TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Wajib tahu! Junk food bisa menyebabkan banyak penyakit berbahaya

Bacaan 3 menit
Wajib tahu! Junk food bisa menyebabkan banyak penyakit berbahaya

Anda pasti sering mendengar tentang bahaya junk food bagi kesehatan. Sebenarnya mengapa junk food tersebut berbahaya? ini penjelaannya!

Anda pasti tidak asing lagi dengan istilah junk food. Anda juga pasti telah banyak mendengar tentang bahaya junk food bagi kesehatan.

Dilansir dari NDTV Food, junk food adalah makanan olahan yang memiliki kalori tinggi. Makanan-makanan ini disiapkan sedemikian rupa sehingga terlihat menarik, sehingga Anda akan kecanduan dengan makanan ini.

Menurut Dr. Sunali Sharma, Ahli Nutrisi & Nutrisi, Rumah Sakit Amandeep, junk food tidak hanya makanan cepat saji saja seperti yang selama ini diperkirakan.

“Makanan ringan asin, permen karet, permen, makanan penutup manis, makanan cepat saji goreng, dan minuman berkarbonasi manis. Serta makanan lain yang memiliki sedikit atau tanpa nilai gizi tetapi tinggi kalori, garam, dan lemak dapat dianggap sebagai makanan junk food. Meskipun begitu, tidak semua makanan cepat saji adalah junk food, tetapi tergantung pada bahan, kalori, dan proses pembuatannya,” ungkapnya.

Bahaya junk food bagi tubuh yang harus diwaspadai

bahaya junk food

Seringnya konsumsi junk food meningkatkan asupan lemak, karbohidrat, serta gula yang dapat menyebabkan risiko obesitas, penyakit kardiovaskular dan  masalah kesehatan kronis lainnya. Lemak yang bertumpuk dalam tubuh bisa menyumbat pembuluh darah arteri dan menyebabkan serangan jantung.

Selain itu, makan junk food juga mempengaruhi otak dan membuat kecanduan. Kecanduan junk food bahkan dapat menyebabkan penolakan terhadap pilihan makanan yang lebih sehat seperti buah-buahan, sayuran, salad dan lain-lain. Hal ini juga bisa membuat anak mengalami gangguan pola makan yang serius.

Artikel terkait: Awas, Anak Bisa Kena Gangguan Pola Makan! Cegah Sedini Mungkin

Cara menghindari junk food bagi orang dewasa

Wajib tahu! Junk food bisa menyebabkan banyak penyakit berbahaya

Anda wajib tahu bahwa berhenti mengonsumsi junk food memerlukan proses secara bertahap dan tidak bisa langsung. Beberapa hari pertama bisa jadi sulit, karena Anda mungkin mengalami beberapa gejala seperi lekas marah, sakit kepala, penurunan tingkat energi, dan sebagainya.

Untuk menghindari bahaya junk food, Dr. Sharma menyarankan agar Anda mulai menghindari membawa pulang atau membuat stok makanan dengan lemak trans, garam dan sirup jagung fruktosa yang tinggi. Hindari membeli makanan yang mencantumkan pemanis jagung, sirup jagung, padatan sirup jagung, dihidrogenasi sebagian, difraksinasi, atau dihidrogenasi pada labelnya.

Cara agar anak tidak kecanduan junk food

bahaya junk food

Untuk menghindari bahaya junk food pada anak, sejak dini anak tidak boleh dibiasakan mengonsumsi junk food.

Berikut adalah cara agar anak tidak kecanduan makan junk food dilansir dari Healthy Eating SFGATE.

  • Sajikan makanan ringan yang sehat

Sajikan makanan ringan yang sehat untuk anak Anda, seperti buah-buahan dan sayuran atau biskuit dan keju. Simpan camilan sehat dan letakan di rak rendah agar anak-anak Anda dapat mengambilnya dengan mudah saat lapar.

  • Jangan simpan junk food di rumah

Jika Anda tidak ingin anak Anda makan makanan tertentu, jauhkan makanan tersebut dari rumah. Ini akan membatasi jumlah junk food yang dikonsumsi oleh anak.

  • Jangan jadikan junk food sebagai hadiah

Hindari memberi hadiah kepada anak-anak dengan junk food atau menggunakannya sebagai iming-iming agar anak berperilaku baik. Hal tersebut bisa membuat anak sangat tertarik dengan junk food.

  • Jangan dilarang makan junk food

Meskipun Anda mungkin tidak ingin anak Anda makan banyak junk food, Anda tidak boleh melarangnya. Melarang anak makan junk food hanya membuatnya lebih menarik. Jelaskan saja bahwa makanan tersebut tidak sehat dan biarkan anak memutuskan akan mengonsumsinya atau tidak.

  • Beri teladan

Anak-anak belajar dengan melihat apa yang Anda lakukan. Jika Anda tidak ingin anak Anda makan terlalu banyak makan junk food, maka orangtua juga harus membatasi konsumsi junk food di depan anak.

***
Semoga informasi ini bermanfaat.

 

Baca juga:

5 Tips Mengalihkan Anak dari Junk Food ke Makanan Sehat

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Nia Lara Sari

Diedit oleh:

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Wajib tahu! Junk food bisa menyebabkan banyak penyakit berbahaya
Bagikan:
  • Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

    Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

    Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti