TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Tips Sembuhkan Trauma pada Anak yang Mengalami Bencana agar Mentalnya Kembali Stabil

Bacaan 4 menit
Tips Sembuhkan Trauma pada Anak yang Mengalami Bencana agar Mentalnya Kembali Stabil

Trauma healing untuk anak yang mengalami bencana sangat penting dilakukan agar mentalnya kembali stabil. Simak tipsnya di sini.

Kejadian atau peristiwa darurat, seperti bencana, dapat memengaruhi mental korban yang menjadi tidak stabil. Oleh karena itu, dibutuhkan trauma healing untuk para korban bencana, agar kondisi mental mereka kembali membaik.

Bukan hanya orang dewasa, nyatanya anak-anak pun membutuhkan trauma healing. Sebab, gangguan trauma pascastres atau Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) bisa dialami oleh anak-anak yang menjadi korban bencana alam.

Dengan demikian, penting sekali untuk mengetahui tips mengatasi ketidakstabilan mental anak yang mengalami bencana alam. Bagaimana tipsnya? Yuk, simak di sini informasinya.

Risiko Bencana pada Stabilitas Mental Anak-anak

Sebelum membahas tentang tips trauma healing untuk anak-anak, terlebih dahulu Parents harus mengetahui seperti apa risiko bencana pada stabilitas mental anak-anak.

Terjadinya bencana merupakan sesuatu yang tidak dapat diprediksi. Bencana seperti kebakaran, banjir, gempa bumi, atau bahkan tsunami dapat menimbulkan trauma bagi keluarga yang mengalaminya, terutama anak-anak.

Anak-anak di bawah usia 8 tahun yang mengalami bencana berisiko mengalami masalah atau gangguan kesehatan mental. Misalnya kecemasan, depresi, bahkan stres. Masalah kesehatan mental seperti itu dapat mengganggu perilaku sosial anak sehari-hari.

Artikel Terkait: 5 gejala gangguan mental pada anak-anak, Bunda wajib tahu!

Menghadapi bencana bagi anak-anak akan lebih berat daripada orang dewasa, karena mereka masih kurang memahami apa yang terjadi. Anak-anak juga belum memilki pengalaman yang cukup untuk menghadapi kondisi-kondisi yang sulit.

Menghadapi bencana akan semakin sulit bagi anak-anak yang sudah memiliki masalah mental sebelumnya. Maka dari itu, penting bagi Parents untuk mendampingi dan membantu si kecil agar tidak mengalami masalah kesehatan mental.

Tips Pendampingan Trauma Healing kepada Anak yang Mengalami Bencana

trauma healing

1. Mengajak Anak untuk Berdiskusi

Ajak bicara anak tentang apa yang mereka rasakan. Mengajak anak berdiskusi tentang apa yang terjadi dapat meringankan beban yang mereka alami.

Anak akan merasa nyaman, terlebih lagi ketika orangtuanya yang mengajak bicara. Buat anak, orangtua adalah ruang paling hangat yang bisa mereka percayai.

Parents juga bisa memberikan pesan bagi buah hati terkait apa yang harus dilakukan ketika menghadapi bencana. Dengan begitu, anak bisa lebih siap ketika hal yang tidak diinginkan terjadi.

2. Temani Anak

Menemani anak pascabencana dapat membuat mereka merasa tenang dan aman. Usahakan untuk tidak meninggalkan anak-anak sendirian.

Biarkan anak berada disekitar Parents atau orang dewasa yang mereka kenal. Perasaan aman dan nyaman akan meningkatkan kepercayaan diri anak-anak. Rasa nyaman juga akan membuat trauma segera membaik.

3. Batasi Media Massa Selama Proses Trauma Healing

Setelah bencana terjadi, biasanya banyak berita yang disiarkan di media, seperti televisi atau sosial media. Jauhkan sejenak anak-anak dari media massa yang dapat membuat mereka mengingat kembali kenangan buruk tentang bencana tersebut. Sibukkan anak-anak dengan melakukan aktivitas lain.

4. Rancang Aktivitas yang Menyenangkan 

Ajak anak untuk melakukan aktivitas yang membuat mereka senang, seperti melakukan hobi atau kegiatan yang membuat mereka sibuk. Dengan adanya aktivitas menyenangkan yang bisa dikerjakan, anak-anak bisa lebih cepat melupakan pengalaman tidak menyenangkan pascabencana.

Artikel Terkait: Pentingnya Hobi agar Si Kecil Tumbuh Bahagia

5. Libatkan dalam Kegiatan Sosial

Ikut sertakan anak dalam kegiatan sosial yang berhubungan dengan penanggulangan bencana. Kegiatan seperti ini dapat membantu mereka memahami kondisi pascabencana dengan lebih baik. Anak-anak juga akan memiliki pengalaman apa yang harus mereka lakukan ketika menghadapi bencana.

6. Minta Bantuan Guru atau Pengasuh dalam Proses Trauma Healing

Mintalah bantuan pada orang dewasa lain, seperti guru atau pengasuh, untuk ikut mengawasi anak ketika orangtua sedang tidak bisa. Tanyakan pada mereka perilaku anak sehari-hari atau jika ada yang tidak biasa.

Tips untuk trauma healing tersebut dapat Parents lakukan untuk membantu anak pascabencana. Namun, apabila Parents melihat anak masih mengalami trauma, stress, atau cemas mungkin ada baiknya untuk minta bantuan pada tenaga profesional.

Parents bisa berdiskusi dengan psikolog atau dokter anak. Beberapa anak membutuhkan pendampingan khusus atau waktu yang lebih lama tergantung kondisi yang dialaminya.

Kapan Butuh Bantuan Profesional dalam Menjalani Trauma Healing Anak?

trauma healing

1. Anak Menunjukkan Emosi Berlebihan

Parents perlu minta bantuan profesional apabila anak menunjukkan gejala emosi yang berlebihan terus menerus hingga 2-4 minggu setelah bencana terjadi. Gejala emosi berlebihan dapat meliputi terus menerus marah, sedih, takut, atau cemas.

Artikel terkait: Anak Agresif yang Suka Bertengkar

2. Menunjukkan Perilaku yang Merusak Interaksi Sosialnya

trauma healing

Penting bagi Parents untuk memastikan interaksi anak dengan lingkungan sekitarnya berjalan baik. Oleh karena itu Parents harus mendapat masukan dari orang-orang di sekitar anak, apakah perilaku ia membuat hubungan dengan teman atau keluarga menjadi semakin buruk.

Perilaku anak yang jadi lebih menyendiri, mudah marah, atau tidak merespons ketika diajak bicara orang lain, menjadi salah satu tanda yang mesti orangtua perhatikan.

3. Kondisi Mental Anak yang Memburuk

Apabila Parents sudah mencoba membantu anak dengan cara di atas, tetapi kondisi malah semakin memburuk, jangan pernah ragu untuk meminta bantuan dari professional jika kondisi anak tidak juga membaik.

Cerita mitra kami
Yuk, Ajak Anak Main di Luar Ruangan. Ini 5 Manfaatnya, Parents!
Yuk, Ajak Anak Main di Luar Ruangan. Ini 5 Manfaatnya, Parents!
Satu dari Tiga Balita Indonesia Berisiko Anemia Akibat Kekurangan Zat Besi, Kenali Gejalanya!
Satu dari Tiga Balita Indonesia Berisiko Anemia Akibat Kekurangan Zat Besi, Kenali Gejalanya!
Headliners Hadirkan Chaos Lab, Playground Imersif Pertama di Indonesia!
Headliners Hadirkan Chaos Lab, Playground Imersif Pertama di Indonesia!
8 Eksperimen Sains Sederhana yang Dapat Dilakukan Anak dan Orang Tua di Rumah
8 Eksperimen Sains Sederhana yang Dapat Dilakukan Anak dan Orang Tua di Rumah

Terjadinya bencana memang tidak dapat dihindari. Namun memastikan anak-anak aman secara fisik dan mental dengan melakukan tips trauma healing yang sudah disebutkan di atas adalah kewajiban dari orangtua masing-masing.

Sumber: Centers for disease Control and Prevention

Baca Juga:

id.theasianparent.com/agar-anak-tidak-panik-saat-bencana-alam/

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Rian Andini

Diedit oleh:

Finna Prima Handayani

  • Halaman Depan
  • /
  • Usia Sekolah
  • /
  • Tips Sembuhkan Trauma pada Anak yang Mengalami Bencana agar Mentalnya Kembali Stabil
Bagikan:
  • 16 SD Swasta di Bekasi, Lengkap dengan Kisaran Biaya Sekolahnya

    16 SD Swasta di Bekasi, Lengkap dengan Kisaran Biaya Sekolahnya

  • 17 Contoh Puisi Anak SD Kelas 4 Mulai dari Tema Pahlawan, Sahabat dan Sekolah

    17 Contoh Puisi Anak SD Kelas 4 Mulai dari Tema Pahlawan, Sahabat dan Sekolah

  • Berat Badan Anak 7 Tahun yang Sehat dan Cara Menambahnya Jika Kurang

    Berat Badan Anak 7 Tahun yang Sehat dan Cara Menambahnya Jika Kurang

  • 16 SD Swasta di Bekasi, Lengkap dengan Kisaran Biaya Sekolahnya

    16 SD Swasta di Bekasi, Lengkap dengan Kisaran Biaya Sekolahnya

  • 17 Contoh Puisi Anak SD Kelas 4 Mulai dari Tema Pahlawan, Sahabat dan Sekolah

    17 Contoh Puisi Anak SD Kelas 4 Mulai dari Tema Pahlawan, Sahabat dan Sekolah

  • Berat Badan Anak 7 Tahun yang Sehat dan Cara Menambahnya Jika Kurang

    Berat Badan Anak 7 Tahun yang Sehat dan Cara Menambahnya Jika Kurang

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti