TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Angka Positif dan Kematian COVID-19 Kian Bertambah, Tepatkah Menerapkan New Normal?

Bacaan 4 menit
Angka Positif dan Kematian COVID-19 Kian Bertambah, Tepatkah Menerapkan New Normal?

Angka kematian dan sembuh Corona di Indonesia pada bulan Juni melewati Mei 2020. Lalu, apakah dari data ini sudah tepat untuk menerapkan new normal?

Pandemi COVID-19 di Indonesia belum juga usai, terbukti dengan terus bertambahnya pasien positif hingga angka kematian dan sembuh Corona. Terutama pada bulan Juni yang merupakan awal pemberlakuan era new normal di sejumlah daerah.

Berdasarkan update terakhir pada Minggu (21/06), jumlah pasien meninggal yaitu 2.465 orang, sedangkan pasien sembuh 18.404 orang. Sejak awal bulan Juni hingga 21 Juni, pertumbuhan angka kematian pasien COVID-19 mencapai 852 kasus.

Penambahan tertinggi terjadi pada 15 Juni, yaitu sebanyak 64 orang. Apabila dibandingkan dengan bulan Mei yang terdapat 821 kasus, tentu saja jumlah kumulatif di bulan ini lebih banyak.

Angka kematian itu juga terus meningkat sejak awal penyebaran Virus Corona di Indonesia pada Maret 2020 yang sebanyak 136 kasus, serta April ada 656 kasus. Sadar atau tidak, peningkatan terjadi hampir enam kali lipat.

Artikel Terkait : KPAI: Kelompok Usia Anak Masih Belum Jadi Prioritas Deteksi Dini COVID-19

angka kematian dan sembuh corona

Begitu juga dengan jumlah pasien positif yang kian bertambah dari hari ke hari. Sampai 21 Juni, jumlah kumulatif kasus positif COVID-19 telah mencapai 45.891 orang yang tersebar di banyak daerah Indonesia, salah satunya ibu kota Jakarta.

Walau demikian, jumlah pasien yang sembuh pun ikut meningkat. Sejak tanggal 1 sampai 21 Juni, jumlah pasien sembuh sudah mencapai 11.096 orang. Angka pasien sembuh tertinggi terjadi pada 14 Juni, yaitu sebanyak 755 orang.

Kendati belum sampai akhir bulan, tapi jumlah kumulatif pasien sembuh di bulan Juni ini meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan pada bulan Mei yang sebanyak 5.786 orang. Bahkan, angka tersebut bertambah signifikan jika dibandingkan bulan Maret yakni 81 orang dan April sebanyak 1.441 orang.

Di Samping Angka Kematian dan Sembuh Corona Meningkat, Presiden Ingin Kurva Positif COVID-19 Menurun

angka kematian dan sembuh corona

Mengutip dari situs CNN Indonesia, beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo berharap kurva kasus positif COVID-19 di Indonesia bisa turun pada Mei 2020 dengan  cara apapun. Namun sayangnya, kondisi yang terjadi justru terbalik.

Kasus positif COVID-19 sepanjang Mei lalu meningkat dua kali lipat dari April 2020. Berbarengan dengan jumlah kasus yang kian banyak dan menandakan penyebaran Virus Corona belum mereda, kala itu pemerintah justru tengah bersiap memulai tatanan kehidupan baru atau new normal.

Sejumlah kepala daerah pun mulai melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Padahal, menurut beberapa ahli, tindakan yang diambil pemerintah belum sepenuhnya tepat, karena Indonesia masih belum aman dari COVID-19.

Pandangan Ahli tentang Pemberlakuan New Normal

angka kematian dan sembuh corona

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia dr. Iwan Ariawan menganggap pemberlakuan new normal memiliki risiko tinggi. Terlebih jika menilik kepada aturan yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO).

“Seharusnya, mengacu kepada persyaratan WHO, kalau kondisi jumlah kasus tidak naik selama dua minggu itu baru bisa dilonggarkan. Bahkan ada beberapa negara yang menetapkan pelonggaran dilakukan kalau sudah menurun selama satu bulan,” jelas Iwan.

“Jadi sekarang kondisi di Indonesia belum aman untuk keluar dan bergerak, risikonya masih tinggi,” sambung Iwan menjelaskan, mengutip dari CNN.

Senada dengan itu, Dr Panji Hadisoemarto MPH selaku dosen Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran juga memberikan pernyataan yang serupa.

Artikel Terkait : UNICEF: 80 Juta Anak Indonesia Berisiko Terkena Dampak Jangka Panjang dari COVID-19

Angka Positif dan Kematian COVID-19 Kian Bertambah, Tepatkah Menerapkan New Normal?

Menurut Panji, keputusan membuka ruang publik untuk masuk dalam kondisi new normal harus dilakukan dengan pertimbangan matang yang tetap memerhatikan risiko penularan Virus Corona.

“Menurut saya, kapannya (new normal diberlakukan) harus diputuskan setelah, bukan sebelum asesmen risikonya selesai,” ujar Panji beberapa waktu lalu, mengutip dari Kompas.

Panji menambahkan, keadaan new normal tidak bisa diberlakukan untuk keseluruhan wilayah Indonesia. Keputusan harus menyesuaikan data yang ada di setiap daerah, karena kondisi dan keadaan yang berbeda-beda.

“Jadi, kota mana yang masuk new normal di bulan Juni? Tidak bisa dibilang Indonesia mau masuk new normal bulan Juni, terlalu heterogen,” ucapnya.

“Serta persyaratan pelonggaran dan pembukaan ruang publik telah disetujui berdasarkan perhitungan epidemiologi,” imbuh Panji menjelaskan.

Lantas bagaimana menurut Parents, melihat perbandingan jumlah kasus positif, serta angka kematian dan sembuh Corona di Indonesia, apakah sejumlah daerah sudah tepat menerapkan new normal?

Baca Juga :

Panduan New Normal Bagi Pekerja Agar Keluarga Tetap Aman dari COVID-19

Cerita mitra kami
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Tren Parenting 2026: Orang Tua Tak Lagi Cari Murah, tapi Aman & Terpercaya
Tren Parenting 2026: Orang Tua Tak Lagi Cari Murah, tapi Aman & Terpercaya
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Finna Prima Handayani

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Angka Positif dan Kematian COVID-19 Kian Bertambah, Tepatkah Menerapkan New Normal?
Bagikan:
  • 10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

    10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

  • 10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

    10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

  • Doa untuk Melembutkan Hati Suami, Amalkan Setiap Hari, Bun!

    Doa untuk Melembutkan Hati Suami, Amalkan Setiap Hari, Bun!

  • 10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

    10 Doa Kristen untuk Keluarga, Bimbingan agar Berada di Jalan Benar

  • 10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

    10 Doa untuk Suami yang Sudah Meninggal untuk Dipanjatkan

  • Doa untuk Melembutkan Hati Suami, Amalkan Setiap Hari, Bun!

    Doa untuk Melembutkan Hati Suami, Amalkan Setiap Hari, Bun!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti