TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

5 Cara untuk Mengubah Anak Pendiam dan Pemalu Menjadi Pemberani

Bacaan 4 menit
5 Cara untuk Mengubah Anak Pendiam dan Pemalu Menjadi Pemberani

Simak trik khusus agar anak jadi lebih berani berinteraksi!

Memiliki anak yang pendiam dan pemalu seringkali membuat orangtua kewalahan, karena anak akan sulit diajak berinteraksi dengan orang asing, apalagi berteman.

Tentunya hal ini harus segera diubah, agar anak tidak menjadi kesepian karena tidak memiliki teman di sekolah, maupun di sekitar tempat tinggalnya. Anda sebagai orangtua bisa membantunya mengatasi rasa malu dan kecenderungan menarik diri saat berada di dalam keramaian.

5 hal berikut ini bisa Anda lakukan untuk membuat anak pendiam tidak menjadi anak yang anti sosial.

1. Ubah bahasa Anda

Anak pendiam

Anak bisa mendapatkan kesan bahwa ada yang salah dengan perilakunya bila teman atau keluarganya sendiri mengatakan pada orang lain bahwa dirinya seorang pemalu.

Dengan mengatakan bahwa anak Anda memang pemalu pada orang lain yang gagal mengajak anak untuk aktif terlibat dalam kegiatan atau pembicaraan, secara tidak langsung Anda telah menyampaikan pesan bahwa sikap pendiamnnya adalah hal yang negatif.

Dibanding mengatakan bahwa di adalah pemalu atau pendiam, katakan saja bahwa saat ini dia merasa ingin diam dulu. Dengan begini anak akan merasa bahwa Anda mengetahui perasaannya saat itu, dan di waktu lain dia bukanlah pemalu atau pendiam.

Faktanya, anak akan menjadi aktif berbicara saat ia pulang ke rumah. Dengan menciptakan lingkungan penuh penerimaan di dalam keluarga, Anda akan memberi anak kebebasan untuk menjadi sesuai keinginannya.

2. Membuka dialog

Anak pendiam

Perhatikanlah anak Anda setelah ia menghadapi situasi yang membuatnya jadi pendiam. Tanyakan apa yang terjadi dan alasan apa yang membuatnya jadi diam. Bila ia merasa malu bertemu dengan orang baru, tanyakan bagaimana perasaannya saat orang tersebut menyapanya.

Percakapan seperti ini akan membantu Anda untuk lebih memahami perilaku anak yang pendiam. Kemudian Anda bisa menawarkan beberapa hal yang bisa dilakukan anak di lain waktu. Misal ia terlalu merasa malu menjawab sapaan orang lain, usahakan untuk tersenyum atau melambaikan tangan.

Hal ini juga akan membantunya bertransisi dengan segala interaksi yang akan ia lami di sekolah dan kegiatan lainnya.

3. Latihan bersosialisasi

Anak pendiam

Setiap orang pasti merasa kewalahan bila berada di tempat yang terlalu ramai, sangat berisik, atau di lingkungan baru yang tak dikenal. Namun, orang dewasa dengan cepat bisa beradaptasi, sedangkan anak-anak masih mengembangkan kemampuan tersebut. Oleh karena itu, yang dibutuhkan anak adalah latihan yang terus menerus.

Perkenalkan anak Anda secara pelan-pelan ke situasi sosial yang akan membuat ia berusaha kerasa untuk merasa nyaman, dan juga bersenang-senang dengan anak lain. Cobalah untuk tidak memaksanya berinteraksi atau berada di kelompok bermain yang besar jika ia belum siap.

Bila dipaksakan, anak akan merasa gelisah dan malah semakin menjauhkan diri. Mulailah dengan satu teman bermain dalam satu waktu. Lalu secara perlahan buat kelompok bermainnya lebih besar dengan beberapa anak.

4. Buat rencana

Anak pendiam

Rencanakan apa yang akan dilakukan anak pada situasi sosial tertentu, dan bantu ia berlatih. Contohnya bila anak mendapatkan undangan pesta ulang tahun teman, berlatih mengucapkan selamat kepada teman yang ulang tahun bisa sangat membantu.

Anda juga bisa bermain peran bersama anak seolah sedang berada di pesta ulang tahun, untuk menyiapkan anak agar ia tidak gugup saat hari H tiba. Sehingga anak akan hafal dan merasa nyaman menyapa temannya yang ulang tahun maupun menyapa teman lainnya di pesta tersebut.

Usahakan tidak telat datang ke pesta, karena akan sulit bagi anak Anda untuk mengimbangi suara berisik jika sudah terlalu banyak orang. Lebih baik menjadi yang pertama datang, agar anak Anda akan menarik anak lain untuk mendekat dan mengajaknya mengobrol.

5. Puji perubahan sikapnya sebagai prestasi

Anak pendiam

Anak-anak merespon baik pujian yang menguatkan, termasuk anak yang pemalu dan pendiam sekalipun. Anda bisa meningkatkan kepercayaan dirinya dengan memuji kemampuan barunya dalam bersosialisasi.

Tapi jangan memberinya imbalan, karena akan menimbulkan kesan negatif pada anak. Katakan saja bahwa Anda senang melihatnya bermain bersama teman-temannya.

Dengan menerapkan tips ini diharapkan anak pemalu Anda akan lebih mudah berinteraksi dengan teman-temannya.

Baca juga:

Cerita mitra kami
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga

Cara Bijak menjadi Orang Tua Si Pemalu

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Keluarga
  • /
  • 5 Cara untuk Mengubah Anak Pendiam dan Pemalu Menjadi Pemberani
Bagikan:
  • Catat! 50 Arti Telinga Berdenging Menurut Primbon Jawa dan Sisi Medis

    Catat! 50 Arti Telinga Berdenging Menurut Primbon Jawa dan Sisi Medis

  • Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

    Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

  • 11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

    11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

  • Catat! 50 Arti Telinga Berdenging Menurut Primbon Jawa dan Sisi Medis

    Catat! 50 Arti Telinga Berdenging Menurut Primbon Jawa dan Sisi Medis

  • Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

    Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

  • 11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

    11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti