Awas! Bahaya di balik posisi seks woman on top yang jadi favorit wanita

Awas! Bahaya di balik posisi seks woman on top yang jadi favorit wanita

Posisi woman on top yang banyak disukai wanita, ternyata menyimpan bahaya. Penelitian menyebut, posisi ini berisiko lebih besar menyebabkan cedera pada suami. Apa itu?

Bila bosan dengan posisi seks misionaris, biasanya posisi woman on top akan menjadi pilihan selanjutnya. Selain itu, posisi ini digemari wanita karena memberinya kendali pada percintaan di atas ranjang.

Akan tetapi, sebuah penelitian terbaru menyebut bahwa posisi woman on top saat bercinta menyimpan bahaya yang tidak main-main. Ilmuwan menyatakan, posisi ini bisa menyebabkan fraktur penis atau penis patah. Selain posisi woman on top, posisi doggy style juga berisiko 29% menyebabkan penis patah.

Artikel terkait: Duh, penis ternyata bisa patah! Hati-hati lakukan 3 posisi seks ini

Posisi woman on top

Posisi woman on top berisiko menyebabkan fraktur penis.

Penelitian tentang posisi woman on top

Penelitian ini dilakukan di  School of Medical Sciences, Universitas Campinas di Brazil dan dipublikasikan di jurnal Advances in Urology  Mereka menjelaskan posisi woman on top adalah posisi paling berisiko menyebabkan fraktur penis.

Ilmuwan menganalisis cedera akibat hubungan seksual yang terjadi pada laki-laki, dan fraktur penis menjadi hal paling sering terjadi. Sekitar 50% laki-laki yang melaporkan alami cedera saat seks adalah ketika bercinta dengan  posisi woman on top.

Penelitian ini melihat data pasien dari rumah sakit di Campinas, yang mengalami fraktur penis dalam rentang waktu 13 tahun. Rata-rata usia pasien adalah 34 tahun. Penelitian ini melibatkan 44 orang yang mengalami fraktur penis dari tiga rumah sakit di Campinas, Brazil. Para laki-laki diminta mengungkapkan posisi bercinta mereka selama ini.

Terungkap bahwa posisi yang paling berisiko menyebabkan fraktur penis adalah posisi woman on top dan doggy style.
posisi woman on top 1

Penelitian ini menyimpulkan bahwa posisi woman on top memiliki risiko paling tinggi sebagai penyebab terjadinya fraktur penis. Hipotesis para ilmuwan dalam studi ini menyebut, posisi bercinta dengan wanita di atas, akan membuat seluruh berat badannya bertumpu pada penis yang sedang ereksi.

Saat melakukan gaya ini, laki-laki tidak bisa menghentikan pergerakan saat terjadi kesalahan pada proses penetrasi. Sedangkan bila laki-laki yang mengendalikan gerakan, mereka bisa langsung berhenti saat terjadi kesalahan dalam penetrasi, sehingga membatasi cedera yang bisa terjadi.

Meski demikian, perlu menjadi catatan bahwa data pasien yang dikumpulkan dalam kurun waktu 13 tahun hanya mendapati sebanyak 44 lelaki dengan cedera penis akibat hubungan seksual. Sehingga kondisi penis patah akibat berhubungan intim bisa dikatakan kondisi langka yang jarang terjadi.

Jadi, Anda tidak perlu absen melakukan posisi ini. Tapi cukup dengan lebih berhati-hati.

Semoga bermanfaat.

 

Referensi: Cosmopolitan, Telegraph,

Baca juga:

7 hal yang dipikirkan suami saat melakukan posisi woman on top, no. 5 bikin was-was!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

Fitriyani

app info
get app banner