10 Pelajaran Hidup Saat Bermain Bersama Anak

10 Pelajaran Hidup Saat Bermain Bersama Anak

Bermain bersama anak ternyata mengandung banyak pelajaran hidup yang tak terduga.

Anak mengajarkan kita berbagai pelajaran hidup.

Coba hitung berapa jam dalam sehari Anda bermain bersama anak? Apakah Anda bermain bersama mereka hanya di akhir pekan, atau kapan saja asal Anda sedang tidak lelah dan sedang mood?

Sebagian dari kita mungkin menganggap bermain bersama anak atau bayi itu ngga penting. Kan kita sudah memberi mereka ASI/ susu, makanan bergizi, memandikan dan menjaga kebersihan tubuh dan sekitar rumah.

Atau ada juga ibu atau ayah yang sering berada di sisi anak, tapi pikiran melayang pada smartphone, televisi, atau entah ke mana. Hayo ngaku …

Nah, jika hidup Anda terasa hampa, hambar dan kurang greget, bermain bersama anak bisa jadi obat bagi masalah Anda. Ternyata, ada banyak pelajaran hidup yang dapat Anda dapatkan saat bermain bersama mereka.

Pelajaran hidup ini sangatlah luar biasa

1. Belajar menikmati hidup

Kita tak akan bisa rasakan bermain bersama anak itu asyik, kalo kita masih memikirkan pekerjaan kantor atau pekerjaan rumah tangga.

Lupakan semua yang memberatkan pikiran Anda. Kita hidup setiap hari dan akan mati satu kali. Jadi nikmatilah semua waktu Anda bersama si buah hati.

2. Kebahagiaan tidak ditentukan oleh materi

Si kecil akan riang gembira jika tahu Anda ada di dekatnya dan memperhatikannya, apalagi jika Anda telah seharian bekerja di luar rumah.

Wah .. pasti ketawanya akan lebih lebar dan bikin gemes, meski Anda ngga bawa pulang mainan baru untuknya. Melihat si kecil senang itu rasanya nyess di hati. Ngga percaya? Silakan dicoba.

3. Momen indah tak akan terulang, kita jadi lebih menghargai waktu

Hari ini si Kecil baru mulai berceloteh, atau belajar berlajan tertatih-tatih dengan gaya lucunya. Akankah momen indah ini terulang di kemudian hari?

Anda jadi menghargai setiap momen bersamanya. Tanpa sadar, Anda pun gemar mengabadikan semua kenangan itu melalui kamera ponsel ataupun rekaman video bukan?

4. Kesabaran ibu tiada batasnya

Bermain bersama anak itu harus sabar, karena ia sangat mungkin meminta kita melakukan hal yang sama berulang kali dan marah saat kita berhenti. Misalnya, memasukkan bola basket mini ke keranjang, atau menyusun kembali balok-balok mainan yang dijatuhkannya dengan sengaja.

Satu dua kali sih tidak masalah. Bagaimana kalau ia meminta kita melakukannya sampai 5-6 kali? Capek juga rasanya. Ah, nggak apa-apa. Orang sabar biasanya enteng rejeki loh, Parents.

Banyak ibu mengakui, ia berubah jadi seorang penyabar setelah punya anak. Benar-benar sebuah pelajaran hidup yang penting bukan?

5. Diri kita ternyata berharga

Ada orang yang merasa berharga karena punya jabatan dan sebagainya. Padahal semua manusia itu berharga, apapun yang ia lakukan. Coba perhatikan mimik wajah si kecil saat ia bermain sendiri dan saat ia bermain bersama Anda, beda banget kan?

Si kecil tak peduli apakah Anda dapat penghasilan dari buka warung, pekerja pabrik, atau Anda ibu rumah tangga yang tidak bekerja. Kehadiran Anda bersamanya adalah yang penting untuknya.

Si Kecil lah yang membuat Anda merasa sangat berharga di muka bumi ini. Sebuah pelajaran hidup yang indah.

6. Tertawa/ tersenyum itu sehat

Ibu mana sih yang tak akan meleleh hatinya kalau melihat bayi mungilnya tersenyum? Pasti Anda juga membalasnya dengan senyuman kan? Ada yang bilang, orang yang sering tertawa atau tersenyum tubuhnya sehat dan tampil awet muda.

7. Tidak mudah menyerah

Kita beri contoh pada balita bagaimana menyusun puzzle sederhana, lalu puzzle itu kita bongkar dan kita biarkan ia menyusunnya kembali. Ia mungkin butuh waktu lebih lama menyelesaikan puzzle itu, tapi ia terus mencoba sampai bisa.

Lihat, si balita tersayang ternyata lebih pantang menyerah dari kita. Ia telah mengajarkan sebuah pelajaran hidup kepada kita.

8. Terbuka pada hal baru

Balita biasanya tertarik pada mainan, binatang atau apa saja yang belum pernah dilihatnya. Ada balita yang suka membongkar mainan baru, karena ia ingin tahu bagaimana cara kerja atau apa saja yang ada di dalamnya.

Para orangtua sebaiknya terbuka pada hal-hal baru, dan punya keinginan untuk tahu lebih banyak tentangnya. Belajar itu tidak mengenal usia loh. Percayalah, ini akan bermanfaat jika anak Anda telah remaja nanti.

9. Manusia belajar dari kesalahan

Si balita menirukan Anda menyusun balok mainan sampai tinggi. Baru beberapa balok disusun, mendadak semua jatuh berantakan. “Kenapa punya Mama ngga jatuh?” Mungkin begitu pikirnya.

Ia melihat kembali balok bersusun “rancangan” Anda. Tahulah ia, ternyata balok bersusunnya sedikit miring di bagian bawah. “Pantesan punyaku jatuh melulu,” pikir si balita.

Nah, balita saja bisa belajar dari kesalahan. Masa kita nggak bisa?

10. Berteman itu bisa dengan siapa saja

Dulu waktu masih kecil, kita sering main bareng teman-teman seusia. Sekarang kita sering bermain bersama anak karena sudah berkeluarga dan menjadi orangtua. Jadi, anak adalah teman kita juga kan?

Terbiasa berbicara sama anak akan membuat kita terbiasa juga berbicara pada anak lain yang bukan anak kita, orang yang sudah berusia lanjut, para ABG, sesama bapak-bapak atau ibu-ibu, dan banyak lagi.

Parents, saat bermain bersama anak, apakah Anda menyadari banyaknya pelajaran hidup yang Anda dapatkan?

Baca juga artikel menarik lainnya:

7 Trik Agar Tidak Jadi Marah Pada Anak

7 Tips Jitu Bila Balita Suka Berteriak

 

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

jpqosinbo

app info
get app banner