Cara Berkata Tidak kepada Balita Tanpa Benar-Benar Berkata Tidak

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Kaget dengan perubahan sikap balita Anda yang sekarang suka membantah dengan berkata tidak? Yuk, atasi masalah Parents dengan 4 trik berikut ini.

Parents, sebel nggak sih saat balita kita sering berkata tidak untuk semua hal yang kita perintahkan?

Memasuki usia 2-3 tahun, anak balita sudah mampu menyatakan apa yang mereka inginkan. Baginya, mendebat semua keinginan Parents adalah salah satu cara untuk mendapatkan kepercayaan diri.

Wajar bila saat ia berkata tidak, Parents juga mengatakan hal yang sama. Hasilnya adalah sebuah drama yang seolah tidak akan pernah berakhir.

Apa yang harus dilakukan ketika balita terus berkata tidak

Salah satu cara terbaik untuk mengakhiri pertengkaran dengan si balita adalah mengubah kata atau kalimat bernada negatif menjadi kata atau kalimat yang bernada positif.

Balita, seperti kita juga, tidak akan suka mendengar kata ‘tidak’ sepanjang waktu (eh, kira-kira berapa kali ya, kita berkata “tidak” pada anak-anak kita?). Ini karena kata ‘tidak’ menimbulkan sentimen negatif.

Jadi, cobalah katakan apa yang balita ingin dengar, daripada apa yang Parents ingin ia lakukan.

Misalkan “Jangan guling-guling di lantai dengan baju barumu,” ubahlah menjadi “Adik, bisa duduk saja di sofa ini. Jadi, baju adik tidak akan kotor.”

Nada bicara Parents tentu saja berpengaruh. Saat berkata ‘tidak’ atau ‘jangan’, nada bicara pun akan keras.

Beda halnya bila Parents menggunakan alternatif kalimat afirmasi positif, maka nada bicara Parents pasti akan lebih santai. Nada bicara santai, akan lebih mudah ditanggapi dengan baik oleh balita bukan?

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Pra Sekolah