TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Bahaya Rokok Elektrik bagi Anak, WHO Beri Peringatan Keras pada Orangtua

Bacaan 4 menit
Bahaya Rokok Elektrik bagi Anak, WHO Beri Peringatan Keras pada Orangtua

Kasus bahaya rokok elektrik pada anak sudah sangat mengkhawatirkan hingga WHO pun menurunkan imbauan pada seluruh negara untuk menetapkan regulasi yang ketat.

Belum hilang rasa kaget kita atas hasil penelitian CISDI yang mengungkap bahwa pelajar SMP-SMA menghabiskan 200 ribu per minggu untuk beli rokok ketengan, kini orangtua kembali  dihadapkan pada risiko bahaya rokok elektrik untuk anak. 

Selengkapnya: Penelitian: Kecanduan Rokok, Pelajar SMP-SMA Habiskan 200K/Minggu untuk Beli Rokok

Organisasi Kesehatan Dunia WHO telah memberi peringatan pada orangtua di seluruh dunia tentang bahaya rokok elektrik bagi anak-anak. Karena telah banyak bukti yang menggambarkan dampak buruk penggunaan rokok elektrik ini di masyarakat. 

Bahaya Rokok Elektrik bagi Anak, WHO Beri Peringatan Keras pada Orangtua

bahaya rokok elektrik untuk anak

Melansir dari laman resmi WHO, kehadiran rokok elektrik yang awalnya digadang-gadang bisa menghentikan penggunaan rokok tradisional, terbukti tidak efektif. Bahkan rokok elektrik malah menimbulkan bahaya baru bagi anak-anak, dan orang-orang yang tidak merokok.

Sebelumnya, rokok elektrik diberikan izin untuk beredar di pasaran dengan target generasi muda. Dalam perkembangannya, ada 34 negara yang melarang penjualan rokok elektrik, 88 negara yang tidak menetapkan usia minimum pembelian rokok elektrik dan 74 negara tidak memiliki regulasi yang ketat terkait produk ini. 

Direktur Jenderal WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan bahwa banyak anak-anak yang masuk perangkap rokok elektrik dan mulai kecanduan nikotin sejak usia dini. Iapun menghimbau pada semua negara di dunia untuk menetapkan regulasi ketat agar bisa melindungi anak-anak dari bahaya rokok elektrik. 

“Saya mendesak banyak negara untuk menerapkan langkah-langkah ketat guna mencegah penggunaan nikotin agar dapat melindungi warga negara mereka, terutama anak-anak dan remaja,” tutur Dr. Tedros.

Rokok Elektrik bisa Sebabkan Kanker dan Risiko Gangguan Jantung hingga Paru-paru

bahaya rokok elektrik untuk anak

Lebih lanjut, WHO juga menyampaikan beberapa bahaya rokok elektrik bagi kesehatan. Selain kandungan nikotinnya yang bisa membuat kecanduan, ada pula bahaya yang ditimbulkan dari zat beracun dalam rokok elektrik. 

Diantaranya ialah bisa menyebabkan kanker, meningkatkan risiko gangguan jantung dan paru-paru. Jika ibu hamil terpapar asap rokok elektrik, bisa berdampak buruk bagi perkembagan janin. Bahkan paparan emisi rokok elektrik juga bisa berbahaya bagi orang yang ada di sekitar mereka. 

Pada anak-anak, penggunaan rokok elektrik dapat memengaruhi perkembangan otak dan gangguan belajar. Anak jadi tidak fokus belajar dan prestasinya menurun. 

Penggunaan Rokok Elektrik di Kalangan Anak-anak Makin Mengkhawatirkan

bahaya rokok elektrik untuk anak

Sementara itu, Direktur Promosi Kesehatan WHO, Dr. Ruediger Krech mengungkapkan bahwa para pedagang rokok elektrik menggunakan media sosial dan influencer untuuk memengaruhi anak-anak agar membeli produk mereka. Bahkan menyediakan 16 ribu aroma dan memakai karakter kartun pada alat hisapnya. 

Cara promosi seperti ini menyebabkan adanya peningkatan jumlah pengguna rokok elektrik di kalangan anak-anak dan remaja dibandingkan orang dewasa. Dan hal ini terjadi di banyak negara. 

“Terdapat peningkatan yang mengkhawatirkan dalam penggunaan rokok elektrik di kalangan anak-anak dan remaja dengan tingkat penggunaan yang melebihi penggunaan orang dewasa di banyak negara,” papar Dr. Ruediger.

Bahaya Rokok Elektrik bagi Anak, WHO Beri Peringatan Keras pada Orangtua

WHO menyatakan bahwa pengguna rokok elektrik dari kalangan usia 13-15 tahun cenderung lebih tinggi dibanding orang dewasa yang berada dalam cakupan penelitian WHO.

Bahkan di Kanada, dalam rentang waktu 2017 hingga 2022, pengguna rokok elektrik di kalangan usia 16-19 tahun meningkat dua kali lipat. Sedangkan di Inggris Raya angka pengguna rokok elektrik meningkat sebanyak 3 kali lipat dalam tiga tahun ke belakang. 

Mengatasi Kecanduan Rokok Elektrik pada Anak-anak

bahaya rokok elektrik untuk anak

Lalu, apa yang bisa dilakukan orangtua untuk menghadapi anak yang terlanjur kecanduan rokok elektrik?

Melansir dari laman Halodoc, ada beberapa cara yang bisa dilakukan orangtua saat anaknya kecanduan rokok elektrik. Diantaranya sebagai berikut: 

  • Mencari tahu. Perkaya wawasan Anda tentang seluk beluk rokok elektrik dan apa saja dampak negatif yang bisa ditimbulkan. Bisa lewat internet atau tanya langsung ke dokter bahaya rokok elektrik bagi kesehatan. 
  • Temukan cara komunikasi efektif dengan anak. Lakukan pendekatan sebelum mengutarakan bahaya rokok elektrik pad anak. Jangan hakimi pilihannya merokok, melainkan beri pengertian bahwa rokok tersebut berbahaya bagi kesehatannya dan bisa berdampak pada masa depannya. 
  • Pilih waktu yang tepat. Orangtua harus paham kapan saat yang tepat bicara soal dampak negatif penggunaan rokok elektrik, jangan sampai apa yang kita utarakan malah membuat anak makin membantah dan justru semakin kecanduan rokok elektrik. 
  • Berikan suplemen dan nutrisi pengganti selama anak berusaha meredakan kecanduannya terhadap rokok elektrik. 

Semoga informasi ini bermanfaat.

 

Baca juga: 

Seberapa Besar Bahaya Rokok Elektrik?

Rokok Elektrik Bisa Sebabkan Kematian Mendadak pada Bayi, Waspada!

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan

Ajak Anak Main Asap Rokok Elektrik, Raffi Ahmad dan Nagita Banjir Kritik

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Bahaya Rokok Elektrik bagi Anak, WHO Beri Peringatan Keras pada Orangtua
Bagikan:
  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

  • Cara Memijat Payudara agar Cepat Membesar yang Aman Dilakukan

    Cara Memijat Payudara agar Cepat Membesar yang Aman Dilakukan

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

  • Cara Memijat Payudara agar Cepat Membesar yang Aman Dilakukan

    Cara Memijat Payudara agar Cepat Membesar yang Aman Dilakukan

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti