TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Biduran setelah melahirkan wajar atau tidak ya Bun? Ini jawabannya

Bacaan 3 menit
Biduran setelah melahirkan wajar atau tidak ya Bun? Ini jawabannya

Biduran dapat dialami oleh siapa saja? Namun bagaimana bila biduran setelah melahirkan. Apakah hal itu wajar atau tidak? Ini penjelasan selengkapnya.

Biduran atau yang kerap dikenal pula dengan kaligata merupakan salah satu penyakit kulit yang umum terjadi pada siapa saja. Umumnya, kondisi ini terjadi karena reaksi alergi, seperti bulu hewan, serbuk bunga, makanan, obat-obatan tertentu, dan lainnya. Namun beberapa wanita juga mengeluhkan biduran setelah melahirkan.

Pertanyaannya, mengapa hal itu bisa terjadi?

Biduran atau urtikaria

Menurut penjelasan dr. Nadia Nurotul Fuadah dalam laman Alo Dokter, biduran atau kaligata dalam dunia medis disebut dengan urtikaria. Ini merujuk pada suatu kondisi di mana kulit bengkak, merah, dan terasa gatal.

Ada beberapa penyebab biduran. Pertama karena dipicu oleh reaksi alergi yang berasal dari bulu hewan, serbuk bunga, makanan, obat-obatan tertentu, dan lainnya. Kedua karena dipicu oleh stres, kelelahan, atau gigitan serangga.

biduran setelah melahirkan 2

Meskipun tidak berbahaya dan mematikan. Namun biduran bisa sangat menganggu dan sayangnya tidak dapat disembuhkan.

Oleh karena itu, penanganan tebaik untuk biduran ialah dengan mencegah penyebabnya, seperti:

  • Catat kapan dan apa saja yang dapat memicu biduran
  • Hindari paparan suhu dingin, udara kering, bulu hewan, serbuk bunga, serta mengonsumsi makanan atau obat tertentu yang menyebabkan alergi
  • Hindari menggaruk berlebihan pada bagian tubuh yang gatal
  • Gunakan pakaian yang longgar, berbahan lembut, dan menyerap keringat
  • Jaga sanitasi dan ventilasi lingkungan
  • Mandi setidaknya 2x sehari dengan sabun yang hipoalergenik dan non iritatif

Artikel terkait: Gatal tak tertahankan saat hamil, hati-hati gejala kolestasis obstetri, Bumil sudah tahu?

Biduran setelah melahirkan

alergi dingin biduran

Nadia menegaskan sebenarnya tidak ada hubungan secara langsung antara biduran dengan kondisi pasca melahirkan.

“Namun, kondisi fisik yang kelelahan dan stres yang ibu alami saat mengurus bayi mungkin saja menjadi pemicu munculnya biduran atau urtikaria,” ujarnya.

Lebih lanjut, ahli kulit yang berbasis di New York City Whitney Bowe, M.D mengatakan bahwa perubahan hormon setelah melahirkan dapat membuat kondisi kesehatan kulit menjadi kacau.

“Anda mengalami penurunan hormon yang dramatis seperti progesteron dan estrogen yang dapat menyebabkan jerawat, bercak merah, dan kulit kering, atau teriritasi,” ujarnya dalam laman Women’s Health.

Selama kehamilan, ketika estrogen dan progesteron dalam tingkat yang cukup tinggi, banyak wanita menemukan kulit mereka tampak sehat lebih dari sebelum hamil. Itu karena progesteron melebarkan pembuluh darah untuk meningkatkan sirkulasi darah. Sehingga kulit tampak lebih cantik dan sehat.

Sementara itu, estrogen memicu produksi kolagen yang membangun penghalang kulit agar lebih kuat. Estrogen ini dapat menahan kelembaban kulit dan menjaganya dari iritasi.

Biduran setelah melahirkan wajar atau tidak ya Bun? Ini jawabannya

Sayangnya ketika hormon itu turun setelah melahirkan, beberapa wanita mengalami perubahan kulit yang cukup signifikan. Mereka mengalami jerawat, bercak merah, dan produksi minyak berlebih di kulit.

“Penghalang kulit menjadi lebih lemah, sehingga alergen dan iritan dapat menyelinap masuk dan memicu bercak merah itu,” ungkapnya.

Pada umumnya, kondisi biduran akan berlangsung hingga dua bulan setelah seorang wanita berhenti menyusui. Namun, bisa saja bidurannya berhenti enam bulan setelah melahirkan.

Bila masalah kulit setelah melahirkan berlangsung lebih lama dari itu, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Semoga informasi ini bermanfaat.

***

TAP ID APP BANNER NEW (3)

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Referensi: Alo Dokter, Women’s Health

Baca juga

Biduran saat hamil, ini hal yang perlu Bunda ketahui

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fadhila Auliya Widia Putri

Diedit oleh:

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Biduran setelah melahirkan wajar atau tidak ya Bun? Ini jawabannya
Bagikan:
  • Mengenal Batuk Rejan pada Anak, Gejala Hingga Cara Mengatasi

    Mengenal Batuk Rejan pada Anak, Gejala Hingga Cara Mengatasi

  • 12 Ciri-Ciri Anak Cacingan yang Akurat, Selain Berat Badan Turun

    12 Ciri-Ciri Anak Cacingan yang Akurat, Selain Berat Badan Turun

  • Bayi Sering Cegukan, Apakah Tanda Sakit? Ini Jawabannya, Parents

    Bayi Sering Cegukan, Apakah Tanda Sakit? Ini Jawabannya, Parents

  • Mengenal Batuk Rejan pada Anak, Gejala Hingga Cara Mengatasi

    Mengenal Batuk Rejan pada Anak, Gejala Hingga Cara Mengatasi

  • 12 Ciri-Ciri Anak Cacingan yang Akurat, Selain Berat Badan Turun

    12 Ciri-Ciri Anak Cacingan yang Akurat, Selain Berat Badan Turun

  • Bayi Sering Cegukan, Apakah Tanda Sakit? Ini Jawabannya, Parents

    Bayi Sering Cegukan, Apakah Tanda Sakit? Ini Jawabannya, Parents

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti