TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Mengenal Tradisi Ekstrim Pukul Sapu di Maluku

Bacaan 4 menit
Mengenal Tradisi Ekstrim Pukul Sapu di Maluku

Tradisi pukul sapu di Maluku menjadi salah satu budaya bangsa yang ekstrim. Seperti apa tradisi satu ini? Mari ketahui di artikel ini!

Tradisi pukul sapu atau biasa disebut Baku Pukul Manyapu merupakan atraksi unik dari Maluku Tengah dan biasanya ditampilkan di Desa Morella dan Desa Mamala, Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah.

Baku Pukul Manyapu yang telah berlangsung dari abad ke XVII dan diciptakan oleh seorang tokoh agama Islam dari Maluku bernama Imam Tuni biasanya berlangsung setiap 7 Syawal.

Tradisi tersebut hingga saat ini masih terus dilestarikan di wilayah penghasil rempah-rempah terbesar di Indonesia tersebut.

Seperti diketahui, Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya keanekaragaman hayati dan budaya. Berbagai budaya dan tradisi Tanah Air ini sangat unik dan berbeda di setiap daerahnya, salah satunya tradisi ekstrim yang berasal dari daerah Maluku, Ambon.

Tradisi itu dikenal dengan nama Ukuwala Mahiate yang berarti Pukul Sapu. Orang Maluku biasanya menyebutnya dengan nama Baku Pukul Manyapu atau beradu pukul menggunakan sapu lidi yang berasal dari batang ranting pohon aren.

Tradisi ini  biasa dilakukan warga Maluku Tengah dan biasanya dipentaskan di Desa Morella dan Mamala, Maluku Tengah. 

Fakta Menarik Tradisi Pukul Sapu

Asal Usul Baku Pukul Manyapu

Tradisi Pukul Sapu

 (Alif.id)

Tradisi Baku Pukul Manyapu lahir sekitar abad ke-16. Tradisi bermula karena mengenang perjuangan Kapitan Tulukabessy beserta pasukannya melawan penjajahan VOC Belanda dalam perang Kapahaha (1643-1646 M). Para pejuang ini sempat tertangkap dalam penyerbuan itu disiksa sebagai tawanan di Teluk Sawatelu selama tiga bulan.

Meski begitu, Sang Kapitan berhasil lolos dan kemudian menyerahkan diri hingga akhirnya digantung serta dibuang di Pantai Namalatu.

Karena siksaan yang terjadi pada para pejuang dahulu yang menjadi cikal bakal tradisi mengenang keadaan pejuang sakitnya disiksa oleh penjajah. 

Artikel terkait:12 Jenis Alat Musik Khas Maluku, Sejarah dan Cara Memainkannya

Cara Tradisi Pukul Sapu Digelar

Tradisi Pukul Sapu

Cara Tradisi Digelar (travelingyuk.com)

Dalam melakukan tradisi pukul sapu ini, maka akan dilakukan dalam dua kelompok atau regu. Tiap regu terdiri dari 10 orang dengan pembeda warna celana sebagai kubu lawan yaitu hitam dan merah.

Lalu, para pemain akan menjalani ritual dan iringan doa dari para tetua adat terlebih dahulu. Setiap giliran pukulan sapu ini, para peserta akan mengangkat tangan setinggi-tingginya, seolah mereka pasrah untuk dipukuli.

Dan sebaliknya, sang pemukul pun akan melakukannya dengan sekuat tenaga memukul tubuh lawan. Pukulan dilakukan bertubi-tubi hingga mengeluarkan darah pada setiap bekas pukulan.

Dalam melakukan tradisi pukul sapu ini, para peserta akan bertelanjang dada dengan ikat kepala berwarna merah bernama kain berang. Alat yang dipakai yaitu batang lidi dari pohon enau dengan panjang lebih dari satu meter.

Karakteristik lidi ini sangat lentur, namun kuat. Ukurannya yang kecil membuat sapu lidi enau mampu menyayat kulit hingga menumpahkan darah. 

Selain atraksi pukul sapu, biasanya atraksi ini dilengkapi dengan cakalele, dan tarian adat Morella. Akan dilakukan penyulutan obor Kapitan Telukabessy yang menandakan pukul sapu siap dimulai dan para peserta siap bersimbah darah akibat pukulan sapu.

Artikel terkait: Mengenal Baju Cele, Pakaian Adat Tradisional Maluku yang Dipengaruhi Eropa

Makna Mendalam Tradisi Pukul Sapu

 Tradisi Pukul Sapu

(travelingyuk.com)

Meski tergolong tradisi yang ekstrim, namun tradisi ini telah dilakukan turun temurun. Bahkan, jadi momen edukasi yang penuh makna.

Pukul sapu biasa dilakukan sebagai perayaan seremonial yang diisi dengan petuah dan cuplikan sejarah para pejuang melawan penjajah.

Tradisi ini hadir sebagai kisah keteladanan para pahlawan yang harus tertanam pada semangat dan jati diri orang Maluku. Yaitu rela berkorban jiwa dan raga memperjuangkan kepentingan bersama.

Artikel terkait:Mengenal 9 Jenis Pakaian Adat Daerah Maluku yang Sederhana dan Unik

Kepercayaan Mengobati Luka

tradisi pukul sapu
Cerita mitra kami
Pentingnya Asupan Nutrisi Lengkap untuk Menjaga Daya Tahan Tubuh Anak
Pentingnya Asupan Nutrisi Lengkap untuk Menjaga Daya Tahan Tubuh Anak
15 Manfaat Kunyit untuk Kesehatan, Jaga Berat Badan hingga Redakan Mual
15 Manfaat Kunyit untuk Kesehatan, Jaga Berat Badan hingga Redakan Mual
Selembut Cinta Ibu: Rahasia Merawat Kulit Bayi Tetap Halus dan Sehat
Selembut Cinta Ibu: Rahasia Merawat Kulit Bayi Tetap Halus dan Sehat
Benarkah Alergi Dapat Menurunkan Kecerdasan Anak? Ini Penjelasan Dokter
Benarkah Alergi Dapat Menurunkan Kecerdasan Anak? Ini Penjelasan Dokter

Kepercayaan Mengobati Luka (Nusantaranews)

Tradisi ini juga ingin melestarikan dalam menguji khasiat minyak Mamala. Minyak ini dipercaya bisa menyembuhkan luka patah tulang, keseleo, dan luka luka ringan.

Sehingga, setelah tradisi pukul sapu selesai dilakukan, para peserta akan mengobati luka menggunakan minyak getah pohon jarak atau menggunakan minyak mamala. Ramuan ini dipercaya sangat mujarab untuk mengobati luka memar.

Meski berdarah-darah, para peserta tradisi pukul sapu tidak merasa dendam atau menyimpan amarah. Mereka meyakini bahwa luka dan darah yang mereka korbankan merupakan simbol perjuangan melawan penjajah yang dulu para pahlawan lakukan untuk kemerdekaan.

Itulah fakta menarik mengenai tradisi pukul sapu yang menjadi salah satu khasanah budaya bangsa Indonesia yang harus dilestarikan hingga akhir hayat kita. 

Baca juga:

5 Tradisi Perayaan Satu Suro untuk Masyarakat Pulau Jawa

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Tania Latief

  • Halaman Depan
  • /
  • Warisan Budaya
  • /
  • Mengenal Tradisi Ekstrim Pukul Sapu di Maluku
Bagikan:
  • Mengenal Baju Cele, Pakaian Adat Tradisional Maluku yang Dipengaruhi Eropa

    Mengenal Baju Cele, Pakaian Adat Tradisional Maluku yang Dipengaruhi Eropa

  • 6 Jenis Pakaian Adat dari Provinsi Kalimantan Barat yang Indah Menawan

    6 Jenis Pakaian Adat dari Provinsi Kalimantan Barat yang Indah Menawan

  • 17 Jenis Alat Musik Tradisional Kalimantan yang Unik, Cek di Sini!

    17 Jenis Alat Musik Tradisional Kalimantan yang Unik, Cek di Sini!

  • Mengenal Baju Cele, Pakaian Adat Tradisional Maluku yang Dipengaruhi Eropa

    Mengenal Baju Cele, Pakaian Adat Tradisional Maluku yang Dipengaruhi Eropa

  • 6 Jenis Pakaian Adat dari Provinsi Kalimantan Barat yang Indah Menawan

    6 Jenis Pakaian Adat dari Provinsi Kalimantan Barat yang Indah Menawan

  • 17 Jenis Alat Musik Tradisional Kalimantan yang Unik, Cek di Sini!

    17 Jenis Alat Musik Tradisional Kalimantan yang Unik, Cek di Sini!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti