4 Risiko jika bayi ASI diberi tambahan susu formula

4 Risiko jika bayi ASI diberi tambahan susu formula

Pahami apa bahayanya jika ASI disambung dengan sufor. Ingat untuk selalu berkonsultasi pada dokter anak sebelum memberikan susu formula pada bayi Anda.

Tidak semua ibu beruntung memiliki ASI yang mengalir deras untuk bayinya. Beberapa ibu terpaksa memberikan ASI ditambah susu formula.

Sejak bayi masih dalam kandungan, Priska (29) bercita-cita memberikan ASI eksklusif untuk bayinya. Saat bayinya lahir, ASI-nya baru keluar di hari kedua.

Ia masih bisa memberikan ASI meski jumlahnya hanya secukupnya. Mendekati akhir masa cuti melahirkan, Priska panik karena tak punya cukup stok ASI untuk bayinya sementara ia sudah harus kembali bekerja.

Mau tak mau, ia memberikan susu formula sebagai tambahan jika bayinya masih lapar sementara stok ASI perah tidak cukup. Yang menjadi kekhawatirannya adalah apakah boleh memberikan ASI ditambah susu formula?

Apa yang terjadi jika ASI ditambah susu formula?

ASI ditambah susu formula

1. Ketidakseimbangan bakteri baik

Bakteri mikrobioma sehat dalam perut bayi Anda akan mengalami perubahan dari bifidus flora (bifidobacteria dan lactobacili) yang sangat sesuai menjadi jenis yang tak diinginkan oleh usus. Jenis bakteri ini ada dalam kentut orang dewasa.

Dan hal ini pada akhirnya menyebabkan berkurangnya perlindungan dari kemungkinan infeksi.

2. Kurang terlindungi dari alergi

Pada beberapa bayi, susu formula menyebabkan alergi susu karena tidak bisa memberikan kekebalan tambahan pada tubuh bayi. Selain itu, bayi Anda juga berisiko terkena diabetes tipe 1 dan 2 karena kandungan gula dalam sufor.

Namun, studi terbaru telah membuktikan bahwa susu formula yang terbuat dari susu sapi tidak membuat bayi berisiko terkena diabetes.

3. Bayi jadi lebih suka minum dari botolnya

Memberikan susu formula pada bayi ASI akan mendorong bayi lebih suka minum dari botol ketimbang menyusu langsung. Apalagi jika bayi merasa ia lebih mudah merasa kenyang saat minum dari botol dan bukan dari payudara Bunda, maka ia cenderung akan memilih botol.

Selain itu, bayi juga bisa mengalami bingung puting jika Bunda mencoba menyusuinya lagi secara langsung setelah ia minum sufor dari botol. Hal ini tentu saja bisa mengalahkan niat Anda untuk terus memberikan ASI padanya.

Bila bayi memiliki kebiasaan minum susu dari botol di malam hari, giginya akan mengalami kerusakan akibat kandungan gula dari susu formula yang menempel di gigi tanpa dibersihkan.

4. Berkurangnya pasokan ASI

Tubuh manusia bekerja secara menakjubkan. Bahkan payudara Anda tahu berapa banyak ASI yang dibutuhkan oleh bayi Anda.

Jadi setiap kali Bunda memberi ASI pada bayi Anda, payudara Bunda akan kosong dan kembali memasok ASI. Bila bayi memilih minum sufor dari botol, persediaan ASI mungkin akan turun.

Jika Bunda ingin memberikan ASI ditambah susu formula pada bayi Anda, konsultasikan dulu pada dokter anak. Tanyakan berapa banyak jumlah susu formula yang harus diberikan dan jenis susu formula yang paling dibutuhkan anak.

Paling penting adalah anak Anda mendapatkan cukup nutrisi untuk tumbuh kembangnya.

 

*Artikel disadur dari theAsianparent Singapura.

Baca juga: 

Bagaimana cara aman berikan susu formula pada bayi? Ikuti panduan berikut ini!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner