TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

5 Sikap Orang Tua yang Ternyata Menurunkan Kepercayaan Diri Anak

Bacaan 4 menit
5 Sikap Orang Tua yang Ternyata Menurunkan Kepercayaan Diri Anak

Ada banyak kebiasaan orang tua yang diam-diam menurunkan kepercayaan diri anak. Padahal, kepercayaan diri anak sangat penting untuk masa depannya.

Kepercayaan diri anak dapat dibentuk sejak dini oleh orang tua. Kadang, beberapa sikap kita sebagai orang tua justru diam-diam menurunkan kepercayaan diri anak. Padahal, kepercayaan diri tinggi adalah salah satu hal yang membuat ia sukses di kemudian hari.

Berikut hal-hal yang Anda lakukan dan tanpa sadar akan menurunkan kepercayaan diri anak:

Menurunkan kepercayaan diri anak

1. Menyepelekan usahanya

Hal yang menurut kita mudah, belum tentu jadi hal yang mudah baginya. Sekalipun jika anak seusianya sudah mampu melakukan hal tersebut sejak dulu.

Misalnya, ketika ia sudah mampu menghitung angka 1-30 dalam bahasa Inggris. Bagi Anda maupun anak lain, hal itu barangkali mudah. Tapi, siapa tahu ia mengalami kesulitan tertentu yang membuatnya sulit menghafal kosa kata dalam bahasa asing. Apalagi, tipe kecerdasan anak itu berbeda-beda.

Ketika anak sedang menyelesaikan sesuatu yang menurutnya sulit, ia akan berkata pada diri sendiri bahwa ia telah berhasil menyelesaikan pekerjaan berat. Jika Anda menyepelekan usahanya, maka anak akan berpikir bahwa dirinya bodoh dan tidak memiliki kemampuan mumpuni untuk berkembang.

2. Terlalu banyak membantu menurunkan kepercayaan diri anak

Banyak orang tua yang berpikir bahwa ia tak ingin anaknya mengalami hidup susah sepertinya. Sehingga pada akhirnya ia berperan sebagai orang tua yang terlalu sering membantu anak dalam banyak hal.

Barangkali ini memang akan membuatnya sangat terbantu. Namun, hidupnya tak selalu berada di sekitar Anda. Sesekali, biarkan ia berusaha sendiri dengan kemampuannya. Membantunya terus hanya akan membuatnya lupa caranya berdiri dengan kakinya sendiri.

Biarkan ia belajar tentang kesalahan, kegagalan, dan berkeringat dengan usahanya sendiri. Saat hal itu terjadi, tugas Anda untuk membesarkan hatinya. Mengajarinya caranya belajar dari kesalahannya.

3. Mengungkit-ungkit kesalahan menurunkan kepercayaan diri anak

Dari kesalahan, ia akan belajar menggunakan cara lain yang lebih efektif untuk membuatnya berkembang. Dari kesalahan ini, anak bisa belajar di mana letak kekuatan dan kelemahannya.

Manusia memiliki kemampuan untuk mengingat lebih baik hari-hari kesedihannya dibanding dengan hari bahagianya. Ia sudah sering mengingat kesalahan di dalam benaknya sendiri.

Artikel terkait: Mengajari anak Berlapang dada terhadap kegagalan.

Jika Anda menambahkan kesulitannya tersebut dengan mengungkit lagi kegagalannya, maka ia akan terus menerus mengingat dirinya sendiri sebagai orang yang gagal dan tidak punya kapasitas untuk sukses.

Menurunkan kepercayaan diri anak

4. Membanding-bandingkannya dengan saudara kandung maupun orang lain

Banyak orang tua yang meyakini bahwa menyebutkan prestasi orang lain yang lebih tinggi di depan anak akan membuatnya lebih termotivasi. Hal ini malah sebaliknya, ia akan merasa diremehkan dan tak berharga di mata orang tuanya.

Orang yang sering dibanding-bandingkan akan cenderung lebih egois dan individualistis. Ia lebih senang berjuang untuk diakui kehebatannya daripada memperjuangkan sesuatu yang benar-benar penting.

5. Menciutkan mimpinya

Orang tua barangkali memang bersifat realistis dengan semua kondisi yang saat ini mungkin terjadi. Namun, berhati-hatilah, jangan-jangan Anda sedang menghancurkan mimpinya.

Membuat anak merasa bahwa mencapai impiannya adalah sesuatu yang mustahil akan membuat mentalnya jadi pesimis. Ia akan enggan berusaha karena ia merasa bahwa impiannya hanyalah bunga tidur belaka.

Apalagi, jika orang tua sudah merencanakan segalanya buat anak. Mulai dari sekolah sampai pilihan karir. Maka anak akan merasa bahwa hidup yang ia jalani bukanlah untuknya. Melainkan keinginan orang tuanya.

Anak yang besar dengan rencana hidup yang telah disusun oleh orang tuanya kebanyakan tidak bahagia. Ia justru akan menyesal karena ada banyak hal yang tidak sempat ia rasakan karena terlalu fokus memenuhi harapan orang tua hingga ia gagal menemukan makna hidup dan cita-citanya sendiri.

Menurunkan kepercayaan diri anak

Anak yang kurang percaya diri akan memiliki pandangan negatif soal hidup. Ia juga akan merasa bahwa hidupnya terlalu keras karena apa yang ia usahakan cenderung akan gagal sehingga ia jadi lebih malas berusaha.

Orang tua yang sering menurunkan kepercayaan diri anak akan membuat anaknya merasa sulit untuk menjalin hubungan baik dengan teman maupun pasangannya. Karena ia merasa tidak pantas bahagia dan tidak tahu bagaimana caranya membahagiakan diri sendiri dan orang lain.

Selain itu, jika orang tua tak sengaja menurunkan kepercayaan diri anak, maka anak akan merasa sulit untuk memperhatikan kesehatannya karena ia cenderung tak peduli pada dirinya sendiri. Hidup yang ia jalani akan berjalan tanpa harapan dan gairah karena ia merasa bahwa pada akhirnya apa yang ia upayakan pada akhirnya akan gagal seperti dulu kala.

***

Referensi: Family Share, We Have Kids, Reach Out, CYH.

Baca juga:

Demi Kesehatan Mental Anak, Jangan Lakukan 7 Hal ini Pada Mereka

Cerita mitra kami
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Syahar Banu

  • Halaman Depan
  • /
  • Keluarga
  • /
  • 5 Sikap Orang Tua yang Ternyata Menurunkan Kepercayaan Diri Anak
Bagikan:
  • 30 Ucapan Hari Imlek 2026, Tahunnya Kuda Api yang Penuh Perubahan

    30 Ucapan Hari Imlek 2026, Tahunnya Kuda Api yang Penuh Perubahan

  • Meyakini Asmaul Husna Ar Rahim yang Artinya Yang Maha Penyayang

    Meyakini Asmaul Husna Ar Rahim yang Artinya Yang Maha Penyayang

  • 11 Lagu Sunda Terpopuler Warisan Budaya Jawa Barat, Cek Yuk!

    11 Lagu Sunda Terpopuler Warisan Budaya Jawa Barat, Cek Yuk!

  • 30 Ucapan Hari Imlek 2026, Tahunnya Kuda Api yang Penuh Perubahan

    30 Ucapan Hari Imlek 2026, Tahunnya Kuda Api yang Penuh Perubahan

  • Meyakini Asmaul Husna Ar Rahim yang Artinya Yang Maha Penyayang

    Meyakini Asmaul Husna Ar Rahim yang Artinya Yang Maha Penyayang

  • 11 Lagu Sunda Terpopuler Warisan Budaya Jawa Barat, Cek Yuk!

    11 Lagu Sunda Terpopuler Warisan Budaya Jawa Barat, Cek Yuk!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti