Sering Taruh Dompet di Saku Celana? Waspada Saraf Rusak Akibat Hip Pocket Syndrome

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Hip Pocket Syndrome adalah kondisi saraf tulang belakang yang terganggu. Hal ini disebabkan oleh dompet di saku belakang celana, yang menekan saraf di pantat saat duduk/berkendara.

Hip pocket syndrome belum banyak diketahui orang, padahal penyebabnya sering dilakukan terutama oleh para pria. Mereka yang biasa membawa dompet di saku belakang celana saat duduk, atau berkendara, memiliki risiko tinggi terkena penyakit ini.

Apa itu Hip Pocket Syndrome?

Sumber: Sehatmagz.com

Hip Pocket Syndrome (HPS) terjadi akibat tekanan dompet pada saraf yang terletak di bagian pantat. Tekanan ini memengaruhi saraf tulang belakang, panggul dan selangkangan. Perbedaan posisi duduk bisa dilihat pada ilustrasi di atas.

Banyak orang yang tidak menyadari hal ini, karena tubuh beradaptasi dengan tonjolan yang diakibatkan oleh dompet. Sayangnya, tubuh beradaptasi secara negatif sehingga menimbulkan dampak jangka panjang.

Tekanan yang disebabkan oleh dompet akan memengaruhi saraf panggul (saraf sciatic), hal ini memicu sakit di bagian kaki, rasa kebas, bahkan rasa geli.

HPS memengaruhi saraf panggul yang bisa menyebabkan sakit di sekujur kaki. Sumber: Sehatmagz.com

Para ahli mengatakan, pria yang duduk dengan dompet di saku belakang celana mereka, memiliki risiko rusaknya saraf-saraf kunci akibat tekanan dari dompet. HPS juga sering disebut sebagai wallet neuropathy.

Karena panggul dan pinggul merupakan fondasi dari tulang belakang, semua yang berada di fondasi tersebut akan terkena dampak dari tekanan ini. Jika Anda menyimpan dompet di saku kanan, maka akan mencipta sisi kanan lebih tinggi dari sisi kiri, posisi tulang punggung jadi tidak seimbang.

Tubuh secara otomatis akan berusaha menyesuaikan kondisi ini, dengan cara menarik tulang punggung sebelah kiri ke sisi dimana dompet berada, agar posisi lebih seimbang. Kepala juga mungkin akan tertarik ke satu sisi, untuk membuat mata tetap selevel dengan lantai.

Begitu juga ketika Anda menyimpan dompet di sisi lain, dua bagian tulang panggul akan berputar sedikit, karena tekanan terus menerus di satu sisi tubuh. Ini bisa memicu terjadinya disfungsi sendi sacroiliac.

Dampak jangka panjang bisa mengakibatkan tekanan pada tulang punggung dan postur tubuh, hingga menimbulkan rasa sakit.

Bila sudah parah, penderita tidak akan merasa nyaman saat berjalan, duduk, atau berbaring. Dan hanya bisa berdiri tegak untuk mengurangi rasa sakit.

Siapa yang berisiko terkena Hip Pocket Syndrome

Yang paling berisiko terkena sindrom ini adalah para pria yang berkendara dengan menyimpan dompet di saku belakang celana mereka.

Julian Firth, seorang psikoterapis di Essex menyatakan, “Saya melihat ada banyak pasien yang datang ke klinikku untuk merawat kondisi HPS. Rekan seprofesi saya juga menyadari ada peningkatan jumlah pasien dalam kasus penyakit ini.”

Kondisi HPS dipicu oleh dompet yang menekan saraf di bagian belakang tubuh. Dalam jangka panjang, HPS bisa menyebabkan sciatica (kondisi nyeri pada punggung bawah hingga telapak kaki).

Para ahli psikoterapi menyarankan, agar penderita HPS tidak menyimpan dompet di saku belakang celana. Pada beberapa kasus, ini saja cukup untuk menghentikan rasa sakit. Tetapi, pada kasus yang parah, perlu perawatan dari ahli saraf.

“Siapapun yang merasa dia menderita HPS, segeralah menghubungi psikoterapis untuk nasihat dan latihan guna menghilangkan rasa sakit,” ujar Dr. Julian Firth.

“Cara paling sederhana untuk melindungi diri dari HPS adalah, dengan tidak menyimpan dompet di saku belakang celana. Taruh dompet di jaket atau tempat lain,” tambahnya.

Sehat itu mahal harganya, oleh karena itu disarankan agar menyimpan dompet di saku jaket atau di dalam tas. Selain menghindari terkena HPS, juga mengurangi risiko dompet Anda diambil pencuri kan.

 

Referensi: When in Manila, BBC, Stock Tonchiroparctic

Baca juga:

Apakah Telapak Tangan dan kaki Sering Kedinginan? Waspadai Sindrom Raynaud

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Kesehatan