TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Miris! Tangis Ayah ini pecah saat menemukan anaknya gantung diri

Bacaan 3 menit
Miris! Tangis Ayah ini pecah saat menemukan anaknya gantung diri

Kasus bunuh diri pada anak mengejutkan banyak pihak. Apa sebenarnya motif yang melatarbelakangi anak gantung diri hingga tewas ini?

Nathan Turangan, siswa kelas 5 SDN 1 Imandi, Sulawesi Utara, ditemukan tewas tergantung dengan seutas tali di dapur rumahnya hari Rabu, 7 Februari 2018. Diduga, anak gantung diri karena tak tahan menghadapi perundungan (bullying) dari teman-teman sekolahnya.

Anak gantung diri karena di-bully

Melihat anaknya sudah tiga hari tidak mau sekolah, ayah Nathan, Jefri Fivi Turangan pergi ke warung terdekat untuk berbelanja roti dan sereal.

Rencananya, Fivi akan memakai roti dan sereal sebagai ‘senjata’ untuk membujuk Nathan bersemangat lagi pergi ke sekolah. Fivi amat menyayangi anak semata wayangnya itu.

Menurut laporan, Fivi hanya tinggal berdua dengan anaknya karena istrinya pergi meninggalkan mereka ketika Nathan baru berusia setahun. Sejak itu, Fivi merawat dan membesarkan Nathan sendirian di rumah sederhana yang berdinding kayu dan beratap daun kelapa.

Sepulang dari warung, suara tangisan Fivi pecah ketika mendapati Nathan tergantung dengan tali rafia melilit di leher anaknya. Dengan bergegas, pria yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang tambal ban ini menurunkan tubuh Nathan sambil berteriak minta tolong.

Tetangga berdatangan membantu Fivi membawa Nathan ke puskemas. Sayangnya nyawa Nathan tak tertolong meski tubuhnya masih terasa hangat dan belum mengeras.

Salah seorang tetangga Fivi yang sekaligus adalah rekan kerjanya, Sonny Sondakh, mengatakan, “Kasihan Fivi. Dia menangis histeris, bahkan beberapa kali jatuh ke lantai. Fivi hanya terus menangis sambil memeluk anaknya.”

Artikel terkait: Surat dari Seorang Ibu yang Anaknya Bunuh Diri Setelah dibully Online

Kapolsek Dumoga Timur, Iptu Nico Tulandi membenarkan peristiwa anak gantung diri ini. Menurut Iptu Nico, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh Nathan sehingga kasus ini adalah murni bunuh diri.

Dugaan sementara, Nathan bunuh diri karena sering di-bully oleh teman-temannya sehingga ia tak mau lagi pergi ke sekolah.

“Tadi saya koordinasi dengan kepala sekolahnya. Katanya di sekolah dia sering diejek teman-temannya. Dia merasa minder. Jadi, diduga ia depresi karena di-bully teman-temannya, sehingga mengakhiri hidupnya,” ujar Iptu Nico.

Kami mengungkapkan turut berduka bagi ayah Nathan. Semoga tidak ada lagi kasus anak yang nekat bunuh diri seperti ini…

Agar anak berani membela diri saat di-bully

Tidak ada orangtua yang rela melihat anaknya menjadi korban perundungan. Kita memang tidak bisa terus-menerus selama 24 jam penuh bersama dengan anak.

Namun, Parents bisa membekali anak cara membela diri sendiri untuk mencegah kemungkinan terburuk terjadinya perundungan. Ini bukanlah persoalan balas memukul jika dipukul.

  • Perlihatkan kepercayaan diri. Latih anak untuk memiliki bahasa tubuh yang meyakinkan, berjalan dengan tenang, dan berani melakukan tatap mata, meski ia sedanng merasa ketakutan atau tak percaya diri. Membangun mental adalah kunci utama agar tak ditindas.
  • Membentuk grup pertemanan. Pelaku bullying biasanya menargetkan anak yang sendirian dan tak punya teman. Jika anak Anda tampaknya kesulitan memiliki teman, maka ajari ia caranya menjalin persahabatan meski dengan satu orang saja.
  • Ajari anak untuk peka. Anak harus selalu waspada dengan lingkungan sekitar terutama jika ia merasa ada sesuatu yang tak beres di sekitarnya. Melatih kepekaan dan kewaspadaan menghindarkan anak dari kondisi terpojok dan dikeroyok di tempat sepi.
  • Hindari perkelahian. Katakan pada anak untuk tidak memusingkan omongan yang menyebut bahwa menghindari perkelahian adalah tindakan pengecut. Justru dengan menghindar dari perkelahian, anak bisa mencegah situasi yang lebih buruk terjadi.

Selengkapnya: 9 Strategi Mengajari Anak Membela Diri saat Menghadapi Bullying (Perundungan)

Usahakan agar anak selalu terbuka dengan Anda apapun yang terjadi. Untuk mengecek apa ada sesuatu yang tak beres, minta anak untuk menceritakan hari-harinya di sekolah.

 Yuk, bagikan artikel ini agar semakin banyak orangtua yang memahami betapa besar efek dari bullying terhadap kesehatan mental anak.
Referensi: Tribunnews, Pojok Satu, Manado Post Online

Baca juga:

Dituduh mencuri HP gurunya, anak perempuan ini memutuskan bunuh diri

Cerita mitra kami
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Giasinta Angguni

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Miris! Tangis Ayah ini pecah saat menemukan anaknya gantung diri
Bagikan:
  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
    Cerita mitra kami

    Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti