Bahaya Pornografi dan Kerusakan Hormon pada Diri Anak dan Remaja

Bahaya Pornografi dan Kerusakan Hormon pada Diri Anak dan Remaja

Dampak pornografi sangat merusak bagi perkembangan mental dan intelektual anak. Bagaimana cara melindungi anak dari bahaya pornografi?

Dalam sebuah seminar parenting di hadapan para orangtua dan wali murid  SMK Daarut Tauhiid Boarding School Bandung, saya berbicara tentang Remaja dan Bahaya Pornografi.

Berikut ini adalah cuplikan ulasan yang saya bawakan di seminar tersebut.

Dewasa ini maraknya pornografi di kalangan remaja sudah sampai pada tahap mencemaskan. Kemudahan mengakses internet serta fasilitas berupa gadget yang dimiliki hampir setiap anak membuat remaja rentan sekali terpapar bahaya pornografi.

Sayangnya hanya sedikit orangtua yang melakukan kontrol terhadap gadget yang dimiliki anak-anaknya. Padahal tanpa pengawasan orangtua, dampak pornografi akan semakin meluas. Melihat kondisi saat ini,  sudah seharusnya orangtua merasa khawatir dan memberikan perhatian lebih terhadap bahaya pornografi yang mengancam masa depan anak-anak, calon penerus bangsa ini.

Sebuah peristiwa yang sangat mengejutkan saya, bahwa ada siswa kelas satu SD yang mengajak teman-temannya untuk menonton film porno di lab komputer di sekolah, hanya dengan mengklik sebuah situs yang terkesan familiar bagi anak-anak.

Ini sangat membahayakan perkembangan anak-anak, baik secara mental maupun intelektualnya.

Tahukah, Parents, bahaya pornografi apa saja yang mengancam anak dan remaja ketika mereka terpapar pornografi?

Ketika seorang anak terpapar pornografi, maka ia akan mengalami kerusakan pada beberapa bagian otaknya.

Hal ini serupa dengan yang terjadi bila anak mengalami benturan fisik seperti tabrakan hebat, atau kecanduan narkotika dan zat adiktif.

Kerusakan otak yang pertama kali terjadi adalah kerusakan di bagian Pre Frontal Cortex, otak yang berada di bagian depan (tepat di dahi) yang merupakan pusat dari kegiatan pengambilan keputusan.

Pada anak dan remaja, kerusakan ini memiliki dampak yang  jauh lebih hebat dari orang dewasa, karena pornografi menyebabkan otak anak yang semestinya berkembang dengan baik, mengalami penciutan atau bahkan rusak sama sekali.

Padahal otak bagian depan  ini  yang membuat manusia berbeda dengan hewan. Karena memiliki fungsi mengembangkan etika dan bertugas sebagai pemimpin yang mengatur :

  1. Daya konsentrasi
  2. Kemampuan membedakan benar dan salah
  3. Kemampuan merencanakan masa depan
  4. Kemampuan menunda rasa senang dan kepuasan
  5. Pusat berpikir kritis.

Rusaknya jaringan otak ini disebabkan oleh serbuan hormon yang mengalami peningkatan sepanjang waktu dan tidak pernah menurun intensitasnya.

Menurut DR. Randall F. Hyde, Ph.D. seorang psikolog senior dari Amerika menyebutkan dampak buruk pornografi bagi para remaja adalah rusaknya 4 macam hormon baik dalam tubuh remaja yang bekerja secara terus-menerus.
Hormon tersebut adalah:

a. Hormon yang memberi rasa bahagia (Hormon Dopamine)

Hormon ini adalah hormon yang bekerja dengan cara menimbulkan sensasi rasa puas, senang, bahagia. Hormon ini cenderung membuat orang merasa ketagihan dan selalu meningkat kadarnya.

Seharusnya, dalam diri seorang remaja hormon ini menimbulkan rasa senang dan puas ketika ia telah berhasil mengerjakan soal-soal ujian. Dan terus berupaya untuk meningkatkan seluruh potensi yang dimilikinya.

Sedangkan pada remaja yang terpapar pornografi, bila pada mulanya ia merasa senang dengan melihat gambar-gambar porno, maka beberapa hari selanjutnya ia akan mencari gambar yang bergerak dan seterusnya.

b. Hormon yang selalu mencari peluang untuk memuaskan rasa senang (hormon Neuropiniphrin)

Cara kerjanya dengan cara membuat orang selalu berpikir, membayangkan berbagai peluang untuk memuaskan hasratnya. Bayangkan bila seorang anak dan remaja mengalami kerusakan hormon neuropiniphrin.

Akibatnya ia tidak bisa berpikir jernih, malas belajar, malas berpikir, malas berkreasi karena segala hal selalu berujung pada seks.

c. Hormon yang menimbulkan rasa tenteram (Hormon Serotonin)

Hormon ini membuat seseorang merasa tenteram dan tenang jika melakukan aktivitas tertentu. Hormon yang ini bisa membuat seorang anak melakukan banyak hal positif yang bisa menimbulkan rasa tentram, tidak saja bagi dirinya melainkan juga bagi orangtuanya.

Namun, pornografi telah merusak kerja homon ini dengan membuat korban merasakan ketenteraman hanya setelah berhasil melakukan kegiatan seks. Sangat mengerikan…

d. Hormon yang menumbuhkan ikatan cinta dan kasih sayang (Hormon Oksitosin)

Hormon oksitoksin ini bertanggung jawab untuk menumbuhkan ikatan kasih sayang.

Contoh, seorang ibu yang baru melahirkan, mungkin payudaranya belum terisi dengan ASI, namun begitu ia mendengar suara tangisan bayinya, secara otomatis, payudaranya akan terisi penuh.

Rasa kasih dan sayang yang berlimpah ini merupakan efek positif hormon oksitosin.

Dan bagaimana dengan anak yang terpapar pornografi? Hormon ini akan bekerja secara membabi buta menumbuhkan rasa cinta pada pemuasan seksual tanpa mempedulikan rasa malu, rasa takut pada orangtua, bahkan Penciptanya.

Mengapa remaja lebih rentan terserang bahaya pornografi?

Remaja menjadi sasaran empuk dari serangan pornografi, hal ini dikarenakan remaja memiliki karakteristik yang khas. Seperti bersifat emosional, mudah gelisah, suka bereksprimen, suka berkhayal dan suka menentang dan lain sebagainya.

Di samping itu, remaja juga adalah masa di mana hormon di dalam tubuh mengalami peningkatan, yang mengakibatkan terjadinya perubahan fisik.

Hal ini sejalan dengan pendapat Bapak Psikologi Remaja yaitu Stanley Hall, bahwa masa remaja merupakan masa badai dan tekanan (storm and stres). Masa peralihan dari masa kanak-kanak yang damai memasuki masa peralihan yang penuh dengan kegelisahan dan tantangan.

 

Bagaimana seharusnya orangtua bersikap menghadapi remaja agar terhindar dari bahaya pornografi?

1. Menjelaskan berbagai dampak buruk dari pornografi

Memberitahu anak secara terus-menerus bahaya pornografi bagi masa depannya, serta memberitahu bagaimana cara menghindar dari kemungkinan terpapar pornografi. Informasi semacam ini perlu untuk membentengi remaja dari keinginan untuk menonton konten-konten yang berbahaya.

2. Jalin komunikasi yang intens

Kita, sebagai orangtua, sering lupa bahwa kita pun pernah mengalami proses yang sama dengan si anak, proses pencarian jati diri. Bagi sebagian remaja, proses ini berlangsung mulus dan baik-baik saja. Namun, bagi sebagian remaja lainnya, proses ini menjadi teramat sulit dan terjal.

Komunikasi yang baik antara orangtua dan anak akan membuat anak terlepas dari rasa sepi dan keinginan untuk mencoba melakukan berbagai kegiatan negatif.

Salah satu cara agar anak terhindar dari bahaya pornografi adalah dengan menjalin komunikasi yang baik.

Salah satu cara agar anak terhindar dari bahaya pornografi adalah dengan menjalin komunikasi yang baik.

3. Menghargai remaja

Anak yang merasa dihargai dan tidak kesepian cenderung melakukan aktivitas-aktivitas positif bersama teman-temannya dan tidak mudah dibujuk untuk melakukan berbagai aktivitas yang merusak.

4.Melakukan pengawasan ketat terhadap gadget yang dimiliki anak

Tidak jarang orangtua terlalu percaya pada anak sehingga abai memeriksa konten-konten yang terdapat dalam gadget anak. Hal ini amat berbahaya, mintalah password anak dan lakukan pengecekan secara berkala.

5. Meminta pendapat dan berdiskusi

Meminta pendapat remaja ataupun berdiskusi merupakan salah satu cara untuk membuat anak memahami bahaya narkolema (narkotika lewat mata) ini dan membuat anak berusaha untuk menghindari bahaya pornografi sekuat tenaga.

  1. DOA

Doa merupakan hal terakhir yang bisa dilakukan orangtua untuk menjaga buah hatinya dari segala marabahaya yang mengintai, termasuk bahaya pornografi. Karena sesungguhnya kemampuan kita amat terbatas dalam melindungi mereka, maka doa merupakan senjata pamungkas setiap orangtua.

Parents, semoga ulasan di atas bermanfaat.

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Semua opini & pendapat dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi milik penulis, dan sama sekali tidak mewakilkan theAsianparent atau klien tertentu.
app info
get app banner