TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Bayi dimasukkan ke dalam mesin cuci hingga meninggal, pelaku:"Saya takut"

Bacaan 4 menit
Bayi dimasukkan ke dalam mesin cuci hingga meninggal, pelaku:"Saya takut"

"Mesin cuci itu dalam keadaan hidup dan dibuka terdapat kresek hitam ditutup handuk. Ternyata adalah bayi," ujar Kuasa Hukum Keluarga Ishak Mekki, Doktor Suharyono.

Baru-baru ini, viral sebuah kisah tragis di Palembang, Sumatera Selatan. Di mana seorang bayi dimasukan ke dalam mesin cuci yang menyala oleh ibunya sendiri hingga meninggal dunia.

Seorang bayi dimasukan ke dalam mesin cuci

Bayi dimasukkan ke dalam mesin cuci hingga meninggal, pelaku:Saya takut

Dilansir dari Kompas.com, bayi malang tersebut merupakan buah hati ST dan kekasihnya AD. ST yang bekerja sebagai asisten rumah tangga kebingungan karena AD yang kabur dan enggan bertanggung jawab setelah mengetahui dirinya hamil.

“Saya terpaksa karena pacar saya tidak bertanggung jawab,” ungkap ST ketika berada di Polresta Palembang, Selasa (5/11/2019).

ST mengaku tidak memiliki niatan untuk membunuh anaknya tersebut. Ia hendak membawanya ke panti asuhan setelah melahirkan.

Namun karena ia kehilangan banyak darah dan panik, ia pun memasukan bayinya tersebut ke dalam kantong plastik lalu memasukkanya ke mesin cuci.

“Rencananya hanya sebentar, setelah itu mau ke panti asuhan. Tapi saya tidak kuat lagi, karena banyak mengeluarkan darah,” jelas ST.

Artikel terkait: Tertular virus flu dari orang dewasa, bayi usia 8 hari meninggal

ST melahirkan sendiri di dalam kamar mandi

Bayi dimasukan ke dalam mesin cuci 1

ST saat melakukan gelar perkara di Polresta Palembang. Sumber: Kompas.com

Kuasa Hukum Keluarga Ishak Mekki, Doktor Suharyono mengungkapkan bahwa kejadian itu  berlangsung pada pukul 11.00 WIB, Senin (4/11/2019) lalu.

Awalnya, ST mengaku sakit perut dan meminta handuk oleh rekannya. Setelah itu, ST keluar dan dalam keadaan pucat. Rekan ST pun langsung mengajaknya ke rumah sakit untuk memberikan pertolongan.

Namun saat hendak mencari identitas ST di dalam kamar, rekannya tersebut mendengar suara tangisan bayi dari dalam mesin cuci.

“Mesin cuci itu dalam keadaan hidup dan dibuka terdapat keresek hitam ditutup handuk. Ternyata adalah bayi,” ujar Suharyono.

Bayi malang tersebut sempat dibawa ke Rumah Sakit Siloam untuk mendapatkan perawatan. Namun sayangnya, kondisi bayi tersebut semakin melemah dan akhirnya meninggal dunia.

Setelah bayi itu meninggal dunia, pihak keluarga langsung membuat laporan kepada pihak Kepolisian.

“Dari keterangan pihak keluarga, ST pernah menikah tetapi pisah. Selama bekerja di sini, ia tidak mengaku hamil,” tambahnya.

ST sempat menyembunyikan kehamilannya

Bayi dimasukkan ke dalam mesin cuci hingga meninggal, pelaku:Saya takut

ST memang tidak pernah mengungkapkan kehamilannya pada siapapun. Ia bahkan nekat mengikat perutnya menggunakan kain agar tidak terlihat membesar.

“ST sudah bekerja selama enam bulan di sini. Kehamilannya tidak ada yang tahu, karena ST menutupinya menggunakan kain,” jelas Suharyono.

Usia kandungan ST saat itu ternyata sudah memasuki sembilan bulan. Ia tidak pernah satu kali pun memeriksakan kehamilannya ke bidan maupun dokter kandungan selama kehamilan. Hal itu dilakukan agar teman maupun majikannya tidak mengetahui kehamilannya.

“Perut saya waktu itu sakit, saya sadar mau melahirkan sehingga saya buru-buru ke kamar mandi. Di dalam kamar mandi, saya sendirian melahirkan dan hanya berdiri. Kondisi anak saya langsung jatuh ke lantai kamar mandi,” ungkap ST.

Dalam kondisi tali pusat masih menempel, ST memasukkan bayinya tersebut ke dalam kantong plastik. Lalu ia memasukan bayinya ke dalam mesin cuci agar suara tangisannya tidak terdengar.

ST ditetapkan sebagai tersangka

Bayi dimasukan ke dalam mesin cuci

 

Kapolresta Palembang Kombes Pol Didi Hayamansyah mengungkapkan bahwa kini ST ditetapkan sebagai pelaku tunggal atas kekerasan terhadap anak hingga menyebabkan korban tewas. Ia dijerat dengan Pasal 76 huruf E Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2015 tentang Kekerasan terhadap Anak.

“Kami masih lakukan perkembangan untuk yang lainya bisa saja kedepan dijerat pasal lain,” jelas Didi Hayamansyah saat gelar perkara.

Pendapat praktisi psikologi mengenai kasus bayi dimasukan ke dalam mesin cuci

Menanggapi kasus tersebut, Estrelita Gracia Siburian, S.Psi., M.Sc. melihat bahwa perbuatan ST bisa jadi merupakan hasil dari ketidaksiapan mental seorang ibu.

“Pertama, adanya perasaan kalut, bingung, kecewa, frustrasi, dan berujung ke depresi bisa jadi alasan kuat ST melakukan tindakan tersebut. Kedua, adanya kemungkinan ST menerima stigma sosial dan penolakan dari lingkungan sekitar (keluarga & rekan kerja) karena hamil di luar nikah. Hal ini menuntunnya untuk menjalani kehamilan tanpa suatu keberanian dalam membagikan kisahnya pada orang lain,” ujarnya saat dihubungi tim theAsianparent via pesan singkat, Rabu (6/11/2019).

Cerita mitra kami
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Artikel terkait: “Aku hamil di luar nikah, dan orangtua memintaku aborsi…” curhat seorang wanita

Bayi dimasukan ke dalam mesin cuci

Wanita yang akrab disapa Esta itu kemudian menambahkan bahwa tidak adanya support system dan penolakan dari calon ayah sang bayi merupakan pukulan sangat berat bagi seorang calon ibu yang tengah mengandung. Dalam hal ini seperti yang dialami oleh ST.

“Sebab pada dasarnya, dukungan suami sangat signifikan pengaruhnya terhadap kestabilan emosi ibu hamil. Jadi, menjalani kehamilan tanpa seorang pun yang tahu seperti yang dialami ST tentu sangat berat,” tambahnya.

Meski begitu. perbuatan nekat ST tentu tidak dapat dibenarkan. Oleh karena itu, Esta menyarankan para calon ibu yang hamil di luar nikah untuk membuka diri pada support system yang bisa dipercaya. Misalnya seperti keluarga, pasangan, atau sahabat terdekat.

“Sebaiknya membuka diri pada support system yang bisa dipercaya. Kasus ketidaksiapan mental seorang ibu atau depresi pada ibu akibat tidak adanya dukungan sosial selama masa kehamilan sangat mungkin meninggalkan penyesalan dan kedukaan tanpa akhir padanya,” pungkasnya.

***

Semoga kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.

TAP ID APP BANNER NEW (5)

Sumber: Kompas.com

Baca juga

Bayi Seleb Sosmed Meninggal Mendadak karena SIDS, Jangan Sampai Terjadi pada Bayi Anda

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fadhila Auliya Widia Putri

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Bayi dimasukkan ke dalam mesin cuci hingga meninggal, pelaku:"Saya takut"
Bagikan:
  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti