TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Makanan Panas Jangan Ditiup! Begini Bahayanya Bagi Tubuh

Bacaan 4 menit
Makanan Panas Jangan Ditiup! Begini Bahayanya Bagi Tubuh

Larangan meniup makanan telah ada sejak dulu. Simak yuk, penjelasannya!

Meniup makanan panas jadi cara yang sering dilakukan agar bisa disantap. Namun, apakah Parents tahu bahaya meniup makanan atau minuman panas yang selama ini biasa dilakukan? Ternyata hal ini ada penjelasan secara medis dan tertuang dalam hadis.

Meniupkan makanan tersebut bukannya baik, justru malah bisa mendatangkan hal buruk bagi kesehatan. Bagaimana bisa? Yuk, simak penjelasannya.

Alasan Tak Boleh Ditiup

Mengutip Sehatq, saat Parents meniup makanan panas, terjadi perpindahan panas beserta penguapan dan mengalami peningkatan di mana napas yang ditiupkan. Cara ini memang dapat membuat makanan lebih cepat dingin, sehingga mudah untuk disantap. Tetapi, rupanya ada alasan terhadap kesehatan mengapa makanan panas tak boleh ditiup.

  1. Ganggu Keseimbangan Asam Tubuh

Pertama, meniupkan makanan panas punya potensi mengganggu keseimbangan asam tubuh. Penjelasannya, ketika Parents  sedang meniup terjadi pelepasan karbon dioksida (CO2) yang kemudian bereaksi dengan uap air (H2O) dalam makanan.

Proses tersebut kemudian menghasilkan asam karbonat (H2CO3). Senyawa ini dapat membuat tingkat keasaman makanan meningkat.

Ketika dikonsumsi, Parents  akan mendapatkan lebih banyak asam karbonat di dalamnya yang dapat mengganggu keseimbangan asam dalam tubuh.

meniup makanan panas

Sumber: pixabay

  1. Transfer Mikroorganisme

Selanjutnya, alasan tak boleh ditiup adalah Parents  akan memindahkan mikroorganisme dari mulut ke dalam makanan. Sebuah studi pada 2018 meneliti jumlah mikroorganisme pada makanan panas yang ditiup dan tak ditiup, keduanya terlihat hasil yang signifikan.

Makanan yang ditiup ditemukan lebih banyak mikroorganisme di dalamnya. Khawatirnya mikroorganisme tersebut merupakan bakteri atau kuman yang berbahaya. Makanan yang terkontaminasi ini dapat menimbulkan risiko terkena penyakit lebih tinggi.

Hadis Terkait Larangan Meniup Makanan

Rasulullah SAW memberikan banyak contoh mengenai adab menyantap hidangan, salah satunya melarang untuk meniup makanan atau minuman panas. Rasul menyarankan umat Muslim untuk menunggu suhunya turun sebelum disantap.

Mengutip Detikfood, diriwayatkan dalam hadis Ibnu Abbas yang menuturkan, “Bahwasannya Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam melarang bernafas pada bejana minuman atau meniupnya”. (HR. At Turmudzi dan dishahihkan oleh Al-Albani).

meniup makanan panas

Sumber: pxhere

Selain itu ada pula dari Asma binti Abu Bakr, sesungguhnya jika beliau membuat roti tsarid wadahnya beliau ditutupi sampai panasnya hilang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya makanan yang sudah tidak panas itu lebih besar berkahnya.”

meniup makanan panas

Sumber: pixabay

Ada pun larangan mengenai menghembuskan nafas terhadap makanan yang disabdakan oleh Rasulullah SAW yang tertulis pada Hadis Riwayat At-Tirmidzi, “Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang bernafas dalam sebuah wadah, atau meniup makanan dalam wadah tersebut.”

Larangan meniup ini bukan bermakna keharaman, melainkan makruh  yang mana lebih baik dihindari.

Artikel terkait: Sering Minum Air Es Bikin Sakit Jantung? Ini Penjelasan Dokter

Anjuran Makan dari Rasulullah SAW

Meniup makanan dan minuman panas lekat dengat adab serta akhlak  seseorang. Hal ini bisa menunjukkan jika seseorang punya sifat rakus dan tidak sabar.

Kebiasaan lama ini rupanya punya efek buruk bagi kesehatan, dan adab menyantap hidangan pun telah lama diriwayatkan oleh Rasulullah SAW.

Rasulullah menganjurkan umatnya agar makan secara perlahan, bersama-sama serta mendoakan agar makanan dan orang yang menyajikan memeroleh keberkahan.

Cara Mendinginkan Makanan

Sudah tahu alasan kenapa meniup makanan panas itu berbahaya? Berikut ada cara-cara aman membuat hidangan cepat dingin tanpa ditiup terlebih dulu.

  • Jangan Terburu-buru

meniup makanan panas

Sumber: pxhere

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan

Menikmati makanan yang baru masak memang nikmat, tetapi alangkah baik jika menunggu beberapa saat terlebih dulu sampai hidangan bisa dikonsumsi.

Terburu-buru memakan makanan panas juga berbahaya karena dapat membuat mulut dan lidah terluka.

  • Pindahkan ke Wadah Kecil

Cara mudah berikutnya yakni memindahkan sebagian makanan ke dalam wadah kecil. Hal ini memudahkan uap panas lebih cepat berkurang, makanan yang dalam jumlah kecil juga jauh lebih mudah dingin sehingga Parents  dapat segera mengonsumsinya.

  • Aduk Makanan

Mengaduk makanan ternyata mampu membantu proses pendinginan lebih cepat dan merata. Aduklah makanan secara teratur dan tidak berlebihan, ya.

  • Potong-potong Kecil

meniup makanan panas

Sumber: pixabay

Makanan panas berukuran besar seperti daging memang cukup lama untuk membiarkan uap panasnya hilang. Parents  bisa menyiasatinya dengan cara memotong-motongnya menjadi lebih kecil supaya cepat dingin.

  • Memakai Kipas Angin

Jika Parents menikmati hidangan seperti mie yang lama untuk membuatnya dingin, cobalah menggunakan kipas angin untuk membantu pendinginan makanan. Proses ini juga dapat dilakukan sembari mengaduk makanan tersebut.

  • Pindah ke Area Sejuk

meniup makanan panas

Sumber: pixabay

Makanan panas dapat cepat dingin dengan cara memindahkannya ke area yang sejuk. Tutup makanan dalam wadah dan pindahkan seperti di lemari makan.

  • Gunakan Oven Khusus

Ada oven tertentu yang punya pengaturan untuk membantu pendinginan makanan dengan sistem peningkatan udara di sekitar. Cobalah gunakan pengaturan ini sesekali agar memudahkan proses mendinginkan makanan.

 

Sekarang Parents  sudah tahu ‘kan bahaya meniup makanan panas? Jadi, makanlah secara perlahan dan tak buru-buru, ya!

Baca juga:

Bisa Meledak, 10 Makanan Ini Tidak Boleh Dipanaskan dengan Microwave

7 Tips Goreng Ala Deep Fry Agar Masakan Renyah dan Semakin Lezat

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Alya

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Makanan Panas Jangan Ditiup! Begini Bahayanya Bagi Tubuh
Bagikan:
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

    7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

    7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti