Anak 7 tahun diperkosa pedofil di Jayapura, polisi masih cari pelakunya

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Semoga pelaku bisa segera ditemukan dan tidak ada lagi pedofil yang dibiarkan bebas berkeliaran.

Kabar duka kembali datang dari bumi Cendrawasih. Seorang anak usia 7 tahun ditemukan dalam kondisi mengenaskan setelah diperkosa oleh seorang pedofil di Jayapura.

Seorang warga bernama Abner Herman Bemey adalah orang yang pertama kali menemukan korban. Saat itu ia baru saja selesai melaksanakan ibadah di rumahnya.

Ia mendengar anjing di jalanan menggonggong kencang. Saat keluar rumah, ia melihat korban berjalan tertatih dalam kondisi bersimbah darah di bagian anusnya.

Sesaat kemudian, korban pingsan di samping rumah yang terletak di jalan Distrik Abepura, Kota Jayapura. Saat itu juga, Abner segera memanggil para warga agar bersama-sama melihat keadaan korban.

Peristiwa yang terjadi pada Sabtu 7 Oktober 2017 lalu ini kontan saja menghebohkan warga.

Artikel terkait: Ini yang dicari predator seksual di media sosial anak.

Warga sempat membawa anak ini ke salah satu rumah penduduk. Kemudian anak malang ini dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Abepura.

Menurut penuturan Kombes Kamal yang dikutip oleh Sindonews, pihak Kepolisian dari Polsekta Abepura segera mencari identitas korban dan menemukan keluarganya. Sementara itu, kepolisian pun berusaha untuk memburu pelaku pedofil di Jayapura yang kemungkinan masih berada di sekitar lokasi.

Penyelidikan kepada korban menemukan fakta bahwa selama ini korban tinggal bersama sang nenek di Abepura setelah kedua orangtuanya bercerai. Pendampingan medis dan psikis telah diberikan pada korban agar korban dapat segera pulih,

Angraimun Arwam, Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Propinsi Papua mengecam keras aksi pedofil di Jayapura tersebut. Ia mengimbau agar polisi dapat menghukum pelaku seberat-beratnya atas kejahatan yang ia lakukan.

Jika Anda menemukan kasus seperti ini di sekitar rumah, ini yang harus Anda lakukan:

1. Hubungi kepolisian

Anda bisa menggunakan layanan bebas pulsa Kepolian Republik Indonesia di nomer gawat darurat 112. Atau bisa juga menghubungi unit gawat darurat nasional di kontak 119.

2. Kondisikan agar korban berada di posisi yang nyaman

Jika ia pingsan, Anda dapat memindahkannya ke lokasi yang lebih aman. Begitupun saat korban cedera.

Ingat bahwa Anda tak perlu melakukan pertolongan medis jika Anda bukanlah seorang tenaga medis bersertifikasi yang diizinkan untuk melakukan tindakan pada korban. Sebaiknya Anda perlu menunggu tenaga medis datang ke lokasi.

3. Jangan membersihkan luka atau menyeka darah

Jangan sekali-kali menyeka luka korban separah apapun kelihatannya. Tunggu pihak kepolisian maupun petugas medis dulu.

Luka yang didapat korban beserta kotoran yang menempel di tubuhnya akan berguna dalam proses pemeriksaan forensik pada korban. Sidik jari sekecil apapun di tubuh korban dan bekas lukanya akan dapat membantu proses pencarian pelaku.

4. Siapkan mental sebagai saksi

Jika Anda adalah orang yang berada di lokasi ditemukannya korban, bersiaplah menjadi saksi yang akan ditanya oleh pihak kepolisian. Barangkali pertanyaan yang diajukan oleh kepolisian akan membuat Anda tersudut maupun merasa dituduh jadi pelaku.

Jika Anda memang bukan pelakunya, bersikap tenang dan tertib ikuti prosedur pemeriksaan adalah jalan terbaik yang bisa Anda lakukan. Barangkali Anda akan sedikit repot karena harus datang ke kantor polisi, namun ingatlah bahwa ada anak yang lebih menderita dari Anda yang butuh memperoleh keadilan.

Semoga kasus pedofil di Jayapura ini segera menemukan titik cerah. Sekalipun beberapa sumber menyatakan bahwa pelakunya adalah orang gila, bagaimanapun kepolisian tetap wajib memberikan hukuman setimpal atas perbuatannya.

 

Baca juga:

5 Simbol Pedofilia yang Perlu Anda Waspadai

 

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Berita