TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Cadel, Penyebab dan Terapinya

Bacaan 3 menit
Cadel, Penyebab dan Terapinya

Cadel, meski terdengar wajar, hal ini akan menjadi masalah bila terjadi pada anak usia sekolah. Segera mengoreksi gangguan tersebut, akan membantu anak bersosialisasi dengan lebih baik.

Cadel wajar terjadi pada usia sekolah. Namun, bila gangguan terjadi hingga masa sekolah, cadel perlu untuk diwaspadai.

Cadel wajar terjadi pada usia sekolah. Namun, bila gangguan terjadi hingga masa sekolah, cadel perlu untuk diwaspadai.

Salah satu kesulitan yang dihadapi seorang anak balita saat belajar bicara adalah mengucapkan huruf “R” atau biasa disebut dengan cadel. Cadel sebetulnya wajar terjadi pada anak-anak, mengingat autonomi lidah si Kecil yang belum sempurna.

Artikulator sangatlah penting dalam pengucapan kata. Beberapa anak melafalkan bunyi dengan posisi artikulator yang tidak tepat, sehingga kata yang keluar akan berbaeda dari yang seharusnya. Kondisi seperti inilah yang biasa disebut dengan cadel.

Faktor penyebab

Cadel, Penyebab dan Terapinya

Penyebab cadel dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu psikis dan fisiologis. Penyebab psikologis dapat berupa pengaruh lingkungan; seperti mengajak bicara anak dengan bahasa yang dicadel-cadelkan. Atau malah mengikuti bahasa tren di televisi, seperti gaya plesetan iklan salah satu telepon selular beberapa waktu lalu dan juga gaya beberapa artis yang mengubah-ubah aksen bahasa Indonesia mereka.

Ankyloglossia disebut-sebut oleh para ahli sebagai salah satu penyebeb fisiologis anak menjadi cadel. Ankyloglossia atau disebut juga Tongue-tie, merupakan perbedaan panjang dan pendek frenulum lingue. Frenulum lingue merupakan jaringan yang berada di bawah lidah dan menghubungkan antara dasar mulut dan lidah. Perbedaan panjang inilah yang menyebabkan lidah sulit bergetar saat melafalkan huruf-huruf tertentu; dan kemudian terdengar cadel ditelinga kita.

Apa yang harus dilakukan

Cobalah amati bagaimana si Kecil meletakkan lidahnya terhadap gigi, terutama saat ia mengucapkan kata-kata cadelnya. Ajak si Kecil melihat bagaimana mengucapkan kata dengan benar di depan cermin. Lakukan latihan otot lidah dengan cara mendorong lidah keluar dan menggerakkan lidah berputar di dalam mulut.

Bila kondisi cadel si Kecil hanya terjadi selama masa prasekolahnya saja, hal ini masih dapat dikatakan normal. Namun bila telah memasuki tahap usia sekolah dan si Kecil masih belum dapat mengoreksi cara pengucapan bunyinya, akan lebih baik bagi Parents untuk segera meminta bantuan ahli guna mengoreksi gangguan bicara si Kecil.

Sebelum melakukan terapi, terapis biasanya akan menilai bagaimana pengucapan huruf-huruf lainnya. Huruf “T”, “D”, “N”, dan “L”. Keempat huruf tersebut merupakan jenis huruf yang harus diucapkan menggunakan fungsi lidah depan, sama dengan huruf “R”.

 

Jika terjadi pada usia sekolah, cadel dapat mengganggu proses sosialisasi anak

Jika terjadi pada usia sekolah, cadel dapat mengganggu proses sosialisasi anak

Terapi di rumah

Terapi penyembuhan cadel haruslah disesuaikan dengan penyebabnya. Terapis wicara sendiri juga tidak akan serta merta mengoreksi ucapan si Kecil, tetap semua akan dikembalikan kepada keluarga yang memang mendampingi si Kecil sehari-hari. Terapis biasanya hanya memberikan cara-cara stimulasi serta trik bagaimana mengoreksi ucapan si Kecil.

1. Bila cadel terjadi karena faktor psikologis seperti meniru, maka mintalah anggota keluarga lain untuk tidak berbicara kepada si Kecil dengan bahsa yang dicadel-cadelkan.

2. Bantu si Kecil mengoreksi setiap kata yang ia ucapkan salah. Misal bila ia mengatakan “sarapan” dengan “salapang”, maka cobalah katakan, “Oh, adik mau sarapan.” Perlu diingat menegur secara langsung kadang membuat anak menjadi sensitif, jadi gunakan kata yang bijak. Dan katakan bahwa upaya kita tersebut merupakan cara kita membantunya berbicara dengan benar.

3. Sering-seringlah berlatih mengucapkan  kata dengan benar setiap hari. Lakukan dalam kondisi menyenangkan misal sambil mendongeng, bersantai di ruang keluarg dan lain sebagainya.

4. Berikan pujian setiap kali si Kecil berhasil mengucapkan satu atau dua kata dengan benar.

Terapi wicara membutuhkan cukup banyak waktu agar berhasil Selama proses tersebut, usahakanlah untuk tidak merendahkan kecadelan si Kecil apalagi membuatnya sebagai bahan lucu-lucuan. Bangkitkan terus rasa percaya diri anak agar ia tidak tumbuh menjadi anak yang minder. Misalkan dengan mengasah bakat dan kemampuannya. Cara ini akan membantu si kecil untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan menutupi kekurangan yang ia miliki dengan kelebihan yang bisa ia lakukan.

Artikel terkait:

Cerita mitra kami
Tak Selalu Sama, Ini Cara Mendidik Anak Sesuai Umur
Tak Selalu Sama, Ini Cara Mendidik Anak Sesuai Umur
Kenali 5 Sifat dan Karakter Anak, Si Kecil Termasuk yang Mana?
Kenali 5 Sifat dan Karakter Anak, Si Kecil Termasuk yang Mana?
Yuk, Ajak Anak Main di Luar Ruangan. Ini 5 Manfaatnya, Parents!
Yuk, Ajak Anak Main di Luar Ruangan. Ini 5 Manfaatnya, Parents!
Mengenal Susu Protein Terhidrolisis Parsial untuk Menurunkan Risiko Alergi Sejak Dini
Mengenal Susu Protein Terhidrolisis Parsial untuk Menurunkan Risiko Alergi Sejak Dini

1. Mengapa anak terlambat bicara

2. Baikkah tablet untuk anak Balita?

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Rahayu Pawitri

  • Halaman Depan
  • /
  • Balita
  • /
  • Cadel, Penyebab dan Terapinya
Bagikan:
  • Waspada! Ini Dampak Jika Imunisasi Terlambat atau Tidak Lengkap

    Waspada! Ini Dampak Jika Imunisasi Terlambat atau Tidak Lengkap

  • 7 Ciri-Ciri Anak Sedih dan Tidak Bahagia, Cek Sekarang!

    7 Ciri-Ciri Anak Sedih dan Tidak Bahagia, Cek Sekarang!

  • 61 Lagu Anak-anak Bahasa Indonesia dan Inggris, Lengkap dengan Lirik!

    61 Lagu Anak-anak Bahasa Indonesia dan Inggris, Lengkap dengan Lirik!

  • Waspada! Ini Dampak Jika Imunisasi Terlambat atau Tidak Lengkap

    Waspada! Ini Dampak Jika Imunisasi Terlambat atau Tidak Lengkap

  • 7 Ciri-Ciri Anak Sedih dan Tidak Bahagia, Cek Sekarang!

    7 Ciri-Ciri Anak Sedih dan Tidak Bahagia, Cek Sekarang!

  • 61 Lagu Anak-anak Bahasa Indonesia dan Inggris, Lengkap dengan Lirik!

    61 Lagu Anak-anak Bahasa Indonesia dan Inggris, Lengkap dengan Lirik!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti