Agar manfaat vitamin C maksimal untuk kulit, perhatikan 8 hal ini

Agar manfaat vitamin C maksimal untuk kulit, perhatikan 8 hal ini

Banyak produk kecantikan yang mengandung vitamin C. Supaya manfaatnya maksimal, perhatikan hal berikut sebelum meggunakan vitamin C untuk kulit.

Bunda sudah sering mendengar bukan, iklan produk skincare yang diklaim mengandung vitamin C? Katanya, skincare dengan vitamin C itu ampuh untuk menghempaskan noda-noda flek di wajah dan mampu mencerahkan kulit. Apa benar demikian? Bagaimana cara menggunakan vitamin C untuk kulit yang benar supaya hasilnya maksimal?

Manfaat vitamin C untuk kulit

vitamin c untuk kulit

Kulit membutuhkan nutrisi seimbang supaya tetap sehat dan dapat berfungsi dengan baik. vitamin C adalah salah satu nutrisi yang sangat penting bagi kulit. Seperti dilansir Self, Sara Hogan, M.D., dokter kulit di UCLA Medical Center, Santa Monica mengatakan, Vitamin C adalah antioksidan kuat yang mencerahkan bintik-bintik gelap, menghaluskan garis-garis halus, dan yang terpenting, membuang radikal bebas dari lingkungan, polusi, dan mencegah radiasi UV.”

Beberapa manfaat utama vitamin C untuk kulit adalah:

  • Mencegah kerusakan akibat radikal bebas.
  • Menghasilkan kolagen.
  • Melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar matahari (anti UV). 
  • Menurunkan risiko kanker kulit.

Perlu diketahui, tidak semua produk vitamin C diciptakan sama. Ada beberapa produk yang justru dapat mengiritasi kulit. Sementara, yang lain tidak bisa digunakan dengan sembarangan, terutama pada kulit yang sensitif. 

Oleh sebab itu, penting untuk membaca keterangan pada label kemasan produk dan mengetahui cara penggunaannya dengan benar. 

Tips dari ahli supaya  manfaat dari skincare vitamin C lebih maksima

1. Gunakan serum vitamin C di pagi hari

vitamin c untuk kulit

Tidak ada larangan menggunakan produk vitamin C di malam hari. Hanya saja, manfaat vitamin C akan lebih maksimal jika digunakan di pagi hari. Kata dokter Sara, “Secara umum produk vitamin C harus diterapkan pada pagi hari sebelum keluar rumah, ketika radiasi UV berada pada titik tertinggi.”

Namun, perlu diingat bahwa vitamin C menjadi kurang efektif ketika terkena cahaya. Jadi, berilah jeda waktu setelah mengaplikasikan serum vitamin C sampai ia benar-benar terserap sepenuhnya di kulit.

2. Gunakan produk dengan urutan yang sesuai dengan jenis skincare

Jika Bunda menggunakan serum vitamin C, gunakan setelah membersihkan wajah, yaitu sebelum memakai pelembab. Tapi jika vitamin C-nya berbentuk pelembab (saat ini banyak pelembab yang mengandung antioksidan), aplikasikan pada tahap akhir dari skincare routine Bunda.

3. Gunakan konsentrasi vitamin C yang tepat sesuai dengan jenis dan masalah kulit

Pada umumnya, konsentrasi vitamin C dalam sebuah produk berkisar di bawah 5% hingga 30%. Tentu saja konsentrasi yang berbeda akan memberikan efek yang berbeda pula untuk kulit.

Jika kulit Bunda cenderung kering dan sensitif, sebaiknya gunakan produk dengan konsentrasi vitamin c yang rendah (5%) untuk menghindari iritasi. Sebaliknya, jika Bunda termasuk pemilik kulit berminyak ditambah dengan masalah pigmentasi, dapat menggunakan konsentrasi yang lebih tinggi.

4. Jangan gunakan vitamin C dengan benzoil peroksida

Meskipun vitamin C umumnya cukup aman dan dapat ditoleransi dengan baik, mungkin sedikit terasa menyengat di kulit sensitif. Terutama jika Bunda menggunakannya setelah kulit dieksfoliasi dengan scrub atau bahan aktif asam seperti acid toner.

Salah satu bahan yang harus dihindari ketika menggunakan vitamin C adalah benzoil peroksida. Bahan ini dapat mengoksidasi vitamin C, sehingga membuatnya kurang manjur, kata dokter Sara. Jadi, tidak bisa digunakan secara bersamaan. Solusinya, Bunda bisa menggunakan produk benzoil peroksida di malam hari dan produk vitamin C di pagi hari. Atau, digunakan pada hari yang berbeda secara bergantian.

5. Vitamin C dan retinol bukan pasangan yang pas untuk kulit

Tanda skincare cocok 3

Menggunakan vitamin C dan retinol secara bersamaan dapat membuat keduanya kurang efektif. Dan karena mereka dapat memiliki efek yang sama pada kulit, para ahli masih menyarankan untuk tidak menggunakan kedua bahan ini bersama-sama, kata dokter Sara.

Para ahli umumnya menyarankan menggunakan produk vitamin C di pagi hari dan retinoid di malam hari.

6. Simpan produk dengan benar

Dalam produk perawatan kulit topikal, vitamin C sensitif terhadap cahaya dan udara. “Ketika terkena faktor-faktor ini, ia akan teroksidasi menjadi asam dehydroascorbic, yang kurang stabil dan membuatnya kurang manjur,” jelas dokter Sara.

Jadi, produk-produk ini harus disimpan dalam wadah buram yang kedap udara. Untungnya, banyak produk vitamin C sudah masuk dalam wadah yang tak tembus cahaya karena alasan ini.

7. Perhatikan formulasi keseluruhan produk

Ada berbagai jenis vitamin C yang terdapat pada berbagai jenis produk. Beberapa di antaranya lebih stabil daripada yang lain, yang berarti mereka tidak akan teroksidasi dengan cepat. Sementara yang lainnya memiliki sifat yang berbeda yang dapat membuatnya lebih cocok untuk jenis kulit tertentu.

Misalnya, asam L-askorbat dan natrium ascorbyl fosfat larut dalam air, yang berarti mereka cenderung terkandung dalam produk yang lebih ringan dan lebih cocok untuk kulit yang berminyak. 

8. Perhatikan jika produk telah berubah warna

Jika produk berubah warna menjadi kuning atau coklat, artinya ia teroksidasi. Masih boleh dipakai sih Bun, tapi tidak akan banyak membantu. Apalagi jika warnanya berubah drastis, sebaiknya dibuang saja, ya.

Itulah beberapa informasi tentang cara mengoptimalkan manfaat vitamin C bagi kulit. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bun.

Sumber: Self, Alodokter

Baca juga:

5 Langkah ini bikin kulit wajah kembali sehat dan cantik pasca melahirkan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner