Bayi meninggal karena tersedak saat menyusu, Busui wajib waspada!

Bayi meninggal karena tersedak saat menyusu, Busui wajib waspada!

Peringatan bagi Parents untuk lebih waspada saat menyusui bayi,

Seorang bayi laki-laki meninggal di pelukan sang ibu. Tak lama diketahui bahwa meninggalnya lantaran bayi tersedak saat menyusu ketika sang ibu tanpa sadar tertidur pulas.

Ya, tidak ada yang membantah jika menjadi ibu baru tak hanya membahagiakan, namun juga melelahkan.

Terlebih jika mengingat kehadiran bayi bisa membuat perubahan waktu jam tidur. Saat sedang menyusui bayi pun bisa membuat ibu ketiduran.

Kondisi ini tentunya banyak dialami ibu baru, termasuk Leanne Petty. Pagi hari, saat terbangun jam 6 pagi, ia menemukan bayinya, Charlie yang berusia 2 bulan, terbaring di dadanya. Namun sayang, ketika itu buah hatinya sudah tidak responsif saat dibangunkan.

Merasa ada sesuatu yang tidak beres, Leanne pun segera menghubungi paramedis, dan ambulan langsung membawa bayinya ke Rumah Sakit.

Bayi tersedak saat menyusu hingga meninggal

Apa daya sudah terlambat. Satu jam kemudian setibanya di rumah sakit, Charlie dinyatakan meninggal. Bayi laki-laki itu kemungkinan besar tersedak susu kental yang tertahan di tenggorokannya.

Untuk mendapatkan kepastian apakah benar yang menyebabkan bayi tersedak saat menyusu hingga meninggal, Dr Anita Nagy melakukan bedah di Rumah Sakit Guy’s and St Thomas. Lewat tindakan operasi tersebut menunjukkan adanya genangan susu yang tertinggal di tenggorokannya.

Dr. Anita menyatakan kemungkinan besar Charlie, bayi tersedak saat menyusu.

Dr. Anita melanjutkan, peristiwa bayi tersedak saat menyusu memang banyak terjadi. Meninggalnya seorang bayi seperti kasus Charlie merupakan faktor risiko yang menyebutkan asfiksia atau denyut yang terhenti karena faktor tidak sengaja.

Baca juga: Peringatan Untuk Para Ibu; Bayi Bisa Tewas Tersedak ASI yang Terlalu Deras

Dia mencatat penyebab kematian tak terduga atau kematian secara mendadak pada bayi tersedak saat menyusu sering kali terkait dengan praktik tidur yang tidak aman.

DS Neil Martin, dokter yang yang memimpin penyelidikan atas kematian Charlie, memaparkan, “Charlie sedang menyusu pada pukul 11 ​​malam dan bersendawa ketika sang ibu tertidur. Ada banyak susu di tenggorokannya yang menunjukkan bahwa dia mungkin tersedak.”

bayio tersedak saay menyusui

“Kemudian sang ibu terbangun dan menemukan bayinya sudah lemas dan telah terkulai.” Dr. Neil pun menyimpulkan, “Kematian Charlie merupakan kecelakaan yang tragis.”

Bayi tersedak, tidak boleh diremehkan!

bayi tersedak saat menyusui

Dikutip dari laman Tempo.co.id urusan bayi tersedak, termasuk tersedak saat menyusui memang tidak bisa dianggap sepele dan diremehkan oleh orangtua.
 
Saat tersedak, bayi mengalami batuk hingga muntah sebagai reaksi tubuh dalam usaha mengeluarkan benda yang tertelan. Bila sebagian dari cairan muntah atau benda asing yang tertelan tadi masuk ke paru-paru, dapat timbul radang paru.
 
Tak hanya itu, bila serpihan makanan atau cairan masuk ke saluran pernafasan, jalan udara bisa tertutup. Akibatnya, bayi dapat mengalami gagal napas. Dampak dari gagal napas ini bermacam-macam, dari bayi membiru hingga ketidaksadaran.
 
“Karena itu orangtua harus sigap melakukan pertolongan pertama seusai anak batuk dan muntah setelah tersedak,” kata dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Nastiti Kaswandani.
 
Menurut Nastiti, langkah pertama untuk mengatasi tersedak pada bayi adalah menghentikan pemberian makanan atau minuman yang terkadang menjadi penyebab utama tersedak. Kemudian, istirahatkan bayi untuk memantau kondisi apakah bayi dapat bernafas kembali atau tidak.
 
“Bila setelah tersedak bayi tidak bisa bernapas sama sekali, yang ditandai dengan dada bayi tidak bergerak naik atau turun, orangtua perlu melakukan metode penyelamatan Heimlich sebagai pertolongan pertama,” katanya.
 
Metode Heimlich adalah suatu cara mengeluarkan benda asing yang menyumbat saluran pernafasan tanpa intervensi alat apa pun dari luar. Menurut situs Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), moteode ini bisa diterapkan pada anak di atas satu tahun ataupun di bawah satu tahun.
 
Agar berhasil, latihan dan keterampilan sangat diperlukan untuk menerapkan metode ini. Bila penolongnya tidak terlatih, bukan mustahil bila kondisi si anak malah lebih buruk.
 
 
Referensi : Metro.co.uk

 

Baca juga:

Langkah-langkah Pertolongan Pertama Mengatasi Bayi Tersedak

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner