Kencing batu bisa dialami anak-anak, kenali penyebab dan cara menanganinya

Kencing batu bisa dialami anak-anak, kenali penyebab dan cara menanganinya

Batu ginjal pada anak biasa terjadi karena kurangnya asupan cairan, atau anak mengalami infeksi saluran kemih. Simak gejala dan cara penanganannya berikut ini.

Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga bisa terkena penyakit batu ginjal atau juga dikenal dengan sebutan kencing batu. Biasanya dipicu oleh kebiasaan kurang minum air putih, sehingga anak mengalami dehidrasi dan kerja ginjal menjadi lebih berat. 

Penyakit ini juga disebut nefrolitiasis, yakni kondisi adanya material keras mirip batu yang terbentuk di dalam ginjal. Nefrolitiasis disebabkan oleh zat-zat limbah di dalam darah, yang disaring oleh ginjal kemudian mengendap dan membentuk kristal.

Data dari Kemenkes di tahun 2013, penderita batu ginjal pada rentang usia di atas 15 tahun, berada pada kisaran 0,6% dari total seluruh penduduk Indonesia. Provinsi terbanyak yang melaporkan kasus penyakit nefrolitiais adalah Yogyakarta, Aceh, Jabar, Jateng dan Sulteng.

Berikut ini adalah penjelasan lengkap mengenai penyakit batu ginjal. 

Jenis-jenis penyakit batu ginjal pada anak

batu ginjal pada anak

Penyakit nefrolitiasis dikategorikan menjadi 4 jenis, yakni nefrolitiasis kalsium, nefrolitis asam urat, nefrolitiasis struvit dan nefrolitiasis sistin.

  • Sistin. Batu Sistin bisa terjadi pada siapa saja, tak pandang usia dan jenis kelamin. Mereka yang memiliki riwayat genetik cystinuria berisiko lebih besar mengalami hal ini. Cystinuria adalah penyakit turunan yang disebabkan oleh mutasi genetik, dan mengakibatkan terbentuknya batu asam amino di saluran air kencing seperti ureter, ginjal dan kandung kemih.
  • Kalsium. Batu kalsium adalah jenis nefrolitiasis yang paling banyak ditemukan, dan terjadi karena konsumsi makanan mengandung oksalat (senyawa kalsium yang ditemukan dalam beberapa jenis sayuran, seperti bayam, kedelai, dan kacang-kacangan). Kadar kalsium oksalat tinggi di saluran kemih bisa menyebabkan batu ginjal.
  • Asam urat. Batu akibat asam urat biasanya ditemukan pada pria, yang terjadi saat ada asam berlebihan di air seni atau urin.
  • Struvit. Biasanya terjadi pada wanita yang menderita ISK, disebabkan oleh infeksi pada ginjal yang muncul akibat infeksi saluran kemih yang tidak diobati dengan baik.

Penyebab batu ginjal pada anak terjadi

batu ginjal 10 dokter spesialis anak di bandung

Dr. Hery Tiera, seorang spesialis Urologi di RS Pondik Indah mengatakan, faktor yang menyebabkan banyak anak mengalami penyakit batu ginjal biasanya karena aktivitas berlebih dan kurang minum air putih. 

Faktor-faktor penyebab nefrolitiasis.

  • Dehidrasi. Dehidrasi membuat asupan cairan kurang di dalam tubuh, dan konsentrasi urin jadi lebih pekat. Itulah sebabnya terbentuk endapan kristal di saluran ureter. Sehingga terjadilah nefrolitiasis.
  • Gaya hidup tidak sehat. Konsumsi gula berlebih, minuman berkafein atau minuman ringan, dan makanan yang terlalu asin, bisa memicu batu kalsium terjadi di ginjal. Obesitas juga menjadi salah satu penyebabnya. 
  • Infeksi saluran kemih. Kelainan yang terjadi akibat ISK akan menghambat aliran urin dan membentuk sebuah area penumpukan urin. Ketika urin berhenti keluar, akan terbentuk kristal yang menyebabkan batu ginjal terjadi.
  • Obat-obatan. Beberapa obat bisa meningkatkan risiko terjadinya nefrolitiasis. Terutama jika dikonsumsi dalam jumlah besar. 
  • Gangguan metabolisme. Memicu sistin di urin atau oksalat meningkat sehingga terbentuk kristal yang membatu.
  • Gangguan kesehatan lain. Arthritis, gagal ginjal, tiroid, amandel dan ISK bisa memicu terjadinya nefrolitiasis.

Gejala batu ginjal pada anak

batu ginjal sakit perut pada anak

  • Sakit di bagian punggung atau pinggang
  • Rasa sakit yang menyebar di perut bawah ke bagian kemaluan
  • Sakitnya kadang datang kadang pergi
  • Darah di urin, atau kencing berdarah
  • Mual dan muntah
  • Anyang-anyang, atau sakit saat pipis
  • Sering kebelet pipis
  • Demam 

Penanganan batu ginjal pada anak

Beberapa gejala nefrolitiasis pada anak bisa ditangani dengan obat-obatan. Namun bila batu ginjalnya sudah parah, maka diperlukan operasi untuk mengangkat atau menghilangkan batu di ginjal anak.

  • Tunnel surgery. Sayatan kecil dibuat di tubuh anak untuk mengangkat batu di ginjal. 
  • LithotripsyPemberian setrum kecil untuk memecahkan batu sehingga bisa lebih mudah dikeluarkan melalui urin. Prosedurnya agak menyakitkan, sehingga dibutuhkan obat bius. 
  • UteroscopyBila batu terjebak di bagian uretra atau saluran kemih, dokter akan mengangkatnya dengan cara memasukkan alat bernama ureteroscope ke saluran kemih. 

batu ginjal

Dr. Hery menyarankan para orangtua untuk membiasakan anak banyak minum air putih, untuk mencegah terjadinya nefrolitiasis pada anak.

Bila terindikasi ada batu di ginjal anak, segeralah memeriksakan diri ke dokter. Sebelum gejalanya semakin parah dan makin sulit ditangani.

*** 

Semoga bermanfaat.

 

 

Sumber referensi: Tinystep, Kompas, Kidshealth, Alodokter

Baca juga:

Infeksi Saluran Kencing Pada Anak, Gejala dan Cara Mengatasinya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

Fitriyani

app info
get app banner