Balita tewas tercekik tali tirai, peringatan keras bagi orangtua untuk memastikan keamanan rumah

lead image

Bocah dua tahun ini meninggal setelah tercekik gorden di rumahnya

Anak tercekik tali gorden saat sedang bermain

Balita benar-benar imajinatif karena ruang yang amat biasa bisa berubah menjadi tempat bermain menarik ketika dilihat melalui mata mereka. Mereka melihat keajaiban dalam segala hal sehingga mereka tak menyadari bahaya tersembunyi di rumah mereka.

Baru-baru ini di Malaysia, seorang anak tercekik tali tirai ketika ia sedang bermain. Tragedi ini menyoroti pentingnya untuk memastikan rumah Anda cukup aman bagi anak.

Saat ibu tirinya sedang memasak di dapur, anak tercekik tali tirai


Menurut laporan Asia One, bocah dua tahun tersebut sedang bermain-main dengan tali tirai yang digunakan untuk mengikat gorden rumah mereka. Ibu tirinya yang berusia 30 tahun memberinya biskuit dan meninggalkannya sendirian di ruang tamu sehingga bisa memasakkan makanan untuknya.

“Ia kemudian merasa ada yang aneh karena terlalu hening sehingga pergi ke ruang tamu untuk mengecek bocah laki-laki itu. Di sana, sang ibu menemukannya tergantung di belakang tirai,” ujar Mohd Ali Tamby dari kepolisian Ipoh, Malaysia kepada Asia One.

Yang membuatnya ngeri, ia menemukan balita tersebut sudah tidak sadarkan diri. Sang ibu segera menelepon saudara perempuannya dan ayah si bocah sebelum menghubungi hotline darurat setempat untuk minta bantuan.

Ketika ambulans sedang dalam perjalanan, ia melakukan CPR pada anak tirinya sembari mengikuti instruksi di telepon. Saat saudara perempuannya tiba, mereka dengan panik mencari-cari nadi ketika susu menetes dari mulut sang balita.

Tim medis segera tiba dan mencoba melakukan CPR juga tetapi tidak berhasil. Balita tersebut dinyatakan meninggal saat tiba di Rumah Sakit Raja Permaisuri Bainun.

Menurut hasil laporan forensik, anak meninggal karena ‘tekanan di leher seperti habis digantung’.

Ayah anak tersebut berusia 33 tahun dan merupakan seorang dosen di sebuah universitas. Ia sedang bekerja ketika kecelakaan terjadi.

Ia memiliki anak lain, seorang anak perempuan berusia 5 tahun yang sedang bersekolah di TK dekat rumah. Ibu kandungnya meninggal karena kanker payudara pada bulan Februari 2017.

Anak tercekik tali tirai: Apa yang Parents harus ketahui tentang potensi bahaya ini

anak tercekik tali tirai 1

Setiap harinya dua orang anak tercekik tali tirai dan dikirim ke UGD. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics, sekitar 17.000 anak-anak di bawah usia 6 tahun menderita luka atau bahkan mengalami kematian yang berhubungan dengan jendela sejak tahun 1990 hingga 2015.

“Meskipun ada standar keamanan untuk tirai jendela, produk ini terus menimbulkan risiko cedera pada anak-anak,” seperti yang diungkapkan dalam penelitian. Risiko cedera dan kematian akibat tali tirai tidak bisa diabaikan.

Ini yang bisa dilakukan orangtua untuk menghindari risiko anak tercekik di rumah

“Seorang anak yang memiliki rasa ingin tahu yang besar dapat dengan cepat terjerat  dalam tirai jendela,” ujar Dr. Gary Smith dari Nationwide Children’s Hospital kepada USA Today. “Hal ini dapat menyebabkan anak tercekik selama beberapa menit dan orangtua mungkin tidak mendengar apa-apa karena anak sering tidak dapat bersuara saat kejadian.”

Inilah yang dapat orangtua lakukan untuk melindungi anak Anda dari bahaya terceik tali tirai.

  • Ganti tirai Anda tanpa menggunakan tali gorden. Ganti semua tali atau kabel sehingga tidak dapat diakses oleh anak atau gunakan tirai tanpa tali yang menggantung longgar.
  • Pindahkan semua furnitur menjauhi jendela. Jangan tempatkan boks bayi, sofa, tempat tidur, dan perabotan lain yang dapat dipanjat anak. Pindahkan ke area dinding tanpa jendela.
  • Pastikan semua laci terkunci untuk menghindari anak menarik laci hingga terjatuh dan menimpanya.
  • Cek lagi setiap sudut rumah dan bersihkan dari benda yang berpotensi membuat anak tercekik. Periksa bagian rumah terutama area di mana anak paling banyak menghabiskan waktunya. Singkirkan semua tali yang menggantung, kabel charger, dan benda-benda lain yang berpotensi membahayakan keselamatan anak.

Baca juga:

Parents, jauhi 8 mainan berbahaya ini dari jangkauan anak