TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Kenali ciri-ciri bintik merah tanda DBD supaya tidak keliru dengan campak

Bacaan 4 menit
Kenali ciri-ciri bintik merah tanda DBD supaya tidak keliru dengan campak

Penting untuk mengenali bintik merah tanda DBD agar tak keliru dengan penyakit lainnya. Dengan begitu, Parents dapat segera memberi pertolongan yang tepat.

Si kecil tiba-tiba mengalami ruam merah di kulitnya? Jangan-jangan itu bintik merah DBD.

Memasuki musim hujan, terlebih setelah kejadian musibah banjir di beberapa wilayah di Indonesia, penyakit DBD perlu diwaspadai. Genangan air yang tersisa setelah banjir atau hujan, dapat menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk Aedes.

Kenali ciri-ciri bintik merah tanda DBD supaya tidak keliru dengan campak

Bila manusia digigit oleh nyamuk dengan virus dengue, maka setelah 4 sampai 7 hari, gejala-gejala DBD akan mulai timbul. Penting bagi Parents untuk mengetahui gejala DBD supaya dapat segera memberikan pertolongan jika ada anggota keluarga yang terjangkiti virus dengue.

Mungkin Parents sudah tahu bahwa salah satu gejala demam berdarah dengue (DBD) yang sering dijumpai adalah munculnya bintik-bintik merah pada kulit. Namun ternyata, gejala tersebut masih sering disalahartikan dengan gejala penyakit lain seperti campak.

Parents sebaiknya mengetahui ciri-ciri bintik merah DBD supaya tidak keliru mengidentifikasikannya.

Perbedaan bintik merah DBD dengan campak

Bintik merah karena DBD

bintik merah DBD - feat

Menurut dokter spesialis anak Widodo Judarwanto, pada awal-awal gejala DBD ruam atau bintik merah biasanya timbul pada daerah muka, leher dan dada.

Ciri khas bintik merah pada pasien DBD, bintik merah tersebut akan tetap terlihat meski kulit direnggangkan. Kemudian memasuki hari ke-4 dan ke-5, bintik merah tersebut biasanya akan berkurang hingga akhirnya menghilang setelah hari ke-6. 

Seringkali gejala awal DBD juga disertai dengan panas tinggi yang terjadi secara mendadak. Demam ini bisa menjadi tanda yang membedakan bintik merah gejala DBD dengan bintik merah karena penyakit lainnya.

Bintik merah DBD, kenali ciri-cirinya agar tak keliru dengan campak

Artikel terkait: Jakarta masuki fase waspada DBD, mari jaga anak kita dari bahaya DBD

Selain bintik merah dan demam tinggi, gejala DBD biasanya juga diikuti dengan kejadian syok (fase kritis) yang dipercepat oleh kondisi kekurangan cairan. Hal ini dapat terjadi karena trombosit turun yang mengakibatkan kelainan pada pembuluh darah (pendarahan). 

Kondisi tersebut sering kali dikaitkan dengan penyebab kematian penderita DBD. Kematian dapat dihindari, bila penderita mendapatkan penanganan yang cepat dan benar. Hal tersebut dapat dilakukan dengan pemeriksaan laboratorium segera setelah mengalami panas tinggi hingga 3 hari berturut-turut.

Bintik merah karena campak

Kenali ciri-ciri bintik merah tanda DBD supaya tidak keliru dengan campak

Berbeda dengan penyakit campak yang biasanya timbul pada hari ke-3. Lalu bintik merah akan bertambah banyak pada hari ke-6 dan ke-7. Hingga akhirnya berubah warna jadi kehitaman dan bertahan selama seminggu.

Menurut National Foundation for Infectious Diseases, gejala campak muncul dalam 14 hari setelah terpapar virus penyebab campak. Salah satu gejala yang cukup umum adalah munculnya bintik merah pada beberapa bagian tubuh. Bintik merah dapat menyebar dari kepala hingga bagian bawah tubuh. 

Artikel terkait: Hati-hati! DBD lebih rentan dialami anak-anak, ini alasannya!

campak pada bayi

Campak rubella jadi salah satu jenis campak pada bayi yang berbahaya.

Dilansir dari National Health Service UK, bintik merah yang disebabkan oleh gejala campak bisa berwarna merah kecoklatan. Umumnya, bintik merah muncul pada area kepala atau bagian leher terlebih dahulu sebelum menyebar pada bagian tubuh yang lain. Selain itu, bintik merah campak akan menyebabkan rasa pedih dan gatal pada pengidapnya.

Ada beberapa gejala lainnya yang dialami oleh pengidap campak. Yaitu batuk, demam, sensitif terhadap cahaya, mata merah, nyeri otot, sakit tenggorokan, hidung berair, nafsu makan turun, dan terus merasa lelah.

Pada pasien campak, mungkin juga terdapat bintik-bintik putih yang muncul di dalam mulut sebagai gejala lain dari campak. Meski begitu, tidak semua pengidap campak mengalami gejala ini.

Pertolongan pertama sebelum ke rumah sakit

Bintik merah DBD, kenali ciri-cirinya agar tak keliru dengan campak

Setelah Parents sudah mengetahui perbedaan gejala kedua penyakit yang disebabkan oleh virus itu, akan lebih mudah untuk menanganinya.

Jika Parents sudah yakin bahwa bintik merah di tubuh si kecil adalah gejala DBD, lakukan tindakan berikut sebagai bentuk pertolongan pertama:

  • Minum air sebanyak mungkin untuk mencegah dehidrasi, karena demam dan muntah yang tinggi dapat mendehidrasi tubuh. Penderita DBD harus minum air bersih, idealnya air botol daripada air keran. Garam rehidrasi juga dapat membantu mengganti cairan dan mineral.
  • Berikan obat penghilang rasa sakit, seperti Tylenol atau parasetamol: Ini dapat membantu menurunkan demam dan mengurangi rasa sakit. Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti aspirin atau ibuprofen, tidak disarankan, karena dapat meningkatkan risiko perdarahan internal.
  • Berikan kompres agar panasnya turun.
  • Minum obat penurun panas.
  • Jika dalam waktu 3 hari demam tidak turun atau malah naik, segera bawa ke rumah sakit atau puskesmas
  • Jika tidak bisa minum atau muntah terus menerus, kondisi bertambah parah, kesadaran menurun atau hilang maka harus dirawat di rumah sakit.

Itulah informasi terkait gejala dbd, semoga informasi ini bermanfaat.

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Sumber: Hellosehat, Halodoc, Doktersehat

Baca juga:

Cegah DBD, ini cara Shireen Sungkar melindungi keluarga dari DBD

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Yuniati Rohmah

Diedit oleh:

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Kenali ciri-ciri bintik merah tanda DBD supaya tidak keliru dengan campak
Bagikan:
  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

    Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

    Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti