TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Ayah Membuat Tangan Anak Patah, Waspada Dampak Psikologis Korban KDRT!

Bacaan 4 menit
Ayah Membuat Tangan Anak Patah, Waspada Dampak Psikologis Korban KDRT!

Parents, inilah dampak akibat KDRT yang dialami oleh anak!

Anak perempuan dan ayahnya idealnya memiliki ikatan istimewa, khususnya ayah memiliki peran untuk menjaga serta memberikan rasa aman bagi buah hatinya. Namun sayang, tak demikian halnya dengan yang dialami seorang balita di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan. Bukan melindungi sang buah hati, sang ayah malah menarik tangan anaknya itu hingga patah.

Sungguh malang memang nasib bocah yang baru berusia dua tahun tersebut. Si kecil yang berinisial PA sampai harus dirawat di rumah sakit karena cedera berupa patah tulang di sebelah kiri yang dialami.

Seperti apa kronologis kejadian mengenaskan ini?

Kronologis Ayah Tarik Tangan Anak Hingga Patah

ayah-tarik-tangan-anak

Malam itu, si kecil PA masih belum tertidur. Di depan kamar, ia menangis kencang. Menurut keterangan sang Bunda, yakni Mira, si kecil memang memiliki penyakit asma sehingga kerap rewel dan menangis.

Tak terima merasa terganggu saat tertidur pulas, sang ayah sekaligus pelaku yakni Fikri langsung menghampiri si kecil yang menangis. Tak tahan karena kesal, laki-laki 26 tahun tersebut langsung memukul korban dengan keras.

Mirisnya, sang ayah memukul terlalu keras. Akibatnya si kecil pun mengalami patah tulang.

Mira saat itu tengah memasak di dapur. Ia kaget mendengar suara tangisan yang tak biasa dari si kecil.

Melihat kondisi buah hatinya, ia sontak berteriak. Sang kakak pun segera menghampiri.

Dengan sigap, sang kakak membawa si kecil PA dan adiknya tersebut ke luar rumah melewati jendela, karena pintu rumah dikunci oleh pelaku.

Artikel Terkait : Membangun Benteng untuk Menghadapi Kekerasan pada Anak

Si Kecil Dirawat di Rumah Sakit

ayah-tarik-tangan-anak

Kejadian naas nan traumatik tersebut membuat si kecil harus segera dibawa ke rumah sakit. PA dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit untuk menyembuhkan tangannya yang patah.

Sang Bunda pun untuk sementara waktu turut menjaga si kecil yang masih terbaring di rumah sakit tersebut. Mengenai kondisi buah hatinya, Mira diketahui tak banyak berkomentar karena ingin fokus merawat PA.

Teganya Ayah Tarik Tangan Anak, Pelaku Dilaporkan dan Ditahan

Ayah Membuat Tangan Anak Patah, Waspada Dampak Psikologis Korban KDRT!

Kejadian yang memilukan tersebut tak bisa diterima oleh pihak keluarga dari Bunda PA. Meski pelaku merupakan ayah PA sendiri, mereka tak segan melaporkan tindak kejahatan itu.

Mira dan sang kakak pun segera melaporkan tindakan Fikri pada pihak berwajib sesaat setelah kejadian tersebut terjadi. Pihak kepolisian pun segera menindak lanjuti kasus itu.

Kepala Satreskrim Polres Muratara, AKP Dedi Rahmad mengatakan pelaku diserahkan ke polisi oleh keluarga istri pelaku.

Saat didatangi, pelaku pun bersikap kooperatif. Saat diusut lebih lanjut, pelaku merasa bersalah sehingga siap menerima konsekuensi atas perbuatannya itu.

Ayah Membuat Tangan Anak Patah, Waspada Dampak Psikologis Korban KDRT!

Atas perbuatan kejamnya itu pelaku dikenakan Pasal 80 Jo 76c UU Nomor 35 Tahun 2014 atas perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Para tetangga sekitar rumah mengaku kaget mendengar kabar tersebut. Menurut keterangan para tetangga, memang Fikri kerap memarahi anak karena rewel dan sering menangis.

Akan tetapi, mereka sendiri tak pernah melihat adanya ketegangan atau keributan yang parah. Kekerasan yang dilakukan pada buah hatinya pun disebut baru saja terjadi.

Duh, miris mendengarnya ya Parents. Semoga saja kejadian serupa tak kembali terjadi kapan pun dan dimana pun.

Artikel Terkait : Sungguh pilu! BAB di celana sebabkan bocah 3 tahun dibunuh ayah tirinya

Dampak Kekerasan Fisik pada Anak oleh Orangtuanya

ayah-tarik-tangan-anak

Kasus kekerasan yang dialami si kecil PA bukanlah satu-satunya yang terjadi di sekitar kita. Mirisnya, angka kejadiannya sendiri di Indonesia masih cukup tinggi, Parents.

Cerita mitra kami
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Pada 2016 saja Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengungkapkan ada sebanyak 6.820 kasus kekerasan terjadi pada anak di Indonesia. Kekerasan tersebut terjadi mulai dari kekerasan seksual, secara fisik, maupun penelantaran anak.

Kasus kekerasan seksual memiliki angka kejadian tertinggi yakni hingga 35%. Lalu, kejadian kekerasan fisik seperti yang dialami PA angka kejadiannya mencapai 28%. Disusul kasus penelantaran pada anak yang terjadi sebanyak 7%.

Kekerasan yang dialami anak di masa kecilnya ini, khususnya oleh orangtua sendiri bisa berdampak jangka panjang untuk tumbuh kembang anak. Menurut studi, anak yang menerima kekerasan akan memiliki trauma tersendiri.

Artikel Terkait : Istri rekam aksi kekerasan suami, lakukan ini bila alami KDRT

Ayah Membuat Tangan Anak Patah, Waspada Dampak Psikologis Korban KDRT!

Beberapa anak biasanya bisa mengembangkan emosi yang kurang terkontrol seperti mudah marah, sedih, depresi, hingga mengalami keinginan untuk bunuh diri. Anak-anak yang menjadi korban kekerasan juga kerap mengalami krisis kepercayaan pada orang lain di sekitarnya. Secara personal, ia juga akan lebih sulit untuk menjalin hubungan pribadi dengan lawan jenis.

Secara fisik, anak yang tumbuh dengan kekerasan bisa mengalami penurunan fungsi di area otak. Selain itu, beberapa dilaporkan memiliki masalah kesehatan jangka panjang.

Selain itu, rasa trauma bisa dialami. Tak menutup kemungkinan ia pun akan melakukan kekerasan pada orang lain, Parents.

Oleh karena itu, penanganan yang tepat dengan cara konseling bersama ahli menjadi satu hal yang penting dilakukan untuk mencegah efek jangka panjang yang kemungkinan bisa dialami.

Baca Juga : 

Wajib Simpan! Kontak darurat pertolongan KDRT dan kekerasan seksual di seluruh Indonesia

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

nisya

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Ayah Membuat Tangan Anak Patah, Waspada Dampak Psikologis Korban KDRT!
Bagikan:
  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti