Kiat Hindari Alzheimer Jangan Tidur Siang Terlalu Lama, Apa Hubungannya?

Menurut penelitian terbaru, tidur siang bisa berpotensi menyebabkan penyakit Alzheimer. Ini penjelasannya.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Sampai saat ini penyebab pasti mengapa seseorang bisa menderita penyakit Alzheimer masih belum diketahui. Namun, sebuah penelitian terbaru menyebut bahwa mungkin ada hubungannya antara tidur siang dengan penyakit otak ini.

Menurut sebuah artikel yang diterbitkan di Alzheimer’s and Dementia, penelitian dari Rush Alzheimer’s Disease Center menunjukkan adanya hubungan potensial antara Alzheimer dengan kebiasaan tidur siang.

Para peneliti menyebut bahwa koneksi yang terjadi sepertinya dua arah. Pertama, tidur siang lebih lama dan lebih sering berkorelasi dengan kognisi yang lebih buruk setelah satu tahun.

Kedua, kognisi yang lebih buruk juga berkorelasi dengan tidur siang yang lebih lama dan lebih sering setelah satu tahun.

Artikel terkait: Penelitian: Mengasuh cucu dapat menurunkan risiko Alzheimer

Mengubah Pandangan Tentang Penyakit Alzheimer

Ahli saraf dan rekan penulis artikel, Aron Buchman, MD, mengatakan bahwa penelitian ini memberikan bukti untuk mengubah pandangan penyakit Alzheimer sebagai gangguan kognitif murni.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

“Kita sekarang tahu bahwa patologi yang berkaitan dengan penurunan kognitif dapat menyebabkan perubahan fungsi lainnya. Penurunan kognitif ini benar-benar gangguan multisistem, termasuk kesulitan tidur, perubahan gerakan, perubahan komposisi tubuh, gejala depresi, perubahan perilaku, dan lain sebagainya,” jelas Aron.

Artikel terkait: Obati diare hingga cegah alzheimer, ini 7 manfaat daun sage yang jarang diketahui

Penelitian Dilakukan Selama Belasan Tahun

Untuk mendapatkan penemuan baru ini, para peneliti mengikuti lebih dari 1.400 pasien hingga 14 tahun. Ini adalah bagian dari Rush Memory and Aging Project dan Religius Order Study.

Sumber: iStockphoto

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Semua peserta diminta mengenakan sensor yang di pergelangan tangan yang merekam terus aktivitas hingga 10 hari. Jika tidak ada aktivitas dalam waktu lama di siang hari, dari pukul 9 pagi hingga 7 malam, maka dianggap tidur siang. Mereka juga datang setahun sekali untuk pemeriksaan dan pengujian kognitif. 

Di awal penelitian, hasil yang didapatkan adalah lebih dari 75% peserta tidak menunjukkan tanda-tanda gangguan kognitif, 19,5% memiliki gangguan kognitif ringan, dan lebih dari 4% menderita demensia Alzheimer.

Selama penelitian berlangsung, peserta yang tidak mengalami gangguan kognitif mengalami peningkatan tidur siang sekitar 11 menit per tahun.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Bagi penderita gangguan kognitif ringan, tidur siang meningkat dua kali lipat. Sementara mereka yang didiagnosa demensia Alzheimer, peningkatan tidur siang hampir tiga kali lipat.

Selain itu, para peneliti juga membandingkan peserta yang memiliki kognisi normal pada awal penelitian, tetapi akhirnya menderita demensia Alzheimer, dengan peserta lain yang pemikirannya tetap stabil selama penelitian.

Hasilnya, ditemukan bahwa orang tua yang tidur siang lebih dari satu jam sehari memiliki risiko 40% lebih tinggi terkena Alzheimer.

Artikel terkait: 9 Drama Korea Tentang Penyakit Alzheimer, Kesedihan Kehilangan Memori Orang Terkasih! 

Bukan Berarti Tidur Siang akan Menyebabkan Alzheimer

Meskipun penelitian ini sudah membuktikan bahwa ada hubungan antara tidur siang dengan Alzheimer, tetapi Aron menekankan bahwa penelitian ini tidak begitu saja menyiratkan bahwa tidur siang menyebabkan demensia Alzheimer atau sebaliknya.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

“Ini adalah studi observasional, jadi kami tidak bisa mengatakan bahwa ‘A menyebabkan B’. Namun, kita dapat mengatakan bahwa ada kemungkinan pada saat yang sama dan mungkin saja patologi yang sama dapat berkontribusi pada keduanya.”

 

Sebagai informasi, penyakit Alzheimer disebabkan oleh akumulasi dua protein di dalam otak, yaitu amiloid beta dan tau. Sementara penurunan fungsi kognitif adalah gejala penyakit Alzheimer yang paling terkenal.

Nah, dari studi ini hal yang bisa diambil adalah peningkatan frekuensi dan durasi tidur siang mungkin menjadi salah satu gejala tersebut. Menurut Aron, setelah bisa mengidentifikasi patologi dan lokasi, dokter bisa memberikan perawatan potensial untuk pasien.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Berapa Lama Waktu Terbaik untuk Tidur Siang?

Dilansir dari HelloSehat, para peneliti menyebut bahwa tidur siang selama lima menit terlalu pendek untuk memberikan manfaat.

Sementara tidur selama 30 menit atau lebih lama, memang bisa memberikan tubuh cukup waktu untuk memasuki tidur nyenyak. Namun, durasi ini bisa membuat kepala terasa pusing saat terbangun atau “sleep inertia“.

Jadi, durasi tidur siang yang terbaik menurut para ahli adalah 10-20 menit. Ini biasa disebut sebagai “power naps” karena memberikan manfaat tanpa menyebabkan kantuk sesudahnya.

Bagi Parents yang terbiasa tidur siang dalam waktu lama setiap hari, mungkin bisa mulai mengubah kebiasaan tersebut agar terhindar dari penyakit Alzheimer yang ternyata memiliki hubungan dengan kebiasaan tidur siang.

Baca juga:

Ibu Mertua Ananda Omesh Meninggal Dunia, Sempat Idap Alzheimer Selama 3 Tahun

5 Fakta Meninggalnya Ibu Indra Brasco, Idap Alzheimer Selama 8 Tahun

Penelitian: Menikah Mencegah Seseorang Menjadi Pikun, Ini Alasannya!