Viral, ASI berubah warna seperti kolostrum saat bayi sakit!

Viral, ASI berubah warna seperti kolostrum saat bayi sakit!

Kolostrum atau ASI berwarna kuning yang kaya nutrisi ternyata tak hanya dihasilkan ibu di awal-awal menyusui saja.Foto ini buktinya.

Semua orang tentunya sudah tahu bahwa tubuh seorang ibu sangat luar biasa. Tapi sudahkah Anda tahu bahwa tubuh ibu menyusui bisa se-‘ajaib’ itu? Bahkan, terdapat sebuah foto yang tunjukan ASI seorang ibu berubah seperti kolostrum saat bayinya sakit. Berikut kisah lengkapnya!

ASI seorang ibu berubah seperti kolostrum saat bayinya sakit

Mallory Smothers, dari Arkansas, membagikan foto perubahan warna ASI yang diperah satu malam setelah anaknya sakit. ASIP berwarna kuning serupa kolostrum, atau ASI pertama ibu, tersebut langsung viral di media sosial.

ASI yang berwarna kuning atau oranye kental kaya akan kandungan beta-karoten. Sehingga meski tubuh ibu memproduksinya dalam jumlah kecil, ASI ini sangat kaya nutrisi untuk bayi.

Berikut postingan foto viral ASI yang berubah saat anak sakit tersebut:

Viral, ASI berubah warna seperti kolostrum saat bayi sakit!

ASI menghasilkan kolostrum saat anak sakit

“Halo semuanya.. Ini benar-benar keren. Saya baru membaca artikel dari jurnal kesehatan beberapa waktu lalu tentang bagaimana ASI bisa berubah menyesuaikan kebutuhan bayi dalam banyak cara, tidak hanya soal asupan kalori.

Jadi seorang dokter membahas bahwa ketika bayi menyusu, mulutnya menghisap yang secara bersamaan menimbulkan efek vakum pada puting (menghisap balik), sehingga ludah bayi ada yang masuk ke dalam tubuh ibu lewat puting.

Saat itulah, diyakini bahwa reseptor kelenjar susu ibu menafsirkan bakteri dan virus yang terdapat pada air ludah bayi. Jika terdeteksi ada sesuatu yang salah, bayi sedang sakit atau melawan infeksi, tubuh ibu benar-benar akan mengubah komposisi imunologi pada susunya. Menyesuaikannya dengan patogen tertentu bayi dengan memproduksi antibodi yang telah disesuaikan.

Ilmu pengetahuan membuktikan hal ini. Penelitian klinis pada tahun 2013 menemukan bahwa ketika bayi sakit, jumlah leukosit dalam ASI melonjak. Pengetahuan ini saya simpan di kepala saya, sampai saya mengepak ASIP pagi ini.

Saya memompa ASI dari payudara sebelah kiri pada kamis malam sebelum tidur (ASIP sebelah kiri pada foto). Lalu saya menyusui bayi saya 2 jam sekali (atau lebih) sepanjang malam dan tidak memompa lagi sampai pagi. Pada pukul 3 pagi, bayi saya terlihat sesak susah bernapas, rewel dan bersin-bersin. Mungkin saja flu, kan?

Ketika bangun pada Jumat pagi, saya langsung memompa lagi, seperti biasa. Hasil ASIP nya pada kantong sebelah kanan di foto.

Saya tidak melihat perbedaannya saat itu, dan baru sadar saat saya akan mengepak ulang. Lihatlah betapa ASIP pagi itu benar-benar menyerupai kolostrum (ASI super yang penuh dengan antibodi dan leukosit yang ibu produksi selama beberapa hari pertama menyusui) dan ini terjadi setelah menyusui bayi yang flu sepanjang malam…

Keren, ya?! Tubuh manusia tidak pernah berhenti memukau saya,” ungkapnya.

Penjelasan ilmiah mengapa ASI berubah warna saat anak sakit

kolostrum

Hal yang Mallory dijelaskan di atas juga dijelaskan dalam Jurnal Clinical and Translational Immunology. Dalam Jurnal Clinical and Translational Immunology dijelaskan bahwa ibu akan menghasilkan leukosit untuk membantu memerangi infeksi pada tubuh anaknya melalui ASI.

Ludah bayi yang bisa mengirim sinyal sakit, sehingga tubuh ibu akan meresponnya dengan meningkatkan produksi leukosit pada ASI hingga 95%.

Peneliti juga mencatat bahwa kolostrum memiliki sejumlah sel untuk memerangi penyakit. Yang paling menarik, kandungan yang sama dapat terbentuk saat bayi maupun ibu sakit.

Apa itu kolostrum?

pentingnya IMD atau Iniasiasi Menyusui Dini

Kolostrum adalah cairan susu yang dikeluarkan oleh mamalia (termasuk manusia) yang baru saja melahirkan sebelum produksi ASI dimulai. Kolostrum adalah sumber nutrisi penting untuk membantu bayi melawan penyakit.

Secara khusus, kolostrum mengandung sejumlah nutrisi seperti protein, lemak, karbohidrat, magnesium, vitamin B, dan vitamin A, C, dan E.

Tidak hanya makronutrien, vitamin, dan mineral, kolostrum juga kaya senyawa protein spesifik, yang meliputi:

  • Laktoferin. Laktoferin adalah protein yang terlibat dalam respons imun tubuh terhadap infeksi, termasuk yang disebabkan oleh bakteri dan virus.
  • Faktor pertumbuhan (Growth factors). Faktor pertumbuhan adalah hormon yang merangsang pertumbuhan.
  • Antibodi. Antibodi adalah protein yang dikenal sebagai imunoglobulin, digunakan oleh sistem kekebalan tubuh untuk melawan bakteri dan virus.

Itulah penjelasan ilmiah mengapa ASI berubah warna saat anak sakit, semoga informasi di atas bermanfaat ya!

Baca juga:

Berbagai Macam Warna ASI: yang normal dan yang tidak

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner