TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Jakarta masuki fase waspada DBD, mari jaga anak kita dari bahaya DBD

Bacaan 3 menit
Jakarta masuki fase waspada DBD, mari jaga anak kita dari bahaya DBD

Mulai awal Januari 2019, wilayah Jakarta dinyatakan sebagai waspada DBD. Hal ini dikarenakan banyaknya kasus pasien DBD yang meningkat.

Bahaya DBD tidak bisa dianggap remeh, selain bisa menyebabkan komplikasi, juga bisa mengancam nyawa seseorang. Penyakit yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti ini bisa dibilang sedang mewabah di ibukota.

Dilansir dari CNN Indonesia, wilayah Jakarta memang tengah memasuki fase waspada Demam Berdarah Dengue (DBD). Fase waspada ini dimulai selama bulan Januari hingga Maret 2019. Hal ini di dapat dari prediksi angka insidensi kasus DBD yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provonsi DKI Jakarta.

Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur adalah wilayah yang masuk dalam kategori waspada untuk bulan Januari. Adapun seluruh wiayah Jakarta masuk ke dalam kategori waspada untuk bulan Februari dan Maret.

Widyastuti selaku Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengatakan bahwa fase waspada DBD ini dipengaruhi oleh peningkatan curah hujan dan perubahan iklim. Hingga sampai saat ini, tercatat sebanyak 11 kasus DBD ditemukan di awal tahun 2019 ini.

gejala dbd

Bahaya DBD pada anak

Demam Berdarah Dongue (DBD) adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh virus yang dibawa oleh nyamuk. Virus ini disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti yang sering ditemukan di daerah tropis seperti di Indonesia.

Ketika nyamuk Aedes Aegypti mengigit seseorang yang telah terinfeksi virus dengue, nyamuk tersebut akan ikut terinfeksi. Bila dia mengigit orang orang lain maka orang tersebut dapat ikut terinfeksi. Dengan kata lain, DBD tidak menular dari orang ke orang melainkan dari nyamuk ke orang.

Perlu diingat, bahwa DBD dapat mengancam jiwa dan perlu segera diobati. Oleh karena itu sebaiknya kenali betul gejala dan penanganan DBD.

Artikel terkait: 7 Obat demam berdarah dari bahan alami ini bisa Bunda buat di rumah

Gejala DBD pada anak yang harus diwaspadai

bahaya dbd

Umumnya, gejala DBD pada anak akan berlangsung secara ringan. Terutama pada anak-anak yang lebih mudah dan baru pertama kali mengalami penyakit ini. Gejala akan sedang hingga berat bila dialami oleh anak-anak yang lebih tua, dewasa, dan pernah mengalami penyakit ini.

Adapun gejala DBD pada anak ialah:

  • Demam tinggi, mungkin setinggi 105°F atau 40°C
  • Muncul rasa sakit di belakang mata dan di persendian, otot, atau tulang
  • Sakit kepala parah
  • Ruam di sebagian besar tubuh
  • Perdarahan ringan di hidung atau gusi
  • Mudah memar

Gejala DBD pada anak biasanya dimulai 4 hari hingga 2 minggu setelah digigit oleh nyamuk yang terinfeksi. Biasanya gejala ini berlangsung selama 2 hingga 7 hari.

Kapan perlu ke dokter?

bahaya dbd

Setelah demam mereda, gejala lain dapat menjadi lebih buruk dan menyebabkan perdarahan yang lebih hebat. Selain itu, anak juga bisa mengalami masalah pencernaan seperti mual, muntah, sakit perut yang parah, hingga sulit bernafas.

Dehidrasi, perdarahan hebat, penurunan tekanan darah yang cepat atau syok bisa terjadi bila DBD tidak segera diobati. Gejala-gejala ini bisa mengancam jiwa dan membutuhkan perawatan medis segera.

Oleh karena itu, saat anak mengalami demam tinggi selama 5-7 hari sebaiknya segera lakukan konsultasi ke dokter. Terlebih bila demam pada anak diikuti dengan gejala lainnya yang telah dijelaskan sebelumnya.

Cara mencegah bahaya DBD

Belum ada vaksin yang dapat mecegah seorang anak terkena DBD. Dengan begitu, mencegah anak dari gigitan nyamuk yang terinfeksi adalah pelindungan terbaik mencegah DBD.

Jangan pernah berikan tempat untuk nyamuk berkembang biak. Mereka biasanya menyimpan telur di genangan air, jadi singkirkan air yang tergenang di sekitar kita dan pastikan untuk mengganti air di kamar mandi setidaknya sekali seminggu.

*** 
Semoga seluruh keluarga kita terhindar dari bahaya DBD. Amin.

 

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan

Sumber Referensi: CNN, Kidshealth

Baca juga: 

Angkak, obat demam berdarah yang ampuh tingkatkan trombosit

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fadhila Auliya Widia Putri

Diedit oleh:

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Jakarta masuki fase waspada DBD, mari jaga anak kita dari bahaya DBD
Bagikan:
  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

    Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

    Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti