Quacker Oats Dituntut Karena Produknya Mengandung 'Pestisida Penyebab Kanker'

Berita terbaru menyatakan bahwa makanan sehat dan alami Quaker Oats diduga tidak mengandung bahan yang 100% alami dan dapat membahayakan para konsumennya.

Apakah Anda termasuk pengonsumsi setia makanan Quaker Oats karena jaminan kealamian bahannya? Kabar ini mungkin akan membuat Anda sedikit kecewa.

Dilansir dari The New York Times, belum lama ini pemilik dari perusahaan makanan "sehat dan alami" ini digugat. Hal ini dikarenakan perusahaan diduga tidak sepenuhnya menggunakan bahan-bahan alami dalam produknya.

Perkara hukum ini mulai muncul setelah para warga New York dan California melakukan pengujian terhadap makanan Quaker Oats. Hasilnya menunjukkan bahwa makanan ini ternyata mengandung pestisida jenis glifosat.

Tidak ingin memperdebatkan kadar glifosat yang digunakan, mereka lebih ingin mempermasalahkan mengenai strategi pemasaran yang digunakan perusahaan Quaker Oats dalam mengedepankan mottonya yang "100% alami".

Quaker yang dimiliki oleh Pepsico ini mengatakan dalam situsnya bahwa gandum yang mereka gunakan benar-benar didapatkan langsung dari lahan yang aman.

"Gandum tidak terlalu membutuhkan semprot herbisida dibandingkan biji-bijian lainnya. Maka, risikonya pun rendah untuk tercemar, baik oleh polutan maupun tanah yang terkontaminasi," seperti yang tertera di situs tersebut.

Gugatan yang diajukan di Pengadilan Distrik Federal New York dan California pun menegaskan bahwa sebenarnya pernyataan ini adalah salah dan menyesatkan.

"Tidak ada yang salah dengan bagaimana cara mereka menanam dan mengolah gandumnya. Namun yang melanggar hukum di sini adalah saat Quaker Oats menyatakan bahwa mereka sama sekali tidak memanfaatkan permintaan konsumen demi produk yang alami dan menyehatkan," seperti yang tertera dalam gugatan tersebut.

Dalam pembelaannya, perusahaan ini mengaku bahwa mereka tidak menambahkan glifosat pada masa penggilingan. Bagi mereka bisa saja dilakukan oleh para petani terhadap beberapa biji-bijian sebelum panen gandum tiba. Namun mereka mengakui bahwa mereka memang memberikan glifosat itu sendiri pada saat proses pembersihan gandum.

"Berapapun tingkat kadar glifosat yang tertinggal pada gandum tentunya menurut kami tetap di bawah standar yang ditetapkan oleh E.P.A (Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat). Selain itu juga aman dikonsumsi oleh banyak orang," jelas perusahaan tersebut.

Glifosat adalah salah satu jenis pestisida yang paling banyak digunakan di dunia, termasuk untuk kebun di rumah hingga lapangan golf.

Tahun lalu, WHO telah memgklasifikasikan glifosat sebagai "kemungkinan" bagian dari zat karsinogen. Karsinogen sendiri adalah zat yang menyebabkan penyakit kanker.

Sejak saat itu, sejumlah aktivis lingkungan serta para grup konsumen mulai fokus dalam mengurangi penggunaan pestisida dan menangani setiap laporan yang muncul mengenai penggunaan glifosat terhadap makanan oleh sejumlah pihak perusahaan.

"Masalahnya bukan lagi mengenai kadar dari glifosat itu sendiri. Tetapi lebih kepada mengapa perusahaan Quaker Oats mengiklankan produk ini seakan ia berbahan 100 persen alami ketika glifosat ini sendiri tidak alami, berapapun kadarnya," tegas Kim Richman selaku pengacara utama dari tim penggugat.

 

Baca juga:

J&J Ganti Rugi 72 Juta Dolar Karena Bedak Bayi Menjadi Penyebab Kanker Ovarium