TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Di Usia Pernikahan Empat Tahun, Aku Masih Belajar Sandi Morse

Bacaan 3 menit
Di Usia Pernikahan Empat Tahun, Aku Masih Belajar Sandi Morse

Usia pernikahan empat tahun hanyalah angka. Makin lama pernikahan, bukan jaminan makin erat hubungan, kecuali mau saling mengenal terus-menerus

Memasuki usia pernikahan empat tahun, aku masih berfikir bahwa aku dan suami baru mengenal dan mulai menerima satu sama lain. Kami masih memikirkan, apa arti kita bagi pasangan, apa arti anak, apa arti orangtua setelah menikah, dan terakhir apa arti mimpi dari setiap pasangan. Banyak orang bilang bahwa menginjak usia pernikahan ke empat, sebuah hubungan akan dihadapkan dengan yang namanya ‘zona nyaman’.

Pernikahan Bagaikan Kode Morse

usia pernikahan empat tahun

Ya, bagiku tak ada yang namanya zona nyaman. Bagiku, pernikahan bagaikan sandi morse. Aku selalu belajar pola mengenai hubungan ini, seperti memahami pola sandi morse. Ya, bukankah setiap hubungan memiliki pola tersendiri? Jadi, mengapa masih saja ada orang yang sibuk dengan cocokmologi zodiak untuk mengerti pasangan.

Empat tahun pernikahan masih sangatlah muda. Toh jika disandingkan pada balita, ia masihlah anak yang belajar banyak menyerap kosakata, dan meniru tingkah laku orang sekitarnya. Pun begitu dengan pernikahanku. Aku masih meniru bagaimana Ibuku atau mertua perempuanku dalam melayani suaminya. Atau pola mana yang cocok saat akan berdiskusi hal yang sensitif dengan pasangan.

Apakah pengenalan polanya selalu tepat? Oooh tidak, tapi tak masalah. Bukankah hal itu yang akan membuat kita semakin ingin mengenal pasangan?

Artikel terkait: Ulama: “Anak perempuan 14 tahun harusnya sudah boleh menikah,” Parents setuju?

Menjadikan Orang Asing sebagai Keluarga Butuh Waktu

menjadikan orang asing sebagai keluarga butuh waktu

Setelah menikah, apakah kamu masih mendapatkah curhatan dari orangtuamu?
Jika iya, apakah setelah akhir sesi curhat, orangtua selalu berkata, “Jangan bilang suami/istrimu ya, malu. Ini urusan keluarga.”

Dari sini aku belajar, dua buah keluarga disatukan memang membutuhkan waktu dan kepercayaan. Bukan semata-mata karena privacy. Untuk mempercepat proses tersebut, seseorang harus berani terbuka terlebih dahulu dan berbuat ‘curang’. Misalkan, istri/suami menjelaskan padamu hal yang disukai atau tidak dari anggota masing-masing keluargamu.

Artikel terkait: Hati-hati, Inilah Usia Pernikahan yang Rawan Konflik dan Perpisahan!

Pernikahan Mengajarkanku untuk Memilah Mimpi

usia pernikahan empat tahun

Untung saja, aku masih memiliki beberapa mimpi. Saat awal menikah, salah satu mimpi, aku coret. Ok tak masalah, aku masih memiliki mimpi yang lain. Lalu, aku hamil dan memiliki anak pertama, ada satu mimpi lagi yang kucoret. Si insecure pun mulai muncul.

Menjalani hari-hari, kemudian hamil dan memiliki anak ke-2, kembali kuhapus mimpi lainnya. Ternyata, setelah kuhapus beberapa mimpi itu dan melihat senyum dari anak-anak, mimpi bukanlah segalanya. Akan lebih baik, jika aku mulai memiliki mimpi, di mana aku masih bisa berkumpul dengan keluarga kecil ini.

Artikel terkait: Berapakah perbedaan usia suami istri yang ideal? Penelitian ini menjawabnya

Mengenal dan Melakukan Bentuk Sayang Tiap Pasangan

Sudahkah Parents tanyakan pada pasangan, pada saat bagaimana dan cara apa Parenst merasa disayangi? Ada pasangan yang merasa disayangi dengan ucapan I love you tiap hari. Ada juga yang harus diberikan kejutan, hadiah ataupun pujian. Pertanyaan terbuka seperti itu sebaiknya dilontarkan, jika kamu tidak pernah trial and error dalam melakukan aksi kasih sayang.

Belajar dari anak-anak yang polos, mereka begitu terbuka dalam memberi tahu orangtuanya bentuk sayang yang mereka sukai. Contohnya anakku, ia sangat suka dipeluk. Setiap pagi setelah bangun tidur, saat melakukan kesalahan, atau saat ia berhasil melakukan sesuatu. Bahkan anakku selalu minta digenggam tangannya saat akan tidur.

Usia pernikahan empat tahun, sepuluh tahun, dan seterusnya hanyalah sebuah angka. Semakin besar angka usia pernikahan tak menjamin Parents benar-benar mengenal pasanganmu. Berapapun usia pernikahan, kita adalah dua makhluk yang tetap saling belajar mengenal, saling mengalah, dan memilih keputusan yang terbaik untuk keluarga. Selalu ada tawa tapi juga ada tangis yang ajaibnya malah menguatkan cinta dalam pernikahan.

Ditulis oleh Yulia Amaliah NH, UGC Contributor theAsianparent.com.

Tulisan UGC Contributor lainnya:

Ini Pelajaran yang Kuperoleh Selama Menjalani "Long Distance Marriage"

Hidup Damai Ketika Harus Tinggal Bersama Mertua, Bisa Kok!

Ini Ceritaku Jadi Ibu dari Lima Anak di Usia 33 Tahun

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Semua opini & pendapat dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi milik penulis, dan sama sekali tidak mewakilkan theAsianparent atau klien tertentu.
img
Penulis

Yulia Amaliah NH

Jadilah Kontributor Kami

  • Halaman Depan
  • /
  • Pernikahan
  • /
  • Di Usia Pernikahan Empat Tahun, Aku Masih Belajar Sandi Morse
Bagikan:
  • 60 Ucapan Pernikahan Bernuansa Islami, Kristen, hingga Bahasa Inggris

    60 Ucapan Pernikahan Bernuansa Islami, Kristen, hingga Bahasa Inggris

  • 15 Ciri Suami Selingkuh tapi Masih Sayang Istri, Bunda Wajib Tahu!

    15 Ciri Suami Selingkuh tapi Masih Sayang Istri, Bunda Wajib Tahu!

  • 20 'Dirty Talk' agar Hubungan Intim Makin Menggairahkan, Coba Malam Ini!

    20 'Dirty Talk' agar Hubungan Intim Makin Menggairahkan, Coba Malam Ini!

  • 60 Ucapan Pernikahan Bernuansa Islami, Kristen, hingga Bahasa Inggris

    60 Ucapan Pernikahan Bernuansa Islami, Kristen, hingga Bahasa Inggris

  • 15 Ciri Suami Selingkuh tapi Masih Sayang Istri, Bunda Wajib Tahu!

    15 Ciri Suami Selingkuh tapi Masih Sayang Istri, Bunda Wajib Tahu!

  • 20 'Dirty Talk' agar Hubungan Intim Makin Menggairahkan, Coba Malam Ini!

    20 'Dirty Talk' agar Hubungan Intim Makin Menggairahkan, Coba Malam Ini!

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti