7 Bahaya di Balik Mainan Rumah-Rumahan

7 Bahaya di Balik Mainan Rumah-Rumahan

Anak mana yang tidak suka main rumah-rumahan? Namun ternyata bila ada anak lain yang bermain bersamanya, banyak bahaya yang mengintai mereka.

Setiap anak kecil, baik laki-laki maupun perempuan suka sekali bermain rumah-rumahan. Mainan yang kerap disebut playhouse ini menjawab kebutuhan mereka untuk bermain dengan imajinasi, sehingga balita ataupun anak yang lebih besar sangat menyukainya.

Kita biasanya mengajak anak bermain rumah-rumahan di shopping mall, sekolah, ataupun tempat bermain anak. Ternyata, mainanan anak yang satu ini bisa berbahaya untuk mereka bila dimainakan bersama-sama anak lain.

Untuk itu, jangan pernah membiarkan mereka bermain tanpa pengawasan.

mainan bayi elektronik

Bahaya apa saja yang dapat terjadi di rumah-rumahan?

#1. Jendela

Main “ciluk ba” tentunya jadi permainan favorit mereka di jendela. Namun bayangkan bila ada anak lain yang sedang berada di depan jendela itu. Kepalanya bisa terbentur jendela yang mendadak dibuka dengan keras oleh anak lain bukan?

#2. Pintu

Walaupun pintu rumah-rumahan dibuat berjendela, anak-anak seringkali tidak menyadari bahayanya membuka pintu saat ada anak lain di depan pintu.

#3. Meja

Lihatlah meja pada gambar ini. Meja mainan ini bisa dilipat. Bagaimana bila anak yang berada di dalam rumah, tiba-tiba membuka lipatan meja itu dan membentur kepala anak yang berada di luar? Balita suka sekali dengan benda yang bisa dilipat bolak balik seperti meja ini.

Embed from Getty Images

#4. Bila anak lain naik ke atasnya

Anak yang lebih besar sering kali memanjat-manjat ke atas rumah-rumahan. Bayangkan bila mereka jatuh dan menimpa anak yang lebih kecil.

#5. Terjepit

Periksa dulu apakah pintu dan jendela rumah-rumahan bisa membuat jari si Kecil terjepit. Playhouse yang baik dirancang agar lebih aman untuk anak.

Walaupun demikian, bila ada anak lain yang bermain bersamanya, bisa saja jari si Kecil terjepit bukan pada bagian engsel, tetapi karena jendela/pintu ditutup dengan keras saat ia sedang memegangnya.

#6. Bermain di pantai

Balita paling suka melempar pasir. Bahayanya, pasir bisa masuk ke mata.

#7. Tertimpa anak lain

Anak yang lebih besar seringkali keluar masuk lewat jendela. Si Kecil pun bisa tertimpa ataupun terkena hempasan kaki anak yang lebih besar.

anak berbagi mainan

Tips memilih mainan yang aman untuk anak

Ada beberapa hal berbahaya dari mainan rumah-rumahan, meski begitu mainan merupakan hal penting bagi perkembangan anak. Namun, penting untuk diingat bahwa keselamatan harus selalu didahulukan. Setiap tahun ribuan anak-anak terluka oleh mainan.
Sebagian besar cedera akibat mainan adalah luka ringan, goresan, dan memar. Namun, mainan dapat menyebabkan cedera serius atau bahkan kematian. Ini terjadi ketika mainan memang berbahaya atau digunakan dengan cara yang salah.

Berikut adalah tips untuk membantu orang tua memilih mainan yang aman dan sesuai untuk si kecil, sebagaimana dikutip Healthy Children.

1. Baca labelnya. Label peringatan memberikan informasi penting tentang cara menggunakan mainan dan usia yang cocok untuk memainkannya. Pastikan untuk menunjukkan kepada si kecil cara menggunakan mainan dengan benar.
2. Ukuran mainan. Pastikan semua mainan dan komponen dari mainan itu lebih besar dari mulut si kecil untuk mencegah anak tersedak.
3. Hindari mainan tembak-tembakan yang bisa menembak benda ke udara. Mainan jenis ini dapat menyebabkan cedera mata yang serius atau tersedak.
4. Hindari mainan dengan suara nyaring untuk mencegah kerusakan pendengaran si kecil.
5. Cari mainan yang dibuat dengan baik. Pastikan semua bagian terpasang kencang dan jahitan serta tiap tepinya aman. Sebaiknya beli boneka yang bisa dicuci dengan mesin.
Lepaskan pita atau tali yang terpasang di boneka untuk menghindari tercekik secara tak sengaja. Hindari mainan yang memiliki isian seperti kacang kecil yang dapat menyebabkan tersedak atau mati lemas jika tertelan.

mainan lego anak
6. Beli mainan plastik yang kokoh. Mainan yang terbuat dari plastik tipis bisa mudah patah.
7. Hindari mainan dengan bahan beracun yang bisa menyebabkan keracunan. Pastikan label dalam mainan menyebutkan kata-kata “tidak beracun.”
8. Hindari mainan soal kimia untuk anak di bawah 12 tahun. Mereka dapat menyebabkan kebakaran atau ledakan dan mungkin mengandung bahan kimia berbahaya. Pastikan anak Anda yang lebih besar tahu cara menangani mainan jenis ini dengan aman.
9. Jika Anda membelikan mainan dengan listrik untuk si kecil, pastikan voltase-nya kecil dan aman untuk si kecil.
10. Hati-hati saat membeli mainan yang bisa membuat anak nyaman. Mainan-mainan lunak, selimut longgar, atau benda apa pun yang dapat meningkatkan risiko terperangkap, mati lemas, atau tercekik harus dijauhkan dari jangkauan boks bayi.

Parents, bagaimanapun, selalu temani si Kecil bermain. Bila ada anak lain yang lebih besar dan dirasa bisa membahayakan si Kecil, lebih baik tunda acara bermain hingga kondisi lebih aman.

Semoga informasi di atas bermanfaat.

 

Baca juga: 

25 Mainan DIY yang Mudah dan Murah Agar Anak Tak Bosan di Rumah

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner