Agar Bayi Sehat dan Cerdas, Persiapkan Diri Sejak Sebelum Hamil

Agar Bayi Sehat dan Cerdas, Persiapkan Diri Sejak Sebelum Hamil

Kali ini kami membahas tahapan-tahapan yang perlu dilakukan agar bayi sehat dan cerdas, yang disadur dari buku Bayi dan Balita Sehat karya Irmawati.

Bayi sehat dan cerdas tentunya dambaan setiap orangtua.

Bayi sehat dan cerdas tentunya dambaan setiap orangtua.

Mempunyai bayi sehat dan cerdas merupakan dambaan setiap orang tua. Oleh karena itu, persiapan sebelum dan selama proses kehamilan harus dilakukan dengan baik.

Beberapa persiapan yang sebaiknya dilakukan oleh calon ayah dan ibu untuk memiliki bayi sehat, misalnya mengonsumsi makanan bergizi, menghindari rokok, menghindari obat-­obatan sembarangan, berolahraga secara teratur dan pemeriksaan pra kehamilan untuk calon ibu.

Selain itu, imunisasi yang dilakukan sebelum kehamilan dapat mencegah penyakit seperti TORCH, cacar air dan keterbelakangan mental calon bayi.

Apa yang harus dilakukan ibu hamil agar bayi sehat?

Di saat kehamilan, ibu harus lebih menjaga kesehatan ibu dan janin yang dikandungnya.

Calon ibu harus mengonsumsi makanan bergizi, menghindari asap rokok, menghindari kafein, menghindari stres, berolahraga dan beristirahat dengan cukup.

Proses kehamilan terdiri dari tiga tahapan yang disebut trimester. Pada tiap trimester tersebut janin akan berkembang sehingga calon ibu harus benar-­benar menjaga kesehatannya.

Perut ibu yang semakin membesar membutuhkan kenyamanan dan keamanan, hingga tiba saatnya untuk melahirkan bayi sehat yang ditunggu­-tunggu.

Mengenal proses persalinan normal

Proses persalinan terdiri dari empat tahap. Tahap 1 merupakan tahapan pembukaan leher rahim dari 1 hingga 10 dan umumnya membutuhkan waktu sekitar 4­8 jam.

Tahap 2 merupakan proses pembukaan mulut rahim hingga bayi lahir dan umumnya akan berlangsung selama 4 hingga 7 jam.

Tahap 3 merupakan proses pengeluaran ari­-ari dari dinding rahim dan akan berlangsung selama 5­15 menit.

Tahap 4 merupakan awal masa nifas yang membutuhkan pengawasan dan berlangsung selama 1­2 jam.

Perawatan bayi baru lahir

Bayi yang baru lahir harus segera dilakukan pemeriksaan sebanyak 3 kali yaitu saat lahir di ruang bersalin, setelah 24 jam di ruang perawatan bayi, dan sebelum pulang ke rumah.

Dengan adanya pemeriksaan bayi baru lahir ini dapat diketahui apabila terdapat kelainan atau penyakit pada bayi dan segera ditangani.

Setelah bayi sampai di rumah, lakukan perawatan yang tepat agar ia memiliki tumbuh kembang yang baik.

Perawatan yang dapat dilakukan di rumah yaitu perawatan tali pusat, kulit, mata, hidung, telinga, mulut, rambut, kulit kepala, pantat, kulit kelamin, kelamin dan kuku. Baca juga: 10 Perawatan Bayi Baru Lahir

Terkadang bayi menunjukkan kondisi tertentu yang mengindikasikan adanya penyakit. Ibu dapat berkonsultasi kepada dokter anak untuk mendapatkan pengobatan.

Yang tidak boleh ketinggalan adalah melatih kemampuan menyusu, dan ibupun harus menyusui secara eksklusif selama 6 bulan pertama untuk menjamin tumbuh kembang yang optimal.

Bayi juga harus memperoleh imunisasi untuk mencegah penyakit agar bayi sehat dan terhindar dari risiko berbagai penyakit.

Untuk merangsang pertumbuhannya, bayi dapat dipijat sendiri oleh ibu atau ayahnya. Pijat bayi ini dapat menjalin kontak antara bayi dengan orang tuanya sehingga bayi akan merasa nyaman dan tumbuh optimal.

Agar bayi sehat, perhatikan kualitas MPASI

Setelah bayi berusia 6 bulan baru diperkenalkan dengan makanan pendamping ASI seperti buah, sayuran, serealia, daging, dan ikan.

Makanan yang diberikan kepada bayi 6 bulan harus benar­-benar halus dan teksturnya akan bertambah seiring dengan pertambahan usia bayi.

Bayi yang sedang belajar makan sebaiknya dalam suasana menyenangkan dan diperkenalkan nama makanan di dalam mangkok.

Bayi akan tumbuh dan berkembang sesuai dengan usianya. Tahap tumbuh kembangnya harus sesuai dan jika kurang sesuai dapat berkonsultasi kepada dokter anak agar bayi tidak mengalami keterlambatan tumbuh kembang.

Stimulasi menjadikan bayi sehat dan cerdas

Setelah tumbuh menjadi balita, ia tetap membutuhkan stimulasi agar menjadi lebih kreatif, percaya diri, cerdas dan sehat. Sejak bayi dan balita, perkenalkanlah dengan sosialisasi agar mudah berempati dan mudah bergaul.

Saat ini telah banyak sekolah bayi dan balita yang akan membantu stimulasi motorik dan kemampuan bersosialisasinya.

Sebagai orang tua pasti akan menjaga dan memberi yang terbaik untuk buah hatinya agar dapat tumbuh optimal, sehat dan cerdas.

buku bayi dan balita sehat

Untuk mengetahui lebih banyak tentang persiapan sebelum kehamilan, masa kehamilan, saat persalinan, tumbuh kembang bayi hingga balita dan stimulasi agar buah hati tumbuh sehat serta cerdas, Anda dapat membaca pada buku Bayi dan Balita Sehat karya Irmawati, yang diterbitkan Elex Media Komputindo. Buku ini dapat diperoleh di toko-toko buku terdekat.

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner