Terinfeksi COVID-19, Bupati Bangka Tengah Meninggal Dunia

Terinfeksi COVID-19, Bupati Bangka Tengah Meninggal Dunia

Setelah dua hari dirawat karena COVID-19, almarhum pun mengembuskan napas terakhir.

Virus Corona kembali menelan korban jiwa, Parents. Kali ini, salah satu pejabat tanah air, yakni Bupati Bangka Tengah dikabarkan meninggal dunia.

Sang Bupati, yakni Ibnu Saleh tutup usia dengan status sebagai pasien positif COVID-19. Almarhum baru saja tutup usia di Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Pangkalpinang, pada Minggu (04/10) tepatnya pukul 15.17 WIB.

Bupati Bangka Tengah Meninggal Dunia

Bupati Bangka Tengah Meninggal Dunia

Bupati Bangka Tengah dikabarkan meninggal dunia di usia 58 tahun karena COVID-19.

Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bangka Belitung, yakni Mikron Antariksa mengonfirmasi kabar tersebut. Ia menuturkan bahwa benar adanya sang Bupati meninggal dunia, tepatnya di usia 58 tahun.

“Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Bapak Ibnu Saleh Petahana, Bupati Bangka Tengah meninggal dunia di RSBT Pangkalpinang tadi pagi sekitar pukul 03.17 WIB,” ujar Mikron, dilansir dari Media Indonesia.

Almarhum berpulang setelah sebelumnya menjalani perawatan selama dua hari di rumah sakit tersebut. Sebelum akhirnya berpulang untuk selama-lamanya, rupanya anggota keluarga yang lain lebih dahulu terkonfirmasi positif COVID-19, Parents.

Artikel Terkait : Sang ibu meninggal karena Covid-19, begini curahan haru sang anak saat pemakaman

Memiliki Riwayat Penyakit

Bupati Bangka Tengah Meninggal Dunia

Sebelumnya almarhum telah menjalani beberapa kali tes swab COVID-19.

Mikron menambahkan bahwa almarhum memang memiliki riwayat penyakit. Ia pun sebelumnya mengalami gejala klinis dan telah berulang kali melakukan tes.

Sebelumnya, almarhum pun pernah menjalani beberapa kali tes yang menunjukkan bahwa dirinya negatif. Baru lah ia dinyatakan positif ketika 4 kali dites.

“Ada riwayat ke luar daerah. Beliau memiliki (penyakit) komorbid. Ada keluhan dan gejala klinis seperti kondisi badan lemah (lemas). Sudah empat kali dilakukan swab test. Kesatu dan dua negatif. Ketiga positif dan empat masih nunggu hasil,” ujarnya.

Sang istri dan anak almarhum lah yang pertama kali dinyatakan positif. Baru sekitar 1 Oktober 2020 saat melakukan tes swab, almarhum dinyatakan positif terinfeksi Virus Corona.  Ia pun akhirnya dirawat dengan alasan kelelahan.

“Tanggal 1 Oktober, hasil swab ke-4 almarhum dinyatakan positif  COVID-19. Sebelumnya 27 September dirawat di RSBT karena lelah, lalu Minggu (4/10) meninggal dunia setelah berjuang melawan COVID-19 beberapa hari,” ujar Mikron kembali.

Artikel Terkait : Kabar Duka, Saefullah, Sekda DKI Jakarta Meninggal Dunia Terinfeksi Virus Corona

Duka dari Sesama Rekan

Mendengar kabar kepergian almarhum, Gubernur Bangka Belitung yakni Erzaldi Rosman Djohan angkat bicara. Ia menyampaikan duka terdalam sekaligus doa untuk kepergian sosok yang dikaguminya itu.

“Almarhum sebelum Bupati, wakil saya di Bangka Tengah, beliau sosok yang baik dan selalu mengutamakan kepentingan masyarakat, kami merasa kehilangan, mohon doanya, semoga almarhum husnul khotimah,” kata Erzaldi.

Artikel Terkait : 6 Fakta Meninggalnya Sekda DKI Jakarta, Termasuk Pesan Sang Istri

Akan Mengikuti Pilkada

Bupati Bangka Tengah Meninggal Dunia

Sang Bupati diketahui akan ikut serta dalam Pilkada yang digelar sebentar lagi di 2020 ini.

Pemilihan Kepala Daerah di 2020 ini diketahui sebentar lagi akan digelar. Almarhum rupanya sudah tercatat sebagai salah satu kandidat yang akan turut berjuang dalam Pilkada tersebut.

Namun, takdir berkata lain. Ia telah ditakdirkan untuk berpulang sebelum bisa merealisasikan keinginannya tersebut.

Menurut Mikron, rencananya jenazah akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum di Jalan Muntok, Kota Pangkalpinang, Bangka. “Jenazah almarhum akan dimakamkan dengan prokes COVID-19,” ujarnya lagi.

Turut berduka cita atas kepergian almarhum. Semoga keluarga yang ditinggalkan bisa diberikan ketabahan. Beliau pun ditempatkan di sisi terindah di tempat Tuhan Yang Maha Esa.

Artikel Terkait : Sempat live di Facebook sebelum meninggal, bumil PDP Corona, “Kasihan kandungan saya”

Terhitung hingga Sabtu 3 Oktober 2020, di Indonesia total jumlah pasien positif Virus Corona sudah sebanyak 299.506 orang. Jumlah total yang sudah sembuh yakni telah mencapai sebanyak 225.052 kasus.

Di sisi lain, jumlah kasus orang yang meninggal dunia hingga Sabtu ini telah mencapai 11.055 kasus. Jumlah suspek yang tercatat ialah mencapai 139.099 dengan jumlah spesimen 43.487.

Tentunya kita pun berharap agar pandemi Corona segera berakhir agar tak ada lagi korban jiwa karena infeksi virus ini. Mari tetap menjaga kesehatan dan keselamatan diri sendiri dan keluarga dengan menerapkan protokol kesehatan, Parents.

Baca Juga :

Seorang dokter di Medan meninggal dunia setelah terinfeksi virus corona!

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner