Bayi Tumbuh Gigi ? Ini solusinya

Bayi tumbuh gigi akan menjadi rewel dan sulit ditebak apa maunya. Lakukanlah beberapa cara berikut ini, supaya dapat mengurangi rasa sakit bayi Anda.

bayi tumbuh gigi

Bayi tumbuh gigi sering kali menggigit-gigit gemas sambil menangis.

Bila bayi berusia sekitar 4 – 6 bulan menjadi sangat rewel dibandingkan sebelumnya, mungkin ia akan mengalami tumbuh gigi pertamanya. Perhatikanlah tingkah lakunya ketika ia rewel. Apakah ada sesuatu yang berbeda dari biasanya? Mari kita membahas lebih jauh tentang bayi tumbuh gigi.

Tanda-tanda bayi tumbuh gigi

Pada umumnya, bayi tumbuh gigi memiliki satu atau beberapa perilaku berikut ini :

  • Rewel dan sulit ditenangkan
  • Sering menggigit-gigit handuk, mainan, tangan, selimut, seprai, bantal, atau barang lembut lain disekitarnya. Kadang, ia menggigit gigit sambil menangis.
  • Kurang mau minum susu
  • Lebih sering minta digendong
  • Sering sulit tidur
  • Mengeces
  • Menggaruk atau menarik telinga, bahkan bisa sampai berdarah di bagian atas dan bawahnya.
  • Menggosok-gosok muka
  • Gusi bengkak
  • Suhu badan naik

Jarang sekali bayi yang tidak mengalami ciri-ciri di atas ketika akan tumbuh gigi. Bila ada bayi yang tidak mengalaminya, sangat beruntunglah dia.

Mengurangi rasa sakit pada bayi tumbuh gigi

Kita sebagai orang tua sering kali tidak tega melihat bayi kita menangis kesakitan. Bila ia sudah menggigit-gigit tangan atau mainan dengan gemas sambil menangis-nangis, rasanya ingin sekali kita bisa memindahkan rasa sakit itu kepada diri kita saja. Begitulah orang tua, selalu merasa lebih sakit daripada yang anak kita rasakan.

Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk membantu bayi tumbuh gigi. Cobalah beberapa cara berikut ini :

1. Dinginkan mainan khusus bayi tumbuh gigi

Mainan ini biasanya berisi air atau jel, bentuknya beraneka ragam tetapi memiliki lingkaran yang dapat digenggam oleh jari-jari kecil bayi. Mainan ini berisi air atau jel supaya lunak, fleksibel, serta bila dimasukkan ke kulkas akan terasa dingin. Bayi tumbuh gigi senang menggigit mainan dingin ini, karena rasa dingin dapat mengurangi rasa sakit pada gusinya.

Penting : jangan memasukkannya ke freezer. Mainan yang beku dapat merusak gusi bayi dan membuatnya tambah sakit karena keras.

Baca juga artikel ini : Berbagai Mainan Anak dan Manfaatnya

2. Obat khusus bayi tumbuh gigi

Di apotik tersedia beberapa merk obat untuk bayi tumbuh gigi. Oleskan obat tersebut pada gusi bayi. Cara kerja obat ini seperti obat bius oles. Tidak lama setelah dioleskan obat, gusinya akan mati rasa dan bayi tidak rewel lagi. Gunakan obat ini hanya bila diperlukan.

3. Berikan handuk dingin

Bayi tumbuh gigi sangat senang menggigit handuk atau kain, karena kain bersifat fleksibel dan dapat mengikuti rongga mulutnya. Dinginkan handuk dan berikanlah, ia akan menghabiskan waktu lama untuk menggigitnya. Tetapi, pilihlah handuk yang bulunya kuat dan pendek, supaya tidak termakan bayi.

 

4. Berikan punggung jari tangan bila darurat

Bila terpaksa, berikan punggung jari tangan Anda untuk digigit-gigit. Janganlah memberikan ujung tangan karena kuku kita tidak selalu bersih.

Tips -tips lainnya

Ini adalah cara yang saya lakukan untuk mengurangi rasa sakit bayi saya :

  • Bila ia minum susu formula, dinginkan dot nya. Ia akan senang meminum susu itu karena terasa nyaman di gusinya.
  • Alihkan perhatiannya ke TV. buku, atau mainan. Walaupun tidak bisa bertahan lama, minimal ada interupsi pada tangisannya.
  • Ajaklah bicara dan bercanda. Bayi berusia 4-6 bulan sudah bisa tertawa. Ajaklah bercanda agar ia tertawa.
Bagaimana bila bayi menggigit payudara ketika menyusu?

Bayi yang menyusu ASI seringkali menggigit puting bila ia sedang gemas. Kita akan berteriak karena tiba-tiba sakit, sedangkan bayi kita mungkin tertawa-tawa karena dia kira kita mengajaknya bermain.

Jangan menarik puting secara kasar bila digigit bayi. Pencetlah hidung bayi selama 1 detik, maka ia akan otomatis membuka gigitannya. Coba deh, cara ini ampuh sekali.

Baca juga artikel kami lainnya :

Bila Anda ingin berbagi informasi ini dengan teman, sebarkan artikel kami melalui Facebook, Twitter, dan Google+