5 Jenis Vaksin Dewasa yang penting dan wajib diketahui sebelum punya Anak

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Vaksin dewasa selain membentengi suami dan istri dari penyakit kronis yang menyebabkan kemandulan, bahkan mematikan, juga risiko bayi cacat lahir. Karenanya vaksin dewasa ini sangat penting dilakukan orangtua, untuk mencegah terinfeksi virus mematikan.

Vaksin bagi anak-anak dibutuhkan untuk melindungi mereka dari penyakit berbahaya, namun vaksin dewasa juga tidak kalah pentingnya. Terutama untuk membentengi tubuh ibu yang kelak menjadi tempat tumbuhnya janin hingga siap dilahirkan.

Artikel terkait: Cegah virus pada kehamilan dengan vaksin

Ada berbagai jenis vaksin dewasa, seperti vaksin pranikah, vaksin sebelum berangkat haji dan umroh, dan lain-lain. Yang akan dibahas di sini ialah vaksin pranikah yang berfungsi melindungi tubuh suami dan istri dari berbagai virus.

vaksin dewasa

Vaksin dewasa penting untuk melindungi calon pengantin dari berbagai macam penyakit mematikan.

5 jenis vaksin dewasa untuk calon orangtua

Melansir dari laman Hipwee, berikut ini adalah jenis-jensi vaksin dewasa yang sebaiknya dilakukan oleh setiap pasangan sebelum menikah atau sebelum punya anak.

1. Vaksin TT (Tetanus-Toksoid)

Beberapa kantor KUA menjadikan vaksin TT ini sebagai salah satu syarat mengajukan berkas dalam pendaftaran pernikahan. Vaksin TT sering juga disebut sebagai suntik catin, karena biasanya yang datang untuk imunisasi TT adalah calon pengantin yang membawa surat pengantar dari KUA.

Vaksin TT adalah bentuk pencegahan terhadap penyakit tetanus, yang rentan terjadi pada ibu dan bayi saat proses persalinan, akibat luka yang terjadi ketika bayi lahir ke dunia. Pemberian vaksin TT sebaiknya dilakukan 6 bulan sebelum menikah.

Atau selambat-lambatnya 1 bulan sebelum pernikahan. Vaksin TT ini terbilang cukup murah, karena bisa didapat di puskesmas dengan kisaran biaya hanya Rp. 10.000- Rp. 20.000 saja.

2. Vaksin HPV (Human Papiloma Virus)

Vaksin HPV diberikan sebagai tindak pencegahan terhadap kanker serviks. Jenis vaksin dewasa yang satu ini, juga harus diberikan kepada pria untuk mencegah penyakit kutil kelamin. Kedua penyakit ini rentan menyerang orang dewasa yang aktif secara seksual.

Karenanya, sebelum menikah, calon pengantin diharuskan menerima vaksin HPV untuk melindungi diri mereka dari penyakit IMS yang mematikan ini.

Vaksin HPV sebenarnya bisa diberikan sejak usia 9 tahun, hingga umur 45 tahun. Dan diberikan oleh dokter ahli kandungan. Kisaran biaya yang dikeluarkan adalah Rp. 600.000 - Rp. 1.000.000 dalam sekali suntik.

Artikel terkait: Vaksin Kanker Serviks, mengurangi risiko terkena kanker yang paling menghantui wanita

3. Vaksin MMR (Mumps, Measles, Rubella)

Vaksin MMR adalah imunisasi untuk mencegah penyakit gondongan dan campak. Gondongan pada orang dewasa bisa menyebabkan kemandulan, baik pria maupun wanita, sehingga vaksin MMR ini menjadi penting untuk dilakukan.

Selain itu, vaksin MMR juga bisa mencegah virus rubella menyerang ibu hamil, yang bisa menyebabkan bayi cacat lahir. Sehingga bayi mengalami kerusakan otak, gangguan pendengaran, jantung, dan kondisi kronis lainnya.

Vaksin MMR ini dilakukan sekali seumur hidup, dengan kisaran biaya Rp. 200.000. Tentunya jumlah ini tidak seberapa jika dibandingkan risiko penyakit kronis yang bisa menyerang jika terkena virus rubella.

Artikel terkait: Kisah Iftiyah, bayi yang alami katarak, tuli dan gangguan jantung bawaan akibat rubella

4. Vaksin VZV (Varicela Zoster Virus)

Vaksin VZV melindungi tubuh dari virus penyebab cacar air. Ibu yang terkena cacar air saat hamil bisa melahirkan bayi dengan kelainan pada mata, keterbelakangan mental, hingga berat lahir rendak.

Vaksin VZV tidak bisa diberikan kepada ibu hamil, jadi sebaiknya ibu menjalani vaksin ini sebelum hamil, atau lebih baik lagi, sebelum menikah. Demi melindungi calon anak kita nanti.

5. Vaksin Hepatitis B

Hepatitis B disebabkan oleh virus yang menyerang liver. Menular lewat transfusi darah, hubungan seksual, dan penggunaan barang pribadi secara bersamaan. Vaksin Hepatitis B penting untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda.

Vaksin hepatitis B diberikan tiga kali dengan jarak satu dan enam bulan. Suntikan pertama dan kedua untuk membentuk antibodi, dan suntikan ketika untuk meningkatkan kadar sistem imun. Vaksin ini sebaiknya dilakukan bagi pasangan suami istri yang aktif secara seksual.

***

Menjamin kesehatan dan kemaslahatan hidup anak adalah tugas orangtua, cara memastikannya sejak dini ialah dengan melakukan vaksin. Biaya untuk melakukan vaksin tentu tidak sebanding dengan kebahagiaan memiliki anak yang terlahir sehat tanpa masalah apapun.

Bagi Anda yang ingin punya anak, lakukanlah vaksin. Bukan hanya menjaga kesehatan suami dan istri, vaksin juga melindungi anak deri kemungkinan cacat lahir akibat virus saat hamil. Tentunya pengobatan untuk menyembuhkan anak dari penyakit mematikan jauh lebih mahal.

Vaksin untuk orang dewasa inimenyempurnakan kehidupan rumah tangga, dengan anak-anak yang sehat ceria, dan orangtua yang terhindar dari penyakit berbahaya. Sisihkan anggaran dalam rumah tangga Anda untuk vaksin, demi kesehatan anak di masa depan.

 

Baca juga:

Penelitian: Manfaat Vaksin tak Hanya dirasakan Individu, Melainkan juga Komunitas

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Kesehatan Pernikahan