TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Menyedihkan! Sebelum bunuh diri, gadis remaja ini membuat 4 surat wasiat

Bacaan 4 menit
Menyedihkan! Sebelum bunuh diri, gadis remaja ini membuat 4 surat wasiat

Sebelum anak remaja bunuh diri dengan menggantung diri, gadis berprestasi ini menuliskan empat surat wasiat untuk keluarganya.

Kabar menyedihkan kembali hadir. Selasa lalu (29/5/2018) seorang anak remaja bunuh diri di kamar kost.

Peristiwa ini terjadi di kota Blitar. Dikutip dari detik.com, siswi berinisial EP, yang berusia 16 tahun, ini tergolong anak yang cerdas dan pendiam. Terbukti dari nilai ujian yang bagus, rata-rata sekitar 89.

Meskipun begitu, kabar beredar penyebab yang mendorong EP melakukan aksi bunuh diri dikarenakan dirinya khawatir tidak bisa masuk SMA favorit di Blitar, yaitu SMAN 1 Kota Blitar.

Seperti yang dikatakan Sandy salah seorang teman sekelas korban, “Cuma beberapa hari ini dia bilang stres. Soalnya nilainya turun semua. Dia juga takut nggak diterima di SMAN 1 Kota Blitar, soalnya dia kan anak kabupaten.”

Meskipun nilai korban diketahui tinggi, namun ternyata untuk memasuki SMAN pilihannya juga dipengaruhi oleh sistem zonasi.

Diketahui, setelah lulus SD, EP memutuskan untuk melanjutkan SMP negeri di kota Blitar dan hidup mandiri dengan tinggal di kost. Sementara orangtua EP berdomisili di Kecamatan Sregat, Kabupaten Blitar.

Baca juga : Penelitian: Kematian Orangtua Bisa Memicu Anak Bunuh Diri

Sejak tinggal di kost, EP pun dekat dengan MY (65), seorang ibu yang mengasuhnya sejak ia tinggal di rumah kost. EP biasa menyapa MY, Maklek.

Sebelum peristiwa tragis itu terjadi, korban sempat meminta dibelikan lauk. Siapa sangka, setelah pulang membelikan lauk,  Maklek malah menemukan korban telah tergantung di kayu rangka pintu kamarnya.

“Emaknya disuruh beli lauk di sekitar rumah ini. Kebetulan keluar dari rumah kost itu bersamaan saat saya keluar di teras,” kata seorang tetangga kost, bernama Titeng Perdamaian.

Titeng mendengar Maklek berteriak sangat keras sambil menyebut-nyebut nama korban. Sejurus kemudian Titeng menghampiri, dan menemukan kalau EP sudah tidak bernyawa.

Sebelum bunuh diri, EP sudah menyiapkan surat wasiat

Yang menyedihkan, sebelum melakukan aksi bunuh diri, EP sudah menyiapkan surat wasiat. Bukan 1 tapi 4 surat wasiat. Surat pertama berisikan biodata korban. EP juga meminta maaf dan berterima kasih kepada keluarganya di surat itu.

Sedangkan surat kedua ditujukan untuk orangtuanya, ia berpesan pada ibunya supaya segera mengkremasi jasadnya.

Dalam suratnya, EP pun meminta keluarga tidak memasang bendera putih di depan rumah sebagai tanda ada yang meninggal dunia. Ia juga meminta ibunya, yang seorang dokter, tak membuka praktik hingga lebaran.

EP juga meminta maaf kepada keluarga pemilik kost karena menggunakan tempat tersebut untuk mengakhiri hidupnya.

Dalam surat ketiga, korban menulis ucapan terima kasih dan minta maaf kepada Maklek, pengasuhnya.

Surat terakhir EP meminta kepada Maklek untuk tidak memanggil orang di sekitar lokasi kejadian dan segera menghubungi nomor telepon RSUD Mardi Waluyo Blitar.

anak remaja bunuh diri

Sampai saat ini, pihak kepolisian sudah memastikan kalau penyebab EP meninggal memang karena gantung diri. Tak ada tanda-tanda penyebab lain berdasarkan hasil visum luar.

Namun, hal yang mendorong dirinya melakukan aksi bunuh diri masih perlu didalami lebih lanjut. Pihak kepolisian telah mengonfirmasi ke ibunda EP, katanya, memang ada faktor lain yang mendorong EP mengakhiri hidup.

“Keterangan dari ibu dan kakak kandung yang bersangkutan, memang mereka ada masalah keluarga. Namun bukan wewenang kami menjelaskannya. Jadi motifnya, yang bersangkutan ini depresi dengan berbagai tekanan mulai masalah keluarga, prestasi di sekolah menurun sampai ketakutan tidak diterima di sekolah favorit. Kompleks pokoknya,” kata Kasatreskrim Polresta Blitar AKP Heri Sugiono kepada detikcom.

Racmad Widiharto selaku psikolog menilai bahwa peristiwa yang melatarbelaki anak remaja bunuh diri seperti halnya EP, disebabkan oleh berbagai faktor.

“Dalam psikologi ada tiga aspek, yakni IQ, EQ dan SQ. Kalau dilihat dari intelektualnya anak ini memang bagus karena bisa masuk SMPN favorit di Kota Blitar. EQ-nya atau orang Jawa bilang mbeneh, hubungan antar sesama manusia kurang dengan orang tua. Dan SQ, keimanan. Saya melihat kasus ini terjadi karena tidak seimbangnya ketiga aspek itu. Dan ketiga aspek itu porsi terbesar ada di tangan orang tua, bukan sekolahnya,” jelas Rachmad kepada detikcom.

Ia melanjutkan, idealnya usia anak remaja seperti korban yang tinggal berjauhan dari orangtua tentu bukan perkara yang mudah. Meskipun ada yang mendampingi, namun komunikasi dan kedekatan orangtua dengan anak tetap tidak bisa tergantikan.

Melihat dari surat wasiat yang sudah dibuat, psikolog dari lembaga Lazuardi ini menilai kalau adanya kekosongan ruang cinta dalam pribadi EP.

Sementara Anna Surti Ariani, SPsi, MPsi, Psi, psikolog dari Klinik Terpadu Universitas Indonesia mengatakan bahwa kondisi anak remaja bunuh diri memang sering tidak memperlihatkan tanda-tanda lebih dulu.

Anak remaja bunuh diri disebabkan karena remaja memiliki emosi fluktuatif, yang kadang sulit dipahami oleh orang-orang di sekitarnya. Selain itu, saat sedang mengalami depresi, seseorang anak remaja memiliki pola atau cara berpikir yang semakin berkembang dan terkadang menjadi abstrak.

Untuk mencegah peristiwa bunuh diri pada anak terjadi kembali, salah satu yang bisa dilakukan adalah pihak keluarga diharapkan lebih peduli dan mau mendengarkan setiap keluhan yang dirasakan oleh remaja.

Serta bisa memahami setiap kesulitan yang mereka hadapi, memberikan dukungan dan semangat, menghargai setiap hasil usaha dan keputusan yang diambil. Kenali setiap perubahan yang terjadi pada remaja.

 

Cerita mitra kami
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Baca juga :

Miris! Tangis Ayah ini pecah saat menemukan anaknya gantung diri

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Adisty Titania

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Menyedihkan! Sebelum bunuh diri, gadis remaja ini membuat 4 surat wasiat
Bagikan:
  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti