TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Apakah Anda Mendidik Anak Menjadi Calon Koruptor?

Bacaan 3 menit
Apakah Anda Mendidik Anak Menjadi Calon Koruptor?

Tak ada orangtua yang ingin anaknya menjadi koruptor. Sayangnya seringkali tanpa kita sadari, kita telah menanamkan bibit-bibit jiwa koruptor pada anak.

Tanpa disadari kita seringkali mendidik anak menjadi calon koruptor

Tanpa disadari kita seringkali mendidik anak menjadi calon koruptor

Tak ada satupun orangtua yang menginginkan anaknya kelak menjadi seorang koruptor. Namun sayang dalam praktek keseharian, seringkali tanpa kita sadari, kita telah menanamkan bibit-bibit jiwa koruptor pada anak. Kita telah mendidik calon-calon koruptor masa depan.

Bagaimana cara kita mendidik calon koruptor?

Berikut hal-hal yang seringkali kita lakukan, baik disadari atau tidak, akan membuat anak kehilangan kepercayaan pada sikap-sikap moral dan berproses menjadi seorang koruptor.

1. Berbohong

Tanpa kita sadari kebohongan-kebohongan kecil yang kita anggap lumrah dan tak bermasalah, akan membuat anak terbiasa dengan ketidakjujuran. Misalnya, “Aduh, Ibu tidak punya uang.” Padahal uang di dompet masih banyak. Dan anak mengetahuinya dengan pasti bahwa ibunya telah berbohong.

Kebohongan demi kebohongan yang sering kita lakukan merupakan prilaku yang mengendap pada kepribadian anak, kelak anak akan terbiasa melakukan kebohongan yang lebih besar.

2. Rasa kasihan yang berlebihan

Hati siapa yang tidak luluh mendengar suara tangisan buah hatinya. Tangisan ini pula yang sering menimbulkan rasa kasihan yang berlebihan. Sehingga kita sering mengabulkan permintaan anak yang menjadikan tangisannya sebagai senjata.

Misalnya, “Ayo jangan menangis lagi. Nanti Mama belikan boneka panda besar seperti yang adik idam-idamkan.”

Pada saat itu anak belajar untuk menggunakan tangisannya agar mendapatkan apa yang ia inginkan. Dan tidak belajar menahan diri untuk mengatasi kekecewaannya.

Baca juga : Queen/King of Drama, Reaksi Emosi Balita yang Berlebihan

3. Menyogok

Pernahkah kita menyogok anak agar melakukan sesuatu untuk menutupi kesalahan yang telah kita lakukan? Misalnya, “Dek, nanti kalau Papa bertanya siapa yang memecahkan gelas kesayangannya, Adek bilang, kucing ya. Nanti Mama belikan es krim yang besar.”

Atau pernahkah kita mengajak anak mengunjungi rumah gurunya dan memberikan berbagai hadiah agar anak menduduki peringkat pertama di kelasnya?

Prilaku-prilaku semacam inilah yang membuat anak terbiasa dengan berbagai kasus suap-menyuap dalam lingkungan kerjanya di masa mendatang.

4. Tidak membiarkan anak menerima sesuai dengan kemampuannya

Memiliki anak yang pintar dan berprestasi merupakan kebanggaan semua orangtua. Untuk mendapatkan nilai yang tinggi, banyak orangtua yang membiarkan anaknya melakukan kecurangan.

Contohnya : mencontek dan  membantu anak agar memperoleh kunci jawaban untuk ujian tingkat nasional.

Hal ini juga terjadi pada saat penerimaan siswa baru pada sekolah-sekolah lanjutan, di mana orangtua berbondong-bondong mengupayakan agar anak bisa diterima di sekolah tersebut dengan jalan memberi sogokan pada pihak-pihak tertentu.

Sikap permisif semacam ini kelak dikemudian hari akan memudahkan anak melarikan diri dari tanggung jawab. Ia kelak akan dengan mudahnya mengelak dari tuntutan-tuntutan kerja. Anak tak terbiasa menerima konsekuensi atas apa yang telah dilakukannya.

Nah, Parents,  untuk memutuskan mata rantai korupsi yang sudah menggurita, alangkah baiknya bila kita mulai mengurangi melakukan kesalahan-kesalahan kecil dalam mendidik buah hati agar anak tumbuh dan berkembang menjadi figur yang berguna bagi masyarakat dan terhindar dari prilaku korupsi.

Baca juga artikel menarik lainnya:

Bagaimana Meningkatkan EQ Agar Anak Lebih Sukses di Kemudian Hari?

Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan Orangtua

Cerita mitra kami
Tak Selalu Sama, Ini Cara Mendidik Anak Sesuai Umur
Tak Selalu Sama, Ini Cara Mendidik Anak Sesuai Umur
Kenali 5 Sifat dan Karakter Anak, Si Kecil Termasuk yang Mana?
Kenali 5 Sifat dan Karakter Anak, Si Kecil Termasuk yang Mana?
Yuk, Ajak Anak Main di Luar Ruangan. Ini 5 Manfaatnya, Parents!
Yuk, Ajak Anak Main di Luar Ruangan. Ini 5 Manfaatnya, Parents!
Mengenal Susu Protein Terhidrolisis Parsial untuk Menurunkan Risiko Alergi Sejak Dini
Mengenal Susu Protein Terhidrolisis Parsial untuk Menurunkan Risiko Alergi Sejak Dini

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Liza P. Arjanto

  • Halaman Depan
  • /
  • Balita
  • /
  • Apakah Anda Mendidik Anak Menjadi Calon Koruptor?
Bagikan:
  • Waspada! Ini Dampak Jika Imunisasi Terlambat atau Tidak Lengkap

    Waspada! Ini Dampak Jika Imunisasi Terlambat atau Tidak Lengkap

  • 61 Lagu Anak-anak Bahasa Indonesia dan Inggris, Lengkap dengan Lirik!

    61 Lagu Anak-anak Bahasa Indonesia dan Inggris, Lengkap dengan Lirik!

  • 60 Kumpulan Hadis Pendek yang Mudah Dihafal untuk Anak

    60 Kumpulan Hadis Pendek yang Mudah Dihafal untuk Anak

  • Waspada! Ini Dampak Jika Imunisasi Terlambat atau Tidak Lengkap

    Waspada! Ini Dampak Jika Imunisasi Terlambat atau Tidak Lengkap

  • 61 Lagu Anak-anak Bahasa Indonesia dan Inggris, Lengkap dengan Lirik!

    61 Lagu Anak-anak Bahasa Indonesia dan Inggris, Lengkap dengan Lirik!

  • 60 Kumpulan Hadis Pendek yang Mudah Dihafal untuk Anak

    60 Kumpulan Hadis Pendek yang Mudah Dihafal untuk Anak

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti