TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Apakah Cara Mengasuh Anak yang Saya Terapkan Sudah Benar?

Bacaan 4 menit
Apakah Cara Mengasuh Anak yang Saya Terapkan Sudah Benar?

Apakah merasakan ada perilaku anak yang tidak wajar dan tidak semestinya? Mungkin cara mengasuh anak yang dilakukan tidak tepat...

Tiap orangtua tentu mengharapkan agar anaknya dapat lebih baik daripada diri mereka sekarang. Lebih baik dalam ekonomi, dalam berpikir, dalam mengambil keputusan dan penghasilan. Tapi apakah cara mengasuh anak saya sudah benar? Sehingga anak-anak dapat menjadi lebih baik daripada saya?

Cara mengasuh anak mempengaruhi masa depan anak?

Pola asuh memengaruhi masa depan dan karakter anak

Gaya mengasuh anak tiap orang tua berbeda dan yang membedakan adalah latar belakang dari orangtua tersebut, seperti pendidikan, status ekonomi, budaya, temperamen dan religiusitas orangtua. Sedangkan temperamen dan budaya adalah bagian yang merupakan sentuhan pribadi dan faktor keturunan, karena tiap orang memiliki temperamen dan budaya yang berbeda. Lalu apakah cara mengasuh anak Ayah dan Bunda, sudah benar?

Langkah mengasuh anak yang dilakukan kini biasanya merupakan warisan dari cara pengasuhan orangtua dahulu. Tapi seiring dengan perkembangan jaman, kebanyakan orangtua tidak lagi mengikuti semua cara mengasuh yang dahulu dialaminya. Orangtua kini telah mengevaluasi dan memberikan yang terbaik pada anak-anak.

Jika Ayah dan Bunda merasakan ada yang salah dalam tumbuh kembang prilaku anak, mungkin sudah saatnya bagi Ayah dan Bunda mengetahui cara mengasuh anak yang telah dipraktekkan dan melakukan perubahan jika memang salah, karena tidak ada kata terlambat.

Semua orangtua pasti ingin buah hatinya tumbuh menjadi individu yang bahagia, matang, kreatif, mandiri, berprestasi dan dapat bertanggung jawab apa pun peran anak dalam masyarakat dan keluarga. Mari kita pilih tipe cara mengasuh anak yang tepat dan baik.

Tipe cara mengasuh anak

  1. Otoritatif
  2. Otoritarian
  3. Indulgent
  4. Neglectful
Pengasuhan yang mengutamakan dialog, benarkah untuk diterapkan?

Pengasuhan yang mengutamakan dialog, benarkah untuk diterapkan?

1. Pengasuhan otoritatif (berimbang)

Pengasuhan tipe ini berpusat pada anak, dan sikap orangtua yang melakukan cara mengasuh anak dengan pendekatan seperti ini bersikap hangat dan mengayomi anak. Orangtua yang menerapkan cara mengasuh otoritatif memiliki harapan yang tinggi pada anak untuk mematuhi aturan dan arahan orangtua, namun tetap mengkedepankan dialog antara anak dan orangtua mengenai aturan dan tingkah laku keduabelah pihak. Pengasuhan otoritatif mendorong anak untuk mandiri dan bertanggung jawab untuk dirinya sendiri. Seperti mulai memberikan anak tugas masing-masing untuk membersihkan rumah ketika anak makin bertambah besar.

Anak-anak dari pengasuhan otoritatif cenderung lebih ceria, mandiri , mampu mengontrol diri, beradaptasi dengan stress dan bekerja sama dengan orang yang lebih dewasa. Mereka akan lebih berpeluang berhasil, berprestasi dalam akademis sehingga lebih disukai teman sebaya dan guru.

Pantaskah untuk memberikan arahan terus menerus?

Pantaskah untuk memberikan arahan terus menerus?

2. Pengasuhan otoritarian

Pengasuhan tipe ini adalah pengasuhan yang otoriter dan orangtua bersikap kurang responsif terhadap kebutuhan anak untuk dialog. Orangtua banyak menaruh harapan yang tinggi agar anak mematuhi aturan dan arahan tanpa adanya penjelasan. Dan jika tidak dilakukan maka orangtua cenderung menjatuhi hukuman pada anak dengan kekerasan fisik, verbal atau emosional terhadap anak.

Anak-anak dari pengasuhan otoritarian biasanya kurang gembira, mudah takut dan cemas. Rasa ingin tahu dan spontanitas mereka sangat kurang. Cara mengasuh anak otoriter akan membuat anak kurang percaya diri, lebih suka menarik diri dalam pergaulan dan kurangterampil dalam komunikasi, Mereka cenderung akan melakukan sesuatu yang tidak menyenangkan orangtua saat mereka dewasa, seperti menyalahgunakan obat-obatan, alkohol atau seks bebas. Bahkan kemungkinan juga akan menikahi pasangan yang tidak disetujui oleh orangtua dan lebih memilih untuk menjauhi orangtua mereka kala mereka sudah dewasa.

Khawatir anak mungkin tidak menyukai Anda karena dilarang?

Khawatir anak mungkin tidak menyukai Anda karena dilarang?

3. Pengasuhan indulgent

Pengasuhan tipe ini adalah kebalikan dari pengasuhan otoritarian, karena lebih bersifat tanpa arahan dan serba boleh. Orangtua dengan cara mengasuh ini selalu mencurahkan kehangatan yang  berlebihan, serta memberikan semua keinginan anak agar anak menyukai mereka, namun dengan sedikit kontrol.

Anak-anak dari cara pengasuhan tipe ini, cenderung akan mendominasi, sukar dikontrol dan cenderung selalu menyalahkan orang lain. Tak heran anak-anak dengan pengasuhan serba boleh akan kesulitan memperoleh teman, tidak dapat bertanggung jawab dan akan menempel terus dengan orangtua hingga dewasa.

Baikkah mengiyakan semua keinginan anak?

Baikkah mengiyakan semua keinginan anak?

4. Pengasuhan neglectful

Dalam pengasuhan ini orangtua tidak terlibat dalam kehidupan anak atau bisa dikatakan tidak memperdulikan anak, sehingga ada jarak antara orangtua dan anak. Orangtua masih menyediakan kebutuhan dasar anak, tapi tidak memberikan dukungan, kontrol dan nasihat.

Jenis mengasuh anak seperti ini akan membuat anak menjadi tidak matang dan memiliki harga diri yang rendah. Mereka cenderung cepat depresi, antisosial dan terlibat dalam perilaku seksual

Baca juga artikel menarik lainnya yang berhubungan dengan cara mengasuh:

  • Cara Mengasuh Anak dengan Penuh Kasih Sayang
  • Cara Mengasuh Anak, Disiplin atau Memanjakan?
  • Mengasuh Anak tanpa Stress
Cerita mitra kami
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Yenny The

  • Halaman Depan
  • /
  • Keluarga
  • /
  • Apakah Cara Mengasuh Anak yang Saya Terapkan Sudah Benar?
Bagikan:
  • Catat! 50 Arti Telinga Berdenging Menurut Primbon Jawa dan Sisi Medis

    Catat! 50 Arti Telinga Berdenging Menurut Primbon Jawa dan Sisi Medis

  • Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

    Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

  • 11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

    11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

  • Catat! 50 Arti Telinga Berdenging Menurut Primbon Jawa dan Sisi Medis

    Catat! 50 Arti Telinga Berdenging Menurut Primbon Jawa dan Sisi Medis

  • Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

    Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

  • 11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

    11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti