TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Buku 'Balita Langsung Lancar Membaca' mengandung konten LGBT, penulis meminta maaf

Bacaan 3 menit
Buku 'Balita Langsung Lancar Membaca' mengandung konten LGBT, penulis meminta maaf

Mengapa sampai ada konten LGBT dalam buku untuk balita?

Dunia pendidikan di Indonesia dihebohkan dengan beredarnya sebuah buku anak berkonten LGBT. Buku berjudul ‘Balita Langsung Lancar Membaca’ ini menuai protes dari orangtua sehingga KPAI memanggil penulis untuk meminta klarifikasi.

Buku anak berkonten LGBT ini keluaran tahun 2010 oleh penerbit Pustaka Widyatama, anak perusahaan Mutiara Media (Media Pressindo Group). Pustaka Widyatama merupakan penerbit khusus buku penunjang pelajaran, bahasa, dan anak.

Buku anak berkonten LGBT

buku anak berkonten LGBT 1

Sumber: Dream.

Buku yang bertujuan untuk mengajari anak membaca ini ternyata memuat kata atau kalimat yang berkaitan dengan Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender. Beberapa kalimat menggunakan kata waria, misalnya “Opa bisa jadi waria” atau “Ada waria suka wanita”.

Konten lainnya yaitu, “Widia menikahi Fivi” dianggap perempuan yang menikahi sesama perempuan. Atau kalimat “Fafa merasa dia wanita” bisa diasumsikan sebagai transgender.

Retno Listyarti, Komisioner KPAI Bidang pendidikan, mengungkapkan bahwa pihak penerbit dan penulis buku telah menemui KPAI untuk memberikan penjelasan. Buku yang merupakan karangan Intan Noviana dan Purnama Andri Murdapa adalah kesalahan editor yang tidak memeriksa isi buku secara rinci.

Penulis buku anak berkonten LGBT mengaku khilaf

buku anak berkonten LGBT 2

Sumber: Eramuslim.

Sebenarnya pihak penerbit telah menarik buku sejak ada keluhan di tahun 2011 – 2012. Sejak saat itu, Pustaka Widyatama juga tidak lagi memproduksi dan mendistribusikan buku tersebut.

Kedua penulis, Intan dan Andri, juga sudah tidak lagi menjadi penulis di Pustaka Widyatama. Namun, terkait penulisan isi buku, semuanya menjadi tanggung jawab Intan.

Menurut penjelasan Intan, “Kaata ‘Widia’ dalam kalimat “Widia menikahi Fivi” sebenarnya dimaksudkan Widiatmoko. Hanya saja, saya belum selesai mengetik nama tersebut, sehingga akhirnya disingkat menjadi Widia.”

KPAI mempertanyakan juga mengenai penggunaan kata waria dalam buku belajar membaca. Intan beralasan bahwa waria di Yogyakarta sering mengganggu karena meminta uang secara paksa sehingga ia berpikir menulis kata ‘waria’ agar anak-anak memahami maknanya.

buku anak berkonten LGBT 3

Sumber: Liputan6.

“Kalau boleh dibilang, saya ini termasuk penulis dadakan. Saya mulai menulis buku belajar membaca untuk anak-anak sejak tahun 2009. Saat itu, buku saya langsung laris dan terkenal. Bahkan sampai dicetak beberapa kali. Padahal, itu baru pertama kalinya saya menulis buku,” ujar Intan kepada Liputan6.com.

Melihat kesuksesan ini, Intan pun semakin bersemangat menulis. Sayangnya, ia justru ‘tersandung’ karena tidak sengaja memasukkan konten LGBT pada bukunya.

Selain karena euforia kesuksesan, Intan juga kehabisan kata-kata. Ia ingin memperkenalkan suku kata ‘wa’ namun tidak tahu kata apa lagi yang bisa ia masukkan.

Saat menemui KPAI, Intan juga membawa buku-buku lainnya yang juga ia tulis untuk membuktikan bahwa ia sama sekali tidak ada niatan mengkampanyekan LGBT.

Artikel terkait: Buku IPA SD Berkonten ‘Vulgar’ Disita Polisi, ini Tanggapan Netizen

Yang harus dilakukan orangtua

Saat ini buku anak berkonten LGBT sudah ditarik oleh penerbit dan tidak diproduksi lagi. Namun, tak ada salahnya Parents berhati-hati.

Usahakan untuk selalu mengecek setiap halaman dari buku-buku yang akan dibaca anak. Tak hanya buku cerita, tapi juga buku pelajaran dan majalah anak.

Dengan membacanya terlebih dahulu, Parents juga bisa menyiapkan diri bila anak menanyakan sesuatu yang berkaitan dengan isi buku.

Bila anak menanyakan sesuatu berkaitan dengan waria, tak perlu panik. Akui saja tentang keberadaan waria, namun anak harus tetap menghormati orang lain yang berbeda dengan dirinya.

Semoga artikel ini bermanfaat.

 

Referensi: KPAI, Kompas, Liputan6, Detik

Baca juga:

Viral! Sampul Buku Tulis Bergambar Tak Pantas Ini Bikin Orang Tua Geram

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Giasinta Angguni

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Buku 'Balita Langsung Lancar Membaca' mengandung konten LGBT, penulis meminta maaf
Bagikan:
  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
    Cerita mitra kami

    Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti