Foto Viral ini tunjukkan ASI berubah seperti Kolostrum saat Bayi Sakit

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Kolostrum atau ASI berwarna kuning yang kaya nutrisi ternyata tak hanya dihasilkan ibu di awal-awal menyusui saja.Foto ini buktinya.

Semua orang tentunya sudah tahu bahwa tubuh seorang ibu sangat luar biasa. Tapi sudahkah Anda tahu bahwa tubuh ibu menyusui bisa se’ajaib’ ini?

Mallory Smothers, dari Arkansas, membagikan foto perubahan warna ASI yang diperah satu malam setelah anaknya sakit. ASIP berwarna kuning serupa kolostrum, atau ASI pertama ibu, tersebut langsung viral di media sosial.

ASI yang berwarna kuning atau oranye kental kaya akan kandungan beta-karoten. Sehingga meski tubuh ibu memproduksinya dalam jumlah kecil, ASI ini sangat kaya nutrisi untuk bayi.

Berikut postingan foto viral ASI yang berubah saat anak sakit tersebut.

Halo semuanya.. Ini benar-benar keren — Saya baru membaca artikel dari jurnal kesehatan beberapa waktu lalu tentang bagaimana ASI bisa berubah menyesuaikan kebutuhan bayi dalam banyak cara, tidak hanya soal asupan kalori.

Jadi seorang dokter membahas bahwa ketika bayi menyusu, mulutnya menghisap yang secara bersamaan menimbulkan efek vakum pada puting (menghisap balik), sehingga ludah bayi ada yang masuk ke dalam tubuh ibu lewat puting.

Saat itulah, diyakini bahwa reseptor kelenjar susu ibu menafsirkan bakteri dan virus yang terdapat pada air ludah bayi. Jika terdeteksi ada sesuatu yang salah, bayi sedang sakit atau melawan infeksi, tubuh ibu benar-benar akan mengubah komposisi imunologi pada susunya. Menyesuaikannya dengan patogen tertentu bayi dengan memproduksi antibodi yang telah disesuaikan.

Ilmu pengetahuan membuktikan hal ini. Penelitian klinis pada tahun 2013 menemukan bahwa ketika bayi sakit, jumlah leukosit dalam ASI melonjak. Pengetahuan ini saya simpan di kepala saya, sampai saya mengepak ASIP pagi ini.

Saya memompa ASI dari payudara sebelah kiri pada kamis malam sebelum tidur (ASIP sebelah kiri pada foto). Lalu saya menyusui bayi saya 2 jam sekali (atau lebih) sepanjang malam dan tidak memompa lagi sampai pagi. Pada pukul 3 pagi, bayi saya terlihat sesak susah bernapas, rewel dan bersin-bersin. Mungkin saja flu, kan?

Ketika bangun pada Jumat pagi, saya langsung memompa lagi, seperti biasa. Hasil ASIP nya pada kantong sebelah kanan di foto.

Saya tidak melihat perbedaannya saat itu, dan baru sadar saat saya akan mengepak ulang. Lihatlah betapa ASIP pagi itu benar-benar menyerupai kolostrum (ASI super yang penuh dengan antibodi dan leukosit yang ibu produksi selama beberapa hari pertama menyusui) dan ini terjadi setelah menyusui bayi yang flu sepanjang malam…

Keren, ya?! Tubuh manusia tidak pernah berhenti memukau saya.

Penjelasan ilmiah mengapa ASI berubah warna saat anak sakit

Apa yang Mallory jelaskan di atas benar. Jurnal Clinical and Translational Immunology  adalah sebuah studi yang melihat bagaimana persediaan susu ibu akan menghasilkan leukosit untuk membantu memerangi infeksi.

Peneliti mencatat bahwa kolostrum memiliki jumlah sel yang memerangi penyakit yang tinggi saat air susu ibu matang.

Yang paling menarik, kandungan yang sama dapat terbentuk saat bayi maupun ibu sakit. Ludah bayi yang mengirim sinyal sakit seperti kasus Mallory, akan meningkatkan produksi leukosit pada ASI hingga 95%.

Jadi ajaib kan? Bagaimana tubuh ibu bisa merespon saat anak sakit dan menghasilkan ‘liquid gold’ yang tak bisa kita beli dari rak-rak toko.

Bunda pernah punya pengalaman yang sama? Bagi ceritanya di kolom komentar ya.. 😉

 

Baca juga:

Berbagai Macam Warna ASI: yang normal dan yang tidak

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Menyusui