TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Sungguh pilu! BAB di celana sebabkan bocah 3 tahun dibunuh ayah tirinya

Bacaan 4 menit
Sungguh pilu! BAB di celana sebabkan bocah 3 tahun dibunuh ayah tirinya

Tingkat kekerasan pada anak masih tinggi, buktinya kasus anak balita dibunuh oleh ayah tiri ini terjadi lagi di Malang, Jawa Timur.

Lagi-lagi, kabar duka terkait pembunuhan anak kembali terulang. Seorang balita dianiaya dan dibunuh ayah tiri di Malang, Jawa Timur, membuat masyarakat geram. Tindakan pembunuhan ini dipicu karena balita berusia 3 tahun itu buang air besar (BAB) di celana.

Adalah Ery Age Anwar (36) ayah tiri balita berinisial AA yang menjadi tersangka kekerasan bocah ini meregang nyawa. Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander menyatakan kalau  tindakan ini dilakukan Ery lantaran merasa risih dan kesal karena korban BAB di celana.

Artikel terkait: Meninggal di Kereta; Kisah Mengharukan Bayi Pejuang Atresia Bilier

Kronologi balita dibunuh ayah tiri karena BAB di celana

Menurut keterangan Kapolres Malang, tersangka kesal lantas menyuruh balita AA ke kamar mandi. Tak lama tersangka menyusul dan mengguyurkan air ke tubuh korban. Tak hanya itu, Dony Alexander mengatakan kalau korban juga mendapatkan kekerasan. Ia dipukul, ditendang di bagian punggung dan perutnya diinjak saat terjatuh di kamar mandi.

“Kronologinya, BAB tidak pada tempatnya, terus emosi. Korban disiram air kemudian terjatuh, diinjaklah punggung korban sebanyak dua kali secara keras. Korban kesakitan, dibaringkan dan diinjak lagi pada bagian perut sekali dengan keras. Itulah yang mengakibatkan adanya pendarahan pada bagian usus besar,” kata Dony dikutip dari VIVAnews.

balita dibunuh ayah tiri di Malang.

Tersangka Ery saat diintrogasi. Sumber foto: VIVAnews / Lucky Aditya

Tidak hanya sekali, penganiayaan terhadap AA yang masih di bawah umur dilakukan Ery berkali-kali. Ery mengaku pernah memukul serta sering mencubit korban AA pada bagian tubuh karena jengkel.

“Perlakuan kasar dengan mencubit korban, sering dilakukan oleh tersangka. Jadi memang bukan pertama kali kekerasan pernah dialami korban. Lalu yang terakhir dilakukan tersangka sampai korban meninggal dunia,” ungkap Dony dikutip dari Detiknews.

Ery juga mengaku kalau korban AA tidak hanya sekali BAB dan popos tidak pada tempatnya.

“Saya jengkel, dia (korban) sering buang air besar (BAB) dan buang air kecil sembarangan,” kata Ery.

Karena tindakannya tersebut, Ery dijerat dengan pasal 80 ayat 3 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman pidana penjara 15 tahun.

Diketahui, sebagai ayah, Ery mengasuh dua anak. Selain korban AA yang merupakan anak tirinya, ia pun mengasuh satu anak kandungnya dari pernikahan sebelumnya dengan Hermin Susanti.

balita dibunuh ayah tiri

Orangtua bisa membunuh anak, mengapa hal ini terjadi?

Tindakan kekerasan hingga berujung dengan pembunuhan seorang ayah terhadap anaknya memang bisa dilatarbelakangi oleh beragam faktor. Salah satunya bisa dikarenakan ketidaksiapan menjadi orangtua.

Tidak bisa bisa dipukiri, tugas dan peran menjadi orangtua tentu saja tidak semudah yang dibayangkan. Hal ini juga yang ditegaskan oleh Sosiolog Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Bagong Suyanto.

Kepada Okezone, ia mengungkapkan maraknya aksi kekerasan yang dilakukan orangtua pada anak yang seharusnya dilindungi, hal ini memang tidak terlepas karena faktor belum siapnya mereka menjadi ayah, dan bertanggung jawab mendidik anak serta menerima kenyataan hidup.

“Faktor kemiskinan tetap paling dominan menjadi penyebab semua ini. Makanya banyak korban itu berasal dari keluarga menengah ke bawah,” ujar Bagong.

Di samping itu, Bagong juga menilai kalau tindakan kekerasan orangtua terjadap anaknya, bisa terjadi karena kebiasaan buruk dari orangtua. Di mana tindakan kekerasan memang sudah menjadi sebuah rutinitas. Termasuk kebiasaan seperti mengonsumsi minuman keras, kecanduan obat sampai berjudi yang masih dilakukan setelah mereka berumah tangga. Tindakan seperti inilah yang kemudian bisa memicu adanya gejolak pada keluarga.

Artikel terkait: Curahan Hati Seorang Wanita, “Suamiku Selingkuh Ketika Aku Sedang Hamil…”

kekerasan pada anak

“Mereka (pelaku) belum siap untuk menjadi orang tua. Bahkan banyak juga anak-anak yang jadi korban itu memang lahir tidak dikehendaki orang tuanya,” tukasnya.

Selain itu, katanya, kebiasaan buruk dari orang tua yang sejak muda menjadi rutinitas kerap memicu terjadinya kekerasan. Kebiasaan seperti minum-minuman keras, kecanduan obat sampai berjudi yang masih dilakukan setelah mereka berumah tangga. Kondisi ini tentu menimbulkan gejolak pada keluarganya. “Mereka (pelaku) belum siap untuk menjadi orang tua. Bahkan banyak juga anak-anak yang jadi korban itu memang lahir tidak dikehendaki orang tuanya,” ucapnya.

Melihat banyaknya kasus-kasus kekerasan yang dilakukan para orangtua kepada anaknya, tentu ada beragam faktor yang perlu diperhatikan dan ‘diperbaiki. Namun, hal penting untuk diingat adalah memerhatikan kesehatan mental. Sama dengan penyakit fisik, kondisi psikologis tentu saja tidak bisa disepelekan.

***

Referensi: VIVAnews, Detiknews, Okezone

Baca juga

3 Tanda kekerasan seksual pada anak yang wajib Parents tahu

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fadhila Afifah

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Sungguh pilu! BAB di celana sebabkan bocah 3 tahun dibunuh ayah tirinya
Bagikan:
  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti