinggi untuk Ibu Hamil

  • 9 Obat Batuk Alami yang Aman untuk Ibu Hamil, Wajib Catat nih!

    9 Obat Batuk Alami yang Aman untuk Ibu Hamil, Wajib Catat nih!

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti