Hati-hati! Kurang Minum Sebabkan Batu Ginjal, Ini Gejala dan Cara Mengobatinya

Hati-hati! Kurang Minum Sebabkan Batu Ginjal, Ini Gejala dan Cara Mengobatinya

Jangan disepelekan, kurang minum bisa sebabkan terjadinya batu ginjal.

Apakah air yang Parents konsumsi setiap harinya cukup? Jika tidak, waspada batu ginjal mengintai ginjal Anda.

Penyakit yang satu ini sebenarnya bisa dicegah dengan melakukan pola hidup sehat. Berikut ini penjelasan lengkap yang dilansir dari Mayo Clinic. Mulai dari pencegahan, penyebab, tanda, dan pengobatannya.

Cara Mengatasi Batu Ginjal, Hasilkan Urin 2 Liter Setiap Hari

Batu Ginjal

Bagaimana Batu Ginjal Terbentuk

Kidney stone (batu ginjal) atau nefrolitiasis atau urolitiasis adalah endapan keras yang terbuat dari mineral dan garam yang terbentuk di dalam ginjal. Batuan terbentuk ketika urin menjadi pekat, dan memungkinkan mineral –kalsium, oksalat, dan asam urat dalam jumlah berlebih dan tidak dapat larut- di dalamnya mengkristal, saling menempel dan terbentuk di ginjal.

Batu ginjal dapat memengaruhi semua organ pengolahan cairan –mulai dari ginjal hingga kandung kemih- hingga dikeluarkan tubuh melalui saluran kemih. Dan ini bisa sangat mengganggu proses buang air kecil (BAK) karena rasa sakit yang ditimbulkan.

Selain kurang cairan, ada banyak penyebab urin pekat. Di antaranya pola diet yang tidak baik, kelebihan berat badan, beberapa kondisi medis, serta konsumsi suplemen dan obat-obatan tertentu. Namun, penting untuk diketahui kalau kondisi peyakit ini seringkali tidak memiliki penyebab tunggal, meskipun beberapa faktor dapat meningkatkan risikonya. 

Artikel terkait: Kencing batu bisa dialami anak-anak, kenali penyebab dan cara menanganinya

Gejala yang Ditimbulkan 

Batu Ginjal

Batu ginjal biasanya tidak akan menimbulkan gejala sampai batu itu bergerak di dalam ginjal atau masuk ke ureter Anda – saluran yang menghubungkan ginjal dan kandung kemih. Jika tersangkut di ureter, batu akan menghalangi aliran urin, menyebabkan ginjal membengkak, dan ureter kejang. Saat itulah penderitanya akan merasakan rasa sakit yang luar biasa.

Gejala-gejala yang ditunjukkan adalah :

  • Nyeri hebat seperti tertusuk di bagian samping (di bawah tulang rusuk) dan punggung.
  • Rasa nyeri kemudian menjalar ke perut bagian bawah dan selangkangan.
  • Intensitas nyeri datang secara bergelombang dan fluktuatif.
  • Ada sensasi terbakar saat buang air kecil.

Tanda lain yang bisa mengikutinya :

  • Urin berwarna merah muda, merah, atau coklat.
  • Urin keruh dan kadang berbau tidak sedap.
  • BAK lebih sering dari biasanya tapi dalam jumlah kecil.
  • Mual dan muntah.
  • Demam dan menggigil jika ada infeksi

Faktor-faktor yang Dapat Meningkatkan Risiko 

Batu Ginjal

Perhatikan beberapa faktor penyebab agar Anda dapat menghindarinya.

  • Riwayat keluarga. Jika orangtua pernah menderita penyakit ini, maka Anda juga risiko akan meningkat.
  • Tidak minum cukup air setiap hari dapat meningkatkan risiko. Orang yang tinggal di daerah beriklim hangat dan kering serta banyak berkeringat lebih risiko.
  • Diet tertentu. Makan makanan yang tinggi protein, natrium (garam), dan gula dapat meningkatkan risiko beberapa jenis batu ginjal. Terlalu banyak garam dalam makanan meningkatkan jumlah kalsium yang harus disaring oleh ginjal dan secara signifikan meningkatkan risiko batu ginjal.
  • Indeks massa tubuh (BMI) yang tinggi, ukuran pinggang yang besar, dan penambahan berat badan telah dikaitkan dengan peningkatan risiko batu ginjal.
  • Penyakit pencernaan dan pembedahan. Operasi bypass lambung, penyakit radang usus, atau diare kronis dapat menyebabkan perubahan pada proses pencernaan yang memengaruhi penyerapan kalsium dan air, dan itu meningkatkan jumlah zat pembentuk batu di dalam urin.
  • Kondisi medis lain seperti asidosis tubulus ginjal, sistinuria, hiperparatiroidisme, dan infeksi saluran kemih berulang juga dapat meningkatkan risiko batu ginjal.
  • Suplemen dan obat-obatan tertentu, seperti vitamin C, suplemen makanan, pencahar (bila digunakan secara berlebihan), antasida berbasis kalsium, dan obat-obatan tertentu yang digunakan untuk mengobati migrain atau depresi, dapat meningkatkan risiko

Waktu yang Tepat untuk ke Dokter

Jika Anda mengalami beberapa keluhan di atas, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter. Biasanya, rasa nyeri membuat sulit untuk bisa duduk atau menemukan posisi nyaman, dan kondisi ini sudah merupakan satu indikasi.

Artikel terkait: Kencing berbusa bisa jadi tanda gagal ginjal pada anak dan orang dewasa, waspada!

Beberapa Jenis Batu Ginjal

Batu Ginjal

Dengan mengetahui jenisnya, dokter akan lebih mudah menentukan penyebab penyakit dan memberi petunjuk bagaimana cara mengurangi risikonya.

  • Batu kalsium. Kebanyakan batu ginjal adalah jenis batu kalsium (sering kali kalsium oksalat). Oksalat adalah zat yang dibuat setiap hari oleh lever yang diserap dari makanan. Buah dan sayuran tertentu, seperti kacang-kacangan dan coklat, memiliki kandungan oksalat yang tinggi. Faktor makanan, vitamin D dosis tinggi, operasi bypass usus dan beberapa gangguan metabolisme juga dapat meningkatkan konsentrasi kalsium atau oksalat dalam urin.
  • Batu struvite. Terbentuk sebagai respons terhadap infeksi saluran kemih. Batu-batu ini dapat tumbuh dengan cepat dan menjadi cukup besar, terkadang dengan sedikit gejala atau sedikit peringatan.
  • Batu asam urat. Terbentuk pada orang yang kehilangan terlalu banyak cairan karena diare kronis atau malabsorpsi, yang makan makanan berprotein tinggi, dan yang menderita diabetes atau sindrom metabolik. Faktor genetik tertentu juga dapat meningkatkan risiko batu asam urat.
  • Batu sistin. Batu ini terbentuk pada orang dengan kelainan keturunan yang disebut cystinuria yang menyebabkan ginjal mengeluarkan terlalu banyak asam amino tertentu.

Diagnosis Dokter 

Jika dokter mencurigai Anda menderita penyakit ini, umumnya ada beberapa rangkaian tes dan prosedur diagnostik yang perlu dilakukan.

  • Tes darah untuk menunjukkan jumlah kalsium atau asam urat di dalam tubuh. Dengan begitu, dokter bisa memantau kesehatan ginjal dan kondisi medis lainnya.
  • Tes urine juga dapat menunjukkan mineral yang dihasilkan tubuh. Untuk tes ini, dokter biasanya akan melakukan dua pengambilan urin selama dua hari berturut-turut.
  • CT Scan. Komputerisasi tomografi (CT) dokter dapat melihat posisi dan besar ukuran batu di saluran kemih dengan lebih jelas. Ultrasonografi juga bisa dilakukan untuk mendiagnosis.

Pengobatan untuk Mengatasi Batu Ginjal

Hati-hati! Kurang Minum Sebabkan Batu Ginjal, Ini Gejala dan Cara Mengobatinya

Tergantung dari situasinya. Bisa jadi dokter cukup meresepkan obat pereda nyeri dan minum banyak air agar batu ginjal bisa keluar dengan sendirinya. Tapi dalam kasus lain –misalnya jika batu bersarang di saluran kemih, terkait dengan infeksi saluran kencing atau menyebabkan komplikasi- pembedahan mungkin diperlukan. Berikut ini pengobatan yang bisa dilakukan:

  1. Batu kecil dengan gejala minimal

Kebanyakan batu ginjal kecil tidak memerlukan perawatan invasif. Anda mungkin bisa mengeluarkan batu dengan cara:

  • Minum sebanyak 2 – 3 liter (1,8 hingga 3,6 liter) sehari akan membuat urin tetap encer dan mencegah pembentukan batu. Minum cukup cairan juga dapat membantu menjernihkan urin.
  • Pereda nyeri. Biasanya dokter akan memberikan ibuprofen (Advil, Motrin IB) atau naproxen sodium (Aleve).
  • Terapi medis. Dokter akan memberi obat yang dikenal sebagai penghambat alfa, melemaskan otot-otot di ureter, dan membantu mengeluarkan batu di dalam ginjal lebih cepat dan sedikit/tanpa rasa sakit. Contohnya alpha blocker termasuk tamsulosin (Flomax) dan kombinasi obat dutasteride dan tamsulosin (Jalyn).
  1. Batu besar yang menimbulkan gejala serius

Batu ginjal yang terlalu besar sulit keluar sendiri dan bisa menyebabkan perdarahan, kerusakan ginjal, atau infeksi saluran kemih. Anda memerlukan perawatan yang lebih ekstensif dalam hal ini. Berikut ini prosedur yang mungkin dilakukan dan penjelasannya.

  • Gelombang suara. Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) merupakan gelombang atau getaran suara kuat untuk memecah batu ginjal dalam potongan kecil sehingga dapat dikeluarkan melalui urin. Prosedur bisa berlangsung sekitar 45 – 60 menit dan berdampak rasa sakit sedang.
  • Percutaneous nephrolithotom adalah pembedahan untuk mengangkat batu yang sangat besar di ginjal menggunakan teleskop kecil dan instrumen yang dimasukkan melalui sayatan kecil di punggung. Prosedur ini dilakukan jika ESWL tidak berhasil.
  • Menggunakan teropong. Untuk mengeluarkan batu yang lebih kecil di ureter atau ginjal, dokter memasukkan tabung tipis berlampu (ureteroscope) yang dilengkapi kamera melalui uretra dan kandung kemih ke ureter Anda. Setelah batu ditemukan, alat khusus memecah batu menjadi bagian kecil agar bisa keluar melalui urin. Dokter kemudian menempatkan selang kecil (stent) di ureter untuk meredakan pembengkakan dan mempercepat penyembuhan.
  • Operasi kelenjar paratiroid. Beberapa batu kalsium fosfat tumbuh disebabkan kelenjar paratiroid yang terlalu aktif yang terletak di empat sudut kelenjar tiroid, tepat di bawah jakun. Ketika kelenjar ini memproduksi terlalu banyak hormon paratiroid (hiperparatiroidisme), kadar kalsium bisa menjadi terlalu tinggi dan mengakibatkan batu ginjal terbentuk.
  • Hiperparatiroidisme terkadang terjadi ketika tumor jinak kecil terbentuk di salah satu kelenjar paratiroid atau akibat kondisi lain yang menyebabkan kelenjar ini memproduksi lebih banyak hormon paratiroid.

Mencegah dan Mengatasi Batu ginjal dengan Pola Hidup Sehat

Pencegahan batu ginjal dapat mencakup kombinasi perubahan gaya hidup dan pengobatan.

  • Minum cukup air sepanjang hari. Untuk orang dengan riwayat batu ginjal, dokter biasanya menganjurkan minum banyak cairan untuk bisa mengeluarkan sekitar 2,1 liter urin sehari.
  • Bagi orang yang tinggal di daerah beriklim panas dan kering atau sering berolahraga, minum lebih banyak air untuk menghasilkan cukup air seni. Tanda air yang Anda konsumsi cukup adalah urin yang jernih.
  • Mengkonsumsi makanan minim oksalat, seperti bit, okra, bayam, lobak, ubi jalar, kacang-kacangan, teh, coklat, lada hitam, dan produk kedelai.
  • Pilih diet rendah garam dan protein nonhewani.
  • Konsumsi makanan kaya kalsium, tapi bukan suplemen kalsium. Kalsium dalam makanan tidak meningkatkan risiko. Berkonsultasilah pada dokter jika Anda harus mengonsumsi suplemen kalsium agar terhindari dari risiko.

Ayo, Parents, lakukan pola hidup sehat mulai sekarang agar terhindar dari bahaya batu ginjal dan masalah kesehatan serius lainnya.

Artikel telah ditinjau oleh:

dr.Gita PermataSari, MD

Dokter Umum dan Konsultan Laktasi

Baca juga:

Kenali penyebab dan gejala batu ginjal pada anak, Parents harus waspada!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner