8 Hal yang terjadi pada tubuh dan otak anak saat tidur

lead image

Dalam masa tumbuh kembang si kecil, waktu anak tidur adalah saat-saat yang penting untuk mendukung pertumbuhan fisik dan otaknya.

Tidur tidak hanya berfungsi sebagai ajang istirahat, terutama bagi anak yang masih dalam proses tumbuh kembang. Waktu anak tidur, fisik dan otaknya tumbuh dan berkembang sesuai tahapan usianya.

Kiran Maski, M.D., seorang pediatrik di bidang neurologi di Boston Children’s Hospital mengatakan, “Beberapa penelitian yang sedang berkembang, mengungkap bahwa tidur yang cukup sangat krusial untuk kesehatan fisik, kognitif dan emosional anak. Selain itu, kurang tidur juga bisa menyebabkan anak rentan terkena penyakit tekanan darah tinggi, obesitas, resistensi insulin, gangguan emosi, dan masih banyak lagi.”

Bila anak rewel tidak mau tidur, Parents harus bisa membujuk atau menggunakan cara kreatif membuat anak tidur. Karena tidur sangat penting dalam masa tumbuh kembangnya. 

Artikel terkait: Cara unik agar bayi cepat tidur, dijamin langsung lelap!

8 Hal yang terjadi saat anak tidur

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/09/504562 620.jpg 8 Hal yang terjadi pada tubuh dan otak anak saat tidur
1. Menyimpan informasi

Selama anak tidur, otaknya bekerja menyimpan dan menyerap seluruh informasi yang ia dapatkan sepanjang hari. Otaknya juga menyaring segala informasi yang ia temui, membuang yang tidak ia butuhkan dan menyimpan apa yang ia perlukan.

Pada bayi, kebiasaan tidur yang lama disebabkan oleh paparan informasi yang serba baru baginya, sehingga dia butuh istirahat yang sering agar otak kecilnya bisa memproses semua informasi tersebut. 

Penelitian tentang hewan di NYU Langone Health menyatakan, selama periode tidur lelap, sel-sel di dalam otak yang berperan dalam proses belajar menjadi aktif. Sel ini juga menfasilitasi pertumbuhan saraf koneksi, sehingga bisa membuat otak menyimpan kenangan lebih lama. 

Reut Gruber, Ph.D., seorang psikolog dan direktur di Attention Behavior and Sleep Lab di Douglas Mental Health University Institute, memimpin sebuah penelitian yang mengkaji manfaat tidur untuk anak.

Dia menemukan fakta bahwa anak usia 7-11 yang memiliki tidur cukup setiap malam, memiliki nilai yang lebih tinggi dalam pelajaran matematika dan bahasa.  

2. Bertambah tinggi

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/09/anak tidur 1.jpg 8 Hal yang terjadi pada tubuh dan otak anak saat tidur

Manfaat anak tidur untuk pertumbuhan tulangnya.

Ken Noonan, M.D., dokter anak dan ahli tulang di American Family Children’s Hospital mengatakan, bahwa tulang-tulang di tubuh anak melakukan pertumbuhan di saat malam ketika anak sedang tidur.

Penelitian yang dia lakukan pada bayi domba, mengungkap bahwa tulang tidak tumbuh ketika domba tersebut sedang berdiri. Tapi ketika dombanya berbaring untuk tidur, saat itulah tulangnya bertumbuh. Dr. Noonan berpendapat bahwa hal yang serupa juga terjadi pada manusia. 

3. Menjalin ikatan dengan teman dan keluarga

Mimpi yang dialami anak saat sedang tidur berimbas pada kognitif, kesehatan mental dan pertumbuhan emosional si kecil. Di dalam mimpi tersebut, anak mengembangkan keterikatan dengan orang yang dikenalnya.

Mimpi dengan anggota keluarga akan melekat pada anak dan membuatnya memiliki ikatan emosi dengan anggota keluarga tersebut.

4. Menjaga nafsu makan 

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/09/kid sleep 1536086008.jpg 8 Hal yang terjadi pada tubuh dan otak anak saat tidur

Anak tidur cukup bisa menjaga nafsu makannya dengan baik.

Saat anak tidur, keseimbangan hormon ghrelin dan leptin terjaga. Kedua hormon ini berperan dalam mengatur tubuh kapan harus makan dan kapan harus berhenti.

Saat anak tidak mendapat waktu tidur yang cukup, keseimbangan kedua hormon ini terganggu. Sehingga anak menjadi makan lebih banyak, dan risiko mengalami obesitas makin tinggi.

5. Anak tidur, konsentrasinya lebih terjaga

Lisa Medalie, Psy.D., direktur Pediatric Insomnia Program di The University of Chicago mengatakan, “Banyak penelitian yang menunjukkan, jika memberikan tes kognitif pada anak kurang tidur dan tidak menderita ADHD, hasil performa mereka akan mirip dengan anak yang memiliki ADHD. Hal ini karena kualitas tidur yang buruk mengakibatkan gangguan konsentrasi dan hiperaktivitas.”

6. Jantung anak menjadi makin kuat

Elizabeth Cespedes Feliciano, Sc.D., seorang pakar epidemiologi penyakit kronis mengatakan, “Tidur yang cukup membantu melindungi anak dari faktor risiko penyakit jantung, seperti tekanan darah tinggi, dan resistensi insulin. Durasi tidur yang pendek meningkatkan level C-reactive protein yang berperan dalam penyakit tekanan darah tinggi dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.”

7. ‘Isi ulang’ sistem imun

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/09/sleep child 1536085283.jpg 8 Hal yang terjadi pada tubuh dan otak anak saat tidur

Pada malam hari, otak anak melepaskan senyawa kimia yang mendukung pemulihan sistem kekebalan tubuh. Termasuk cytokines, yakni molekul yang memandu sel imun ke area tubuh yang mengalami infeksi atau peradangan. 

Sebuah penelitian di Jerman mengungkap bahwa mereka yang tidur cukup sebelum menjalani vaksinasi, memiliki sistem imun yang lebih kuat dua kali lipat dibandingkan mereka yang kurang tidur.

Kualitas tidur yang kurang juga meningkatkan hormon kortisol penyebab stres, yang bisa menurunkan aktivitas sistem imun dan menyulitkan proses penyembuhan.

8. Menenangkan diri

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/09/sleep 1536086366.jpg 8 Hal yang terjadi pada tubuh dan otak anak saat tidur

Dua area di otak anak yang berperan dalam regulasi emosi (amygdala dan ventral medial prefrontal cortex), berinteraki saat anak sedang tidur.

Hal ini membantu proses pemahaman anak terhadap emosi negatif seperti takut atau cemas yang ia alami di siang hari. Dan bila anak mengalami kurang tidur, regulasi emosinya jadi terganggu. Sehingga dia menjadi rewel dna sering tantrum. 

Anak butuh tidur cukup untuk membantunya mengatasi rasa takut dan cemas yang ia alami dalam kejadian sehari-hari.

*** 

Setelah mengetahui banyak manfaat penting tidur bagi anak, tentunya Parents harus makin kreatif dalam mendorong anak tidur dengan berkualitas.

Semoga bermanfaat.

 

 

Sumber: Parents

Baca juga: 

Manfaat Tidur Untuk Bayi Ternyata Lebih Dari Yang Anda Kira