TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Alopecia Areata: Saat Rambut Rontok Berlebihan, Bisakah Disembuhkan?

Bacaan 4 menit
Alopecia Areata: Saat Rambut Rontok Berlebihan, Bisakah Disembuhkan?

Belum lama ini istilah alopecia atau alopecia areata banyak disorot. Kondisi kerontokan rambut yang dialami Jada Pinkett Smith. Bisakah disembuhkan?

Belakangan ini baru diketahui bahwa, Jada Pinkett Smith menderita alopecia yang menyebabkan rambut rontok berlebih.  Alopecia areata merupakan kondisi autoimun yang ditandai dengan kerontokan rambut hingga menyebabkan kebotakan.

Salah satu tanda dari kondisi yang penyakit yang dialami istri Will Smith ini adalah kebotakan berupa pitak pada rambut di kulit kepala. Kondisi ini dipicu karena sistem imun menyerang folikel rambut sehingga produksi rambut terhenti, menyebabkan kerontokan hingga kebotakan. 

Alopecia areata dapat terjadi secara bertahap atau tiba-tiba untuk sementara waktu, maupun permanen. Pada beberapa kasus, kerontokan rambut bukan hanya terjadi di kulit kepala, melainkan juga seluruh tubuh.

Seperti Apa Gejalanya? 

Pola kerontokan rambut yang muncul pada individu dengan alopecia areata memang akan berbeda-beda, tergantung dengan penyebabnya. Namun secara umum, ada beberapa tanda dan gejalanya seperti berikut:

  • Rambut kepala menipis.
  • Pitak di kulit kepala.
  • Kerontokan rambut tiba-tiba.
  • Rambut rontok di seluruh area tubuh.
  • Bercak bersisik yang menyebar di kulit kepala.

Bila kerontokan rambut terjadi terus-menerus, maka sangat disarankan untuk segera ke dokter untuk mencari tahu penyebab dan mendapatkan pengobatan yang tepat. Utamanya, bila kerontokan terjadi saat Anda menyisir atau mencuci rambut.

Penyebab Alopecia Areata

Alopecia Areata: Saat Rambut Rontok Berlebihan, Bisakah Disembuhkan?

Rata-rata, rambut akan rontok sebanyak 50 sampai 100 helai per hari. Namun bila rontok terlalu banyak hingga membuat rambut di kulit kepala menipis dan muncul pitak, Anda perlu waspada karena bisa menjadi tanda alopecia areata.

Alopecia areata itu sendiri tergolong penyakit autoimun. Kondisi ini terjadi ketika sel darah putih menyerang sel-sel di folikel rambut yang menyebabkannya menyusut hingga produksi rambut melambat. Meski tidak diketahui secara pasti, beberapa faktor berikut diyakini sebagai penyebabnya.

Apa saja?

  • Riwayat keluarga dengan alopecia areata (keturunan).
  • Faktor hormonal seperti kehamilan, persalinan, dan menopause.
  • Masalah kesehatan seperti gangguan tiroid.
  • Efek samping konsumsi suplemen dan pengobatan (seperti radioterapi).
  • Lainnya seperti stres jangka panjang serta gaya dan perawatan rambut.

Diagnosis Alopecia Areata

Alopecia Areata

Dokter akan mendiagnosa alopecia areata dengan pemeriksaan fisik dan menanyakan tentang diet, rutinitas perawatan rambut, serta riwayat kesehatan Anda dan keluarga. Bila diperlukan, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang untuk menyingkirkan penyebab lain. Termasuk biopsi kulit kepala, tes darah, pull test, dan pemeriksaan di bawah mikroskop.

Cara Mengobati Alopecia Areata

Pengobatan dimaksudkan untuk mencegah kerontokan rambut yang lebih parah sekaligus merangsang pertumbuhan rambut. Ini mencakup:

1. Obat-obatan

Konsumsi obat menjadi pilihan bila kondisinya disebabkan oleh penyakit bawaan. Pada beberapa kasus, Anda mungkin disarankan untuk berhenti mengonsumsi obat yang memicu kerontokan rambut.

Beberapa obat-obatan untuk mengatasi alopecia areata, antara lain:

  • Kortikosteroid. Obat anti peradangan ini diresepkan untuk mengatasi kondisi autoimun. Obat dapat diberikan dalam bentuk suntikan di kulit kepala atau area lainnya, oral (pil), atau dioleskan di kulit dalam bentuk krim atau busa. Respon terhadap pengobatan ini umumnya muncuul secara bertahap.
  • Rogaine. Obat topikal (digunakan di kulit kepala) ini sudah banyak digunakan untuk mengatasi kebotakan. Biasanya dibutuhkan waktu sekitar 12 minggu sampai rambut mulai tumbuh.

Alopecia Areata: Saat Rambut Rontok Berlebihan, Bisakah Disembuhkan?

2. Transplantasi rambut

Transplantasi rambut dapat menjadi pilihan pengobatan untuk kerontokan rambut yang bersifat permanen. Prosedur ini disebut juga cangkok atau tanam rambut. Tujuannya untuk mengembalikan rambut di area kulit kepala yang mengalami penipisan maupun kebotakan. 

Transplantasi rambut jarang membutuhkan rawat inap. Beberapa risiko yang bisa muncul setelah prosedur transplantasi rambut di antaranya pendarahan, memar, bengkak, dan infeksi. Sebaiknya, diskusikan terlebih dulu dengan dokter sebelum memutuskan untuk menjalaninya.

3. Terapi laser

Terapi laser bisa dilakukan untuk mengobati kerontokan rambut atau kebotakan yang disebabkan oleh faktor genetik (keturunan).

Selain pengobatan di atas, beberapa perawatan berikut juga disarankan bagi pasien untuk melindungi rambut dan kulit kepala dari paparan sinar UV matahari terutama di siang hari (pukul 10 sampai 2 siang):

  • Mengoleskan tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan.
  • Menggunakan kacamata untuk melindungi mata.
  • Memakai topi, wig, atau syal untuk melindungi kulit kepala.
  • Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang.
  • Mengelola stres dengan meditasi, yoga, atau hal lain yang disukai.

 

 

Sumber:

American Academy of Dermatology Hair loss types: Alopecia areata causes (aad.org)

Cleveland Clinic. Alopecia Areata: Causes, Symptoms & Management.

Mayo Clinic. Hair loss – Symptoms and causes – Mayo Clinic. 

Medical News Today. Alopecia areata: Causes, symptoms, and treatment.

 

Cerita mitra kami
Parents Perlu Tahu! Ini 8 Serba Serbi Pekan Bulan Imunisasi Anak Nasional 2022
Parents Perlu Tahu! Ini 8 Serba Serbi Pekan Bulan Imunisasi Anak Nasional 2022
Wajib tahu! 3 jenis kulit bayi dan cara tepat merawatnya
Wajib tahu! 3 jenis kulit bayi dan cara tepat merawatnya
Liburan Keluarga di Rumah Bersama Disney and Pixar’s "Soul"
Liburan Keluarga di Rumah Bersama Disney and Pixar’s "Soul"
Serunya perayaan Halloween di Miniapolis, intip momennya yuk!
Serunya perayaan Halloween di Miniapolis, intip momennya yuk!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Adisty Titania

  • Halaman Depan
  • /
  • TAPpedia
  • /
  • Alopecia Areata: Saat Rambut Rontok Berlebihan, Bisakah Disembuhkan?
Bagikan:
  • 5 Fakta Hormon Kortisol, Hormon Stres yang Memengaruhi Kenaikan Berat Badan

    5 Fakta Hormon Kortisol, Hormon Stres yang Memengaruhi Kenaikan Berat Badan

  • Waspada 8 Ciri Asidosis, Tingginya Kadar Asam di Darah yang Picu Gangguan Organ

    Waspada 8 Ciri Asidosis, Tingginya Kadar Asam di Darah yang Picu Gangguan Organ

  • Obat Ambroxol: Manfaat, Dosis untuk Anak, dan Efek Samping

    Obat Ambroxol: Manfaat, Dosis untuk Anak, dan Efek Samping

  • 5 Fakta Hormon Kortisol, Hormon Stres yang Memengaruhi Kenaikan Berat Badan

    5 Fakta Hormon Kortisol, Hormon Stres yang Memengaruhi Kenaikan Berat Badan

  • Waspada 8 Ciri Asidosis, Tingginya Kadar Asam di Darah yang Picu Gangguan Organ

    Waspada 8 Ciri Asidosis, Tingginya Kadar Asam di Darah yang Picu Gangguan Organ

  • Obat Ambroxol: Manfaat, Dosis untuk Anak, dan Efek Samping

    Obat Ambroxol: Manfaat, Dosis untuk Anak, dan Efek Samping

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti