Kasus viral Anak ditendang di playground oleh orang dewasa, bisakah dipidanakan?

Kasus viral Anak ditendang di playground oleh orang dewasa, bisakah dipidanakan?

Baru-baru ini jagad media sosial dihebohkan oleh video viral anak ditendang di playground. Apa yang sebaiknya dilakukan jika mengalami hal ini?

Baru-baru ini jagad media sosial dihebohkan oleh video viral anak ditendang di playground. Dalam video tersebut memperlihatkan seorang bapak yang menendang punggung bocah lelaki yang sedang bermain ayunan. Bocah lelaki tersebut sebelumnya tanpa sengaja mengenai puteri sang bapak hingga jatuh.

Tidak terima puterinya terkena ayunan, sang bapak akhirnya bersikap reaktif dengan menendang punggung anak lelaki yang masih sedang bermain hingga lebam.

Melihat anak lelakinya menjadi korban kekerasan, sang ibu pun tidak terima. Peristiwa yang terjadi di Mal Kelapa Gading ini pun akhirnya pun berujung dengan perseteruan.

Dalam video viral anak ditendang di playground ini, sang ibu langsung mengungkapkan bahwa dirinya tidak terima anak lelakinya ditendang seenaknya. “Ya, namanya di area playground awasi anak Anda dengan baik. Jangan tendang, bisa diomongkan, lagian saya tidak pernah main tendang sama anak,” ujar sang ibu dalam video tersebut.

Bukannya menyesal, bapak berinisial J ini justru membalas dengan mengatakan “Anak ibu main ayunan ngawur begini-begini. Anakmu awasi juga, anakmu juga dijaga, anak saya bayi”.

Video viral anak ditendang di playground ini pun akhirnya mengundang beragam respon dari warga net. Banyak yang menyayangkan tindakan bapak yang menendang anak lelaki.

Sebagai orangtua, sang bapak dianggap idealnya bisa mengelola emosi dengan baik, jangan sampai melakukan tindak kekerasan hingga merugikan dan melukai orang lain.

Pertanyaan yang muncul kemudian, bisakah kasus anak ditendang di playground ini dipidanakan?

Dikutip dari laman Hukum Online, saat melihat melihat anaknya mendapatkan tindakan kekerasan atau penganiayaan dari orang lain, orangtua memang wajib untuk memberikan perlindungan.

Artinya, melaporkan tindakan tersebut pada pihak berwenang merupakan langkah yang tepat. Contohnya seperti peristiwa yang terekam dalam video viral anak ditendang ini.

Hal ini sudah sesuai dengan pengaturan Pasal 13 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (“UU Perlindungan Anak”) sebagaimana yang telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (“UU 35/2014”) yang menyatakan bahwa setiap anak selama dalam pengasuhan orang tua, wali, atau pihak lain mana pun yang bertanggung jawab atas pengasuhan, berhak mendapat perlindungan dari perlakuan:

a. diskriminasi;

b. eksploitasi, baik ekonomi maupun seksual;

c. penelantaran;

d. kekejaman, kekerasan, dan penganiayaan;

e. ketidakadilan; dan

f. perlakuan salah lainnya.

Pasal 76C UU 35/2014 yang berbunyi, “Setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan Kekerasan terhadap Anak,” juga semakin menegaskan bawha penganiayaan terhadap anak sudah diatur secara khusus di pasal ini.

KPI memberikan respon video viral anak ditendang di playground

Menanggapi video viral anak ditendang di playground, Komisi Perlindungan Anak Indonesa (KPAI) pun menilai bahwa orangtua memang tidak pantas untuk membalas perlakukan anak kecil dengan tindakan kekerasan.

Ketua KPAI, Susanto menilai bahwa peristiwa seperti ini seharusnya bisa diselesaikan dengan baik. “Hemat saya tak seharusnya orang tua melakukan perlawanan dengan cara kekerasan. Harus diselesaikan dengan baik-baik,” ujar Susanto kepada detikcom.

Semoga peristiwa peristiwa seperti yang terekam dalam video viral anak ditendang ini bisa memberikan pelajaran penting bagi kita semua, ya, Parents.

 

 

Baca juga :

6 Jenis Kekerasan Emosional pada Anak yang Dilakukan Orangtua Narsis

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner